Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Riset Inovatif Kolaboratif Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Tadah Hujan Kabupaten Blora

Riset Inovatif Kolaboratif Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Tadah Hujan Kabupaten Blora

17.06.2021
BBPadi
348

Riset Inovatif Kolaboratif Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Tadah Hujan Kabupaten Blora

17.06.2021
BBPadi
348

Bupati Blora H. Arief Rohman, SIP, M.Si beserta Kapala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Fadjry Djufry, didampingi Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Yudi Sastro, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dr. Husnain melaksanakan monitoring perkembangan kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Padi Lahan Sawah Tadah Hujan di Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kamis (17/6/2021)

RIPK merupakan strategi penelitian pengembangan dan penerapan inovasi teknologi secara hulu hilir. Kolabasi yang dimaksud adalah kerjasama dari berbagai stakeholder baik internal Badan Litbang Pertanian maupun dengan Pemerintah Pusat,  Provinsi, dan Pemerintah Daerah dalam rangka untuk mendorong inovasi untuk lahan sawan tadah hujan sesuai yang diharapkan dan secara bersama-sama menghasilkan sesuatu yang lebih besar.

Dalam dialognya Fadjry Djufry mengungkapkan alasannya kenapa riset pengembangan inovatif kolaboratif ditempatkan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Dijelaskan bahwa  wilayah sawah tadah hujan di Kabupaten Blora sangat luas sehingga dinilai sangat perlu sentuhan teknologi yang tepat.

“Hari ini kita berada di kabupaten Blora, dihamparan ini adalah lahan sawah tadah hujan yang sangat luas, oleh sebab itu riset dan pengembangan inovasif kolaboratif kita tempatkan di Jateng khususnya Kabupaten Blora karena teknologi ini bisa diterapkan disini”, Jelas Fadjy

Adapun upaya lain Badan Litbang Pertanian tidak hanya merekomendasikan pada paket teknologi RPIK saja namun juga upaya lain dalam rangka menekan angka kekurangan gizi/stunting khususnya masyarakat di Kabupaten Blora seperti yang dilaporkan Bupati dalam dialog bersama peneliti LSTH Badan Litbang Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora dengan jajarannya, dan  para perwakilan petani  yang hadir.

“Kita memperkenalkan dilahan tadah hujan ini beberapa varietas unggul baru dari Balitbangtan mulai dari Inbrida padi gogo (inpago), Inbrida padi sawah irigasi (inpari), Inpari 42, Inpari 43, inpago 13 forti zink, dan Varietas Unggul Baru Cakrabuana. Untuk padi gogo kita tahu informasi dari pak Bupati  bahwa disisni angka stunting cukup tinggi harapan kita dengan memperkenalkan inpago 13 Forti zink ini paling tidak bisa memperbaiki  nilai angka stunting kita itu di hulunya” jelasnya.

Masih ditempat yang sama Fadjry menambahkan pentingnya kolaborasi ini bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dilapangan di tingkat petani mapun kelompok tani dalam hal ketersediaan benih, teknologi irigasi dan peningkatan indeks pertanaman dari IP 1 ke IP2.

“Kolaborasi ini penting dan baik untuk memperkenalkan kepada kelompok tani dan petani bagaimana berkorporasi, bagaimana berkelompok untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dilapangan terkait ketersediaan benih, pengelolaan air  dan lain-lain. tapi tegas Fadjry, program RPIK ini bisa lebih mengedukasi petani kita sehingga petani bisa belajar secara insitu dan nantinya bisa dikembangkan bukan hanya di Blora namun bisa dikembangkan diseluruh wilayah Indonesia dan kita akan dorong itu dengan teknologi irigasi yang kita perkenalkan, teknologi pengelolaan air, karena tanaman padi itu padi bukan tanaman genangan  sepanjang tahun tapi teknologi intermitent bahwa dengan kondisi keterbatasn air cukup, padi bisa tumbuh dengan baik. Dihulunya tambah Kepala Badan, bisa meningkatkan produktivitas petani kalau kita bisa meningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari IP1 ke IP2 sudah bukan main, apalagi Blora ini sudah surplus 400 ribu ton”, tambahnya

Bupati Arif Rohman sangat mengapresiasi Kementerian Pertanian atas inovasi program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif yang dilaksanakan lahan tahan hujan di Kabupaten Blora karena mayoritas lahan di Kabupaen yang Ia pimpin adalah lahan tadah hujan.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian karena telah menempatkan dan memilih Blora untuk percontohan/penelitian program RPIK. Di Blora ini mayoritas sawah adalah tadah hujan dan terbukti varietas Cakrabuana dimusim kering, masa tanam MT 2 bisa tumbuh dan berkembang baik disini, kita berharap percontohan ini akan berhasil dan akan bisa ditiru ditempat-tempat lain di Kabupaten Blora di 16 Kecamatan dan sekitar 290 Desa maupun Kelurahan yang nantinya bisa mempraktekkan teknologi yang sedang diuji ini. Semoga bermanfaat untuk pertanian di Kabupaten Blora, bisa meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di Kabupaten Blora dan terima kasih untuk Kementerian Pertanian dan diharapkan menteri Pertanian hadir di Blora untuk panen perdana padi Cakrabuana yang sangat luar biasa ini” tandasnya. (BBPadi Media)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini3
Hari Kemarin62
Minggu ini65
Bulan ini111
Total Pengunjung4909462
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi