Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Inpari 42 Agritan GSR dan Dukungannya pada Food Estate Kalimantan Tengah

Inpari 42 Agritan GSR dan Dukungannya pada Food Estate Kalimantan Tengah

02.02.2021
BBPadi Media
777

Inpari 42 Agritan GSR dan Dukungannya pada Food Estate Kalimantan Tengah

02.02.2021
BBPadi Media
777

Inpari 42 Agritan Green Super Rice (GSR) yang dilepas tahun 2016 merupakan Varieta Unggul Baru (VUB) padi sawah irigasi yang dirancang berdaya hasil tinggi dan mampu tumbuh dengan baik pada lahan optimum maupun sub optimum. VUB ini telah menyebar dan diadopsi oleh petani di banyak provinsi di Indonesia, ini merupakan salah satu bukti nyata keberhasilan suatu inovasi Badan litbang pertanian yang dapat diterima dan dimanfaatkan oleh petani secara langsung.

Menurut Dr. Untung Susanto, peneliti atau pemulia varietas Inpari 42 Agritan GSR, bahwa varietas ini sudah diadopsi oleh petani di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pamekasan dan dibeberapa daerah di Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan sejak pertama kali dilepas tahun 2016 hingga saat ini.

Masih menurut Untung Susanto, varietas padi Inpari 42 Agritan GSR memiliki potensi hasil sampai 10 ton/hektare dan dimungkinkan hasilnya akan lebih tinggi jika jika ditanam pada kondisi lingkungan yang lebih optimal dengan teknik budidaya tanaman yang tepat. Ditanam dengan kondisi pemberian pupuk 75 persen saja dari dosis rekomendasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), varietas ini masih mampu menghasilkan 6,71 ton/ha dibandingkan Ciherang yang hanya memberikan hasil 4,7 ton/ha.

Disamping mempunyai potensi hasil yang tinggi Inpari 42 Agritan GSR juga memiliki randemen beras tinggi (lebih dari 65 persen), dengan penampilan beras bening seperti kristal dan rasa nasi pulen yang disukai kebanyakan masyarakat Indonesia. Umur varietas tersebut lebih genjah 3-5 hari dari Ciherang. Varietas tersebut bertipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga dapat mengatasi kendala-kendala akibat perubahan iklim global yang mempunyai peluang untuk bertahan  jika terjadinya serangan hama dan penyakit, kekeringan, dan cekaman yang lain.

Berdasarkan data UPBS (Unit Produksi Benih Sumber) BB Padi sebagai penyedia benih sumber, bahwa benih sumber varietas Inpari 42 Agritan GSR telah diproduksi dan didistribusikan kepada pihak-pihak terkait, seperti UPBS BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), serta berbagai produsen benih baik BUMN, swasta, BBI/BBU maupun petani penangkar.

Permintaan dan produksi benih GSR terus meningkat sepanjang tahun dengan sebaran yang semakin luas. Pada tahun 2020 benih sumber Inpari 42 Agritan GSR telah didistribusikan sebanyak 25,939 ton terdiri dari kelas BS sebanyak 1,315 ton, kelas FS sebanyak 1,961 ton dan kelas SS sebanyak 22,663 ton.

Sedangkan dalam dukungannya pada program Center of Excelence Food Estate di Kalimantan Tengah, Varietas Inpari 42 Agritan GSR juga menjadi salah satu VUB Padi yang ditanam di kawasan 2000 ha Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Hingga saat ini menurut informasi petugas yang ada di lapangan, petani dari Kelompok Tani Rukun Santoso dan Kelompok Tani Karya Makmur di Desa Blanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau yang menanam varietas tersebut telah memasuki masa panen.

Petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) Desa Belanti Siam, Edi Supairi mengatakan bahwa dengan adanya dukungan teknologi Badan Litbang Pertanian, rata-rata produksi Inpari 42 Agritan GSR mencapai 5,5-5,6 ton/ha dibandingkan dengan panen musim tanam sebelumnya yang hanya mencapai 2-4 ton/ha. (IH, DA)

 

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini5
Hari Kemarin53
Minggu ini279
Bulan ini5
Total Pengunjung4909356
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi