Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Jurus Atasi Serangan Tikus dari Berbagai Penjuru

Jurus Atasi Serangan Tikus dari Berbagai Penjuru

02.07.2021
BBPadi
490

Jurus Atasi Serangan Tikus dari Berbagai Penjuru

02.07.2021
BBPadi
490

Lahan rawa di area pertanaman program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah sangat potensial untuk menghasilkan padi sebagai makanan pokoknya.

Namun bukan berarti pertanaman padi yang mereka tanam tanpa kendala. Selain masalah tanah dan air, ancaman kendala serangan tikus cukup tinggi. Seperti yang terjadi pada kelompok tani Karya Baru.

Untuk mengatasi ancaman serangan hama tikus tersebut, kelompok tani Karya Baru, Desa Belanti Siam rutin melakukan penanggulangan salah satunya dengan memasang pagar plastik. Dari 80 ha lahan rawa yang dikelola, 80% dari luas lahan yang ada telah dipagar plastik disekeliling sawahnya masing-masing.

Langkah preventif petani kelompok tersebut patut diacungi jempol namun penerapan pengendalian yang telah dilakukan belum sempurna sehingga perlu diberikan pemahaman yang sesuai rekomendasi agar pengendalian tikusnya lebih efektif.

Dalam rangka memberi pemahaman yang tepat dalam pengendalian tikus, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) menyelenggarakan bimbingan teknis kepada 30 petani dari kelompok tani Karya Baru, di areal pertanaman Blok B Sekunder 30 pada Jumat (2/7/2021).

Tema pada bimtek hari ke-2 tersebut sama dengan bimtek sebelumnya namun materi pada bimtek kali ini lebih menekankan teknik pengendalian dengan Trap Barrier System (TBS) dan Linier Trap Barrier System (LTBS).

Rahmawati selaku narasumber mengajak seluruh petani/peserta untuk memahami konsep reproduksi tikus, konsep TBS dan LTBS  dari mulai praktik sampai penerapanya.

Diawali dengan penjelasan tentang teknik pengendalian dini seperti pengendalian populasi tikus sejak awal tanam sampai pra tanam yang terintegrasi dengan komponen-komponen teknologi pengendalianya.

Selain pengendalian dini, menurut Rahma, yang juga tidak kalah penting adalah dalam skala luas, teknik pengendalian secara massal dan serentak sangat strategis dalam menurunkan populasi tikus. Berikutnya adalah pemahaman tentang pengendalian habitat tikus saat periode tertentu seperti pada periode sawah bera, olah tanah juga dijelaskan dalam bimtek tersebut.

Disebutkan, beberapa rekomendasi untuk meluruskan pemahaman petani tentang teknik pengendalian yang benar. adalah penggunaan/pemasangan TBS yang berfungsi menurunkan populasi tikus sejak tanam hingga panen. Satu unit TBS  berukuran 25cm x 25 cm bisa melindungi 10 ha tanaman padi. Namun, jika ancaman serangan tikus terjadi pada stadium padi bunting hingga menjelang panen dapat memasang LTBS, selain kegiatan fumigasi sarang dan konservasi musuh alaminya.

LTBS berfungsi sebagai penangkal dan penjebak tikus sawah sejak mulai awal tanam hingga panen. LTBS bekerja dengan menghalangi tikus yang akan memasuki lahan pertanaman padi diarahkan masuk ke dalam bubu perangkap. Oleh karena itu LTBS dapat diandalkan untuk mencegah serangan tikus sejak tanam hingga panen dilahan petani Karya Baru.

LTBS berupa bentangan pagar plastik setinggi 60 -70 cm. Bubu perangkap LTBS direkomendasikan dipasang setiap 20 m berselang-seling agar mampu menangkap tikus dari arah habitat dan sawah.

Masalah yang terjadi pada petani kelompok Karya Baru adalah minimnya informasi tentang teknis penerapan LTBS yang tepat, sehingga muncul kekeliruan dalam teknis pemasangan pagar plastik yang belum dilengkapi dengan perangkap bubu sehingga yang terjadi saat ini teknik pengendaliannya  belum efektif. Untuk itu, disarankan melakukan teknik pengendalian dengan cara pasang TBS dan LTBS secara tepat agar serangan hama tikus dari berbagai penjuru bisa diatasi. (BBPadi Media)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini4
Hari Kemarin52
Minggu ini377
Bulan ini1060
Total Pengunjung4912238
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi