Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Padi Cakrabuana Jadi Primadona Petani di Lahan Sawah Tadah Hujan Kabupaten Blora

Padi Cakrabuana Jadi Primadona Petani di Lahan Sawah Tadah Hujan Kabupaten Blora

01.07.2021
BBPadi Media
784

Padi Cakrabuana Jadi Primadona Petani di Lahan Sawah Tadah Hujan Kabupaten Blora

01.07.2021
BBPadi Media
784

Ditengah merebaknya pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia tidak menghalangi petani Kecamatan Bogorejo melaksanakan panen padi dilokasi Center of Excellent (CoE) program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Lahan Sawah Tadah Hujan (LSTH) Desa Prantaan, Bogorejo, Kabupaten Blora - Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021).

Program RPIK yang dilaksanakan di Blora pada tahun ini merupakan moment awal para petani padi lahan tadah hujan bisa panen ke-2 dalam satu tahun. Sebelumnya petani setempat hanya bisa panen padi satu kali sehingga para petani berharap program RPIK bisa berlanjut untuk tahun berikutnya.

Acara panen yang dijadwalkan hari ini awalnya akan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Blora, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan para penanggung jawab kegiatan, namun mengingat pandemi yang belum mereda, panen dilaksanakan secara hybrid.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Ir. Reni Miharti, M.Agr.Bus beserta jajaran, Kepala Desa Prantaan, PPL Kecamatan Bogorejo dan Petani melaksanakan panen langsung di areal kegiatan seluas 10 ha. Dengan dipandu oleh Tim Peneliti RPIK Padi LSTH Blora Wage Ratna R, M.Si dan Dr. Chendy Rafakresnanto, acara ini dibuka langsung oleh Kepala BB Padi dilanjutkan dengan arahan Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry.

Acara dihadiri oleh lebih dari 45 partisipant, dan diikuti oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry, Kepala Puslitbangtan Dr Priatna Sasmita, Kepala BB Padi Dr Yudi Sastro, Kepala BPTP Jawa Tengah Dr. Joko Pramono, Kepala Balingtan, Asisten II Bupati Kabupaten Blora, para peneliti Badan Litbang Pertanian dan para stakeholders yang terlibat dalam kegiatan ini.

Dalam arahannya, Kepala Badan Litbang Pertanian memberikan apresiasi bagi para stakeholders yang terlibat dalam kegiatan RPIK LSTH Blora karena telah berhasil melaksanakan kegiatan dengan baik. Kepala Badan Litbang Pertanian mengingatkan juga untuk terus bisa meningkatkan produktivitas padi, tidak hanya di sektor hulu tetapi meningkatkan keuntungan bagi seluruh sektor, dari hulu hingga hilir.

Respon positif serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Blora, yang berharap bahwa kegiatan di CoE LSTH Blora dapat di-scale up untuk lokasi yang lebih luas lagi. Pemerintah Kabupaten Blora akan mensupport berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Varietas Cakrabuana yang menjadi salah satu primadona pada lokasi CoE LSTH Blora-Jawa Tengah menjadi varietas pertama yang berhasil panen di lokasi tersebut. Dengan usia tanaman sekitar 90 hari, potensi hasil varietas Cakrabuana yang ditanam di lahan sawah tadah hujan dengan tipe cekaman kekeringan kelas berat (sepanjang 30 hari setelah tanam mengalami kekeringan) dapat mencapai range 5,7 ton/ha (GKP) dan akan dijadikan benih.

Hasil ini melebihi hasil eksisting yang biasa diperoleh petani. Potensi varietas Cakrabuana untuk dikembangkan di lokasi sawah sangat memungkinkan untuk mengejar musim tanam. Selain itu, potensi bisnis penangkaran benih di lokasi kegiatan juga sangat prospektif untuk dilakukan.

 

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini43
Hari Kemarin67
Minggu ini183
Bulan ini1300
Total Pengunjung4912478
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi