Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Hasil Panen di Kabupaten Nganjuk Tinggi Berkat Dukungan Varietas Unggul dan Kondisi Lahan yang Sehat
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Hasil Panen di Kabupaten Nganjuk Tinggi Berkat Dukungan Varietas Unggul dan Kondisi Lahan yang Sehat

03.11.2021
BBPadi
1771

Hasil Panen di Kabupaten Nganjuk Tinggi Berkat Dukungan Varietas Unggul dan Kondisi Lahan yang Sehat

03.11.2021
BBPadi
1771

Plt. Bupati Nganjuk Dr. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA menghadiri acara panen padi pada kegiatan pertanian presIsi ramah lingkungan mendukung pencapaian produktivitas 10 t/ha di Desa Getas, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Rabu (3/11/2021).

Kegiatan yang mengusung tema paket Teknologi Padi Produksi Tinggi Spesifik Agro-Ekosistem (“Tepat Sae") dalam pencapaian produktivitas padi 10 t/ha tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Yudi Sastro mewakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berhalangan hadir, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si,  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Judi Ernanto, SPi,MM., Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur Dr, Ir. Catur Hermanto, MP, jajaran pemerintahan Kabupaten Nganjuk, produsen benih Adi Jaya, para penyuluh pertanian, poktan dan petani.

Demplot teknologi pertanian di lahan seluas 5 ha di wilayah tersebut melibatkan 19 petani kooperator dari Kelompok Tani (Poktan) Margo Utomo, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Sentoso Kecamatan Tanjung Anom.

Menurut keterangan penanggungjawab kegiatan Jawa Timur Dr. Cendy Tafakresnanto, MP menyebutkan bahwa kondisi lahan tempat pelaksanaan demplot merupakan dataran aluvial yang terbentuk dari bahan endapan sungai. Dengan karakteristik reaksi tanah netral (pH 7,05), kandungan bahan organik sedang, kandungan hara makro (P, K, Ca, dan Mg) dan mikro (Cu, Zn, dan S) tinggi.

Dr. Zuziana Susanti menambahkan keterangan terkait karakater lain seperti Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah tinggi, kejenuhan basa sangat tinggi, dan tergolong lahan sawah subur.  Menurutnya lahan demplot merupakan lahan sawah irigasi. Air irigasi berasal dari bendung Gerak Mrican-Brantas. Kualitas air irigasi baik. Indeks Pertanaman (IP) 300 dengan pola tanam padi-padi-padi. Keterangan Zuziana ini melengkapi karakteristis kondisi lahan yang disampaikan Cendy.

Sementara itu Plt. Bupati Marhaen Djumadi dalam sambutanya dihadapan 150 peserta yang hadir menyampaikan apresiasi dan menegaskan pentingnya membangun kolaborasi, dan berharap inovasi yang diuji diwilayahnya bisa terus dikembangkan, disebarkan kepada petani-petani diwilayahnya dan petani bisa meningkatkan nilai tambah.

“Saya sampaikan apresiasi dan menyambut baik program-progam dari pusat maupun provinsi, ini penting membangun kolaborasi dengan membangun kabupaten dimulai dari semangat, yang kedua kolaborasi, yang ketiga open manajemen, tidak malu-malu, tidak berfikir apa adanya (wis ngene ae), sambil belajar, belajar, belajar dan belajar termasuk dibidang pertanian hari ini” jelas Marhaen.

Selian itu, dalam keterangannya Marhaen Djumadi menambahkan harapanya. “Saya berharap betul hasil panen ini, ini bisa dikembangkan ke yang lain, bisa disebarkan ke yang lain, bisa engga kira-kira hasil panen untuk benih? Kalo bisa ini bisa dijual agak mahal karena petani itu banyak permasalahan dan meningkatkan nilai tambah itu penting”, tegasnya.

“Ini adalah wujud Kementerian Pertanian yang bisa ikut langsung mensejahterakan petani, karena apa, ada dua hal paling tidak, satu bagaimana meningkatkan produktivitasnya, yang bisa 12,8 ton/ha itu, yang kedua bisa mengurangi operasional dengan adanya penghambat tikus, pagupon untuk burung hantu, ada light trapnya, Itu kan mengurangi biaya operasional yang dikeularkan oleh petani sehingga apa margin petani bisa lebih tinggi, ini yang diharapkan oleh petani seperti itu”, pungkasnya

Ditempat yang sama Kepala BB Padi Yudi Sastro dalam sambutanya melaporkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, Ia menegaskan bahwa Teknologi ini tujuannya untuk mensinergikan antara Varietas Unggul Baru potensi hasil tinggi, kondisi lingkungan dan lahan yang sehat serta budidaya padi presisi yang diperhitungkan secara tepat terpadu dan ramah lingkungan. Selain itu, Yudi menambakan tujuan utama adalah untuk mendukung pencapaian produksi hasil tinggi sesuai dengan genotif varietas padi dan pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Terkait varietas, Yudi menyinggung dukungan varietas unggul potensi hasil tinggi yang tahan terhadap hama penyakit utama padi dengan kualitas gabah/beras yang disukai petani merupakan salah satu kunci mencapai produktivitas tinggi.

Dilaporkan bahwa varietas-varietas yang ditanam sebanyak 3 varietas unggul baru, yakni Variets Mantap, Digdaya, dan Inpari 32. Dan dari hasil panen ubinan varietas Mantap menghasilkan 12,6 t/ha (Gabah Kering Panen) GKP dan varietas DIgdaya bisa mencapai 12,8 t/ha GKP. Pencapaian produktivitas diatas 10 ton per ha yang telah dibuktikan di lahan sawah Dusun Getas ini menandai pentingnya kondisi lahan sehat, memiliki reaksi tanah netral (pH sekitar 7) dengan kandungan bahan organik diatas 2% untuk memaksimalkan potensi genetik varietas padi.

Dengan adanya demplot ini diharapkan terjadi penguatan paket Tepat Sae yang mengarah pada pertanian presisi ramah lingungan dengan pencapaian produktivitas 10t/ha.

Kegiatan demplot melalui identifikasi, perbaikan kesuburan tanah, dan pengendalian OPT terpadu yang terdiri atas: (a) penerapan paket petani, (b) penerapan paket Tepat Sae Manual, (c) penerapan paket Tepat Sae Modern, dan (d) uji nutrisi hara.

Kegiatan penelitian ini dikoordinasi oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) dengan melibatkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balai Penelitian Tanah, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (BPPT Jatim), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). (BB Padi Media)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1
Hari Kemarin68
Minggu ini375
Bulan ini1821
Total Pengunjung4916516
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi