Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Dedi Mulyadi Berharap Bimbingan Teknis di Purwakarta Memiliki Manfaat Bagi Pertumbuhan Pengetahuan Para Petaninya
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Dedi Mulyadi Berharap Bimbingan Teknis di Purwakarta Memiliki Manfaat Bagi Pertumbuhan Pengetahuan Para Petaninya

27.10.2021
BBPadi Media
538

Dedi Mulyadi Berharap Bimbingan Teknis di Purwakarta Memiliki Manfaat Bagi Pertumbuhan Pengetahuan Para Petaninya

27.10.2021
BBPadi Media
538

Dalam rangka mendekatkan hasil inovasi khususnya benih varietas unggul baru padi kepada pengguna khususnya petani, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi bekerjasama dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis perbenihan padi selama sehari di Bale Nyi Pohaci, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Selasa (26/10/2021).

Bimtek yang diikuti oleh 150 peserta tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang telah diinisiasi Komsi IV DPR RI bersama-sama Kementerian Pertanian selama tahun anggaran 2021.

Tema dalam kegiatan bimtek tersebut adalah perbenihan padi, alasan mengapa proses perbenihan dianggap penting dan perlu sosilasisasi kepada para pengguna/petani. Hal ini karenakan benih merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan budidaya tanaman yang perannya tidak dapat digantikan oleh faktor lain dan benih sebagai bahan tanaman dan pembawa potensi genetik.

Hadir dalam acara bimtek Koordinator Kerjasama Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Dr. Suprihanto yang mewakili Kepala BB Padi yang berhalangan hadir, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Dedi Mulyadi, SH, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Ir. Sri Jaya Midan, MP dan para penyuluh Dinas Pertanian serta dua narasumber dari Unit Pengelola Benih Sumber BB Padi, yakni Mira Landep Widiastuti, M.Si dan Holil Munawar.

Suprihanto dalam sambutanya menyinggung pentingnya penyediaan benih unggul dan teknologi yang dihasilkan melalui penelitian, baik dalam kontribusinya terhadap peningkatan hasil dan komponen utama dalam pengendalian hama dan penyakit.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Pertanian Sri Jaya Midan saat membuka acara melaporkan bahwa Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah dengan topogafi yang beragam dan berbeda dibanding dengan daerah lain di Jawa Barat. Kabupaten Purwakarta memiliki topografi wilayah pegunungan, wilayah perbukitan dan wilayah daratan. Sehingga Ia berharap petani diwilayahnya bisa dibekali ilmu dalam teknik budidayanya dan mampu mengembangkan benih secara mandiri di wilayahnya khususnya pengembangan padi untuk varietas-varietas padi yang adaptif sesuai dengan ketinggian tempat. Ia menuturkan kepada para peserta bimtek bahwa Ia merasa kebahagiaan ketika itu panen berhasil, ketika itu pupuk tersedia, ketika itu air tersedia, ketika itu pengolahan tanah tidak ada masalah.

Metode pembelajaran dalam bimtek meliputi teori dan paktek lapang. Dalam kegiatan praktikum narasumber menyampaikan pemahaman tentang karakter tanaman padi, potensi produktivitas padi, dan faktor-faktor lain dalam budidaya. Peserta juga diajarkan memahami dan diajak untuk melakukan seleksi dan rouging tanaman benih padi. Disampaikan narasumber bahwa rouging di lapangan dilakukan pada beberapa fase tanaman, yakni  fase vegetatif, fase generatif, dan fase masak. Selanjutnya, peserta diberi pemahaman tentang pemeriksaan alat panen dan pengolahan benih, dan sampling di gudang untuk menentukan mutu benih termasuk kadar air dan campuran varietas lain (CVL).

Puncak dari acara bimbingan teknis adalah ketika Wakil Ketua Komisi IV H. Dedi Mulyadi memberi pengarahan kepada seluruh peserta sekaligus menutup acara tersebut. Dalam arahanya Dedi Mulyadi menekankan pentingnya seluruh masyarakat Purwakarta untuk tetap menjaga lahan/sawah agar tidak beralih fungsi dan mengimplementasikan hasil inovasi sesuai rekomendasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sementara itu, saat wawancaranya dengan BB Padi Media, Dedi Mulyadi berharap bimbingan teknis ini bisa berkesinambungan, sebab kata Dedi “masyarakat petani itu perlu diedukasi, semangat kerjanya untuk menjadi tinggi tetapi pengetahuannya yang masih mengalami keterbatasan. Keterbatasanya bagaimana? Ada area yang terputus dalam system pertanian Indonesia yang pertama, dulu petani konservatif, dia meletakkan diri pada konservasi lingkungan dan ekosistemnya diperkuat, setelah itu negara merubah tuh menjadi pertanian yang berbasis mekanik kemudian pertanian yang berbasis kimiawi, nah ketika masuk ke areal ini sekarang negara merubah lagi areal yang berbasis mekanik tetapi organik, nah ini harus ada edukasi pemuliaan petani secara terus menerus sehingga pelatihan ini memiliki manfaat bagi pertumbuhan pengetahuan para petani menyongsong era globalisasi”, pungkasnya.

Acara ditutup dengan dialog antara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dengan para petani yang hadir di acara Bimtek tersebut. (BB Padi Media).

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1
Hari Kemarin68
Minggu ini375
Bulan ini1821
Total Pengunjung4916516
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi