Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Petani di Kawasan Food Estate Kalimantan Tengah, Antusias Mengikuti Bimtek

Petani di Kawasan Food Estate Kalimantan Tengah, Antusias Mengikuti Bimtek

26.11.2020
BBPadi Media
448

Petani di Kawasan Food Estate Kalimantan Tengah, Antusias Mengikuti Bimtek

26.11.2020
BBPadi Media
448

Bertempat di Balai Desa Terusan Mulya dan posko Food Estate di desa Belanti Siam, sebanyak 600 petani telah melaksanakan bimbingan teknis pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan Perbenihan Padi berdasarkan penerapan teknologi budidaya rawa intensif super aktual (RAISA) mendukung program Center of Excellence Food Estate Kalteng.

Bimtek kali ini bertujuan untuk mengenalkan inovasi-inovasi baru dari Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yaitu teknologi budidaya untuk lahan rawa dan pengendalian OPT sesuai dengan spesifik lokasi.

Dr. Heni Safitri dalam pemaparan materinya mengenalkan kepada petani akan pentingnya kontribusi benih dalam upaya peningkatan produktivitas dengan 6 tepat (tepat varietas, mutu, jumlah, tempat dan harga). Syarat varietas sesuai dengan Agroekosistem setempat, benih terjamin mutunya, tepat waktu tanam dan lokasi, serta tersedia, mudah diakses dan harga terjangkau.

Sebagian petani  menyatakan belum banyak mengenal VUB yang berdaya hasil tinggi, karena pada umumnya petani masih menanam varietas lokal, dengan tekstur nasi yang pera. Sedangkan varietas lain yang ditanam oleh petani hanya bertujuan untuk dijual kembali.

Petani dari desa Terusan Karya, bapak Rahman menanyakan tentang bagaimana proses untuk menjadi penangkar benih. Dr. Untung Susanto menjawab bahwa siklus benih ke benih yaitu dari pemilihan varietas, pengelolaan tanah, air dan tanaman sesuai dengan lokasi,  rouging, pengendalian gulma, panen, pengeringan, pembersihan dan pemilahan, penyimpanan, serta distribusi dengan selalu mengikuti anjuran yang diberikan. Wage Ratna, M.Si menambahkan bahwa masih diperlukan banyak petani-petani penangkar benih di kawasan Food Estate untuk memenuhi kebutuhan benih yang sering kali tidak tersedia di institusi pemerintah seperti BPTP maupun BB Padi.

Selanjutnya peneliti hama dan penyakit tanaman Dr. Rahmini mengemukan tentang pengendalian OPT utama padi pada agroekosistem rawa, dimana terjadinya banyak OPT adalah karena pola tanam tidak serempak, penggunaan varietas rentan, kurangnya monitoring,  tidak tepat jenis, dosis, cara, sasaran, waktu dan tempat dalam aplikasi pestisida, air tergenang, pemupukan N berlebih, serta lahan setelah panen dibiarkan tumbuh ratun.

Petani di Belanti Siam, bapak Dedi mengeluhkan tentang kendala tikus sawah yang sangat mengganggu pada pertanaman padi pada awal-awal musim tanam. "Bagaimana cara mengatasi hama tikus?" ungkapnya.

Pertanyaan dijawab oleh Santoso, M.Si. selaku peneliti hama tanaman padi di BB Padi bahwa pengendalian tikus sawah perlu dilakukan secara terus menerus secara terpadu, yaitu dengan gropyokan, tanam/panen serempak, pengemposan, rodentisida,TBS-LTBS, musuh alami, serta sanitasi habitat.

Secara menyeluruh, acara Bimtek berlangsung menarik, meriah, dan banyak diskusi antara petani dan narasumber. Perwakilan gapoktan, bapak Sugeng, berterimakasih kepada panitia atas terselenggaranya Bimtek tersebut, karena sangat bermanfaat, menambah ilmu dan pengalaman baru, ungkapnya. (IH, DA)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini9
Hari Kemarin50
Minggu ini134
Bulan ini1379
Total Pengunjung4907408
Online saat ini
2

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi