Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Perlunya Pemahaman yang Benar tentang Tata Kelola Air Mikro dan Pemupukan di Lahan Rawa
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Perlunya Pemahaman yang Benar tentang Tata Kelola Air Mikro dan Pemupukan di Lahan Rawa

30.06.2021
BBPadi Media
517

Perlunya Pemahaman yang Benar tentang Tata Kelola Air Mikro dan Pemupukan di Lahan Rawa

30.06.2021
BBPadi Media
517

Dalam rangka optimalisasi potensi padi rawa melalui tata kelola air yang ameliorasi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) menyelenggarakan bimbingan teknis kepada dua kelompok tani di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Rabu (30/6/2021). Bimtek yang berlangsung sehari merupakan bagian dari kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) padi sawah lahan rawa dengan teknologi  varietas padi adaptif dan superimpose mendukung program Food Estate.

Desa Terusan Mulya dipilih menjadi lokasi program kegiatan ini mengingat memiliki lahan rawa yang sangat luas yaitu 1.500 ha dan potensi lahan rawa di Terusan Mulya sangat besar sehingga pengembangan tanaman padi selain karena potensi, pasarnya sangat menjanjikan.

Dua materi yang diangkat dalam bimtek yang bertemakan Tata Kelola Air Mikro Lahan Pasang Surut dan Teknologi Adaptif dan Superimpose menghadirkan dua narasumber dari peneliti Balitra yaitu Dr. Khairil Anwar dan Dr. Wahida. Masing-masing memaparkan materi tentang pengelolaan air mikro dan budidaya padi sawah rawa pasang surut melalui penyiapan lahan dan pemupukan.

Khairil dalam paparannya menyampaikan permasalahan dan solusi penanganan lahan yang sesuai rekomendasi. "Masalah olah tanah dalam di desa Terusan Mulya, olah tanahnya membuat lumpur seperti olah tanah yang biasa dilakukan di Jawa. Kita berada dilahan rawa yang selalu airnya ada, tanahnya relatif lembek, selama ini olah tanah dengan alat bajak", ungkapnya. 

Masalah lain  yang diungkapkan Khairil adalah kasus pengolahan lahan. "Ini kasusnya beda, tanahnya rawa sering kena air dan belum matang, sementara mengolah tanah agar berlumpur dengan baik perlu olah yang tepat agar kondisi lahan bisa menggerakan akar sehingga perlu tanah dengan rotari untuk memotong dan meratakan rumput saja.

Ditegaskan bahwa kebiasaan olah tanah dengan bajak itu yang salah sarannya agar petani olah tanah sampai melumpur dengan kedalaman olah 20-25 cm. Sehingga dengan kedalaman yang disebutkan, untuk menghindari naiknya pirit yang sesuai hasil identifikasi ada pada level kurang lebih 1 meter dan saran berikutnya adalah perlu pembuatan bedengan/saluran cacing atau "paliran" sebutan para petani Terusan Mulya, agar racun/Fe bisa keluar dan sebaiknya, saluran masuk dan keluar sebaiknya berbeda sehingga kualitas air bisa dijaga.

Sementara itu Wahidah dalam paparannya menyampaikan ameliorasi dan pemupukan lahan termasuk teknologi surjan dan tukungan. Beberapa rekomendasi pemupukan juga dipaparkan dalam bimtek tersebut, seperti aplikasi biotara, penambahan pemupukan dengan KCL, kompos jerami dan rekomendasi pemupukan sesuai perangkat uji tanah rawa (PUTR). Aplikasi kapur sebagai amelioran juga penting untuk meningkatkan kualitas tanah rawa.

Hadir pada saat bimtek Kepala BPTP Kalteng, Koordinator BPP Bataguh, Peneliti BB Padi, Peneliti Balitra Banjarbaru, Kades Terusan Mulya, Petani dari Poktan Berkat Sabar dan Poktan Mulyo Sejati.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini46
Hari Kemarin67
Minggu ini186
Bulan ini1303
Total Pengunjung4912481
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi