Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Alih Teknologi, Dari Sebuah Invensi Menjadi Inovasi

Alih Teknologi, Dari Sebuah Invensi Menjadi Inovasi

19.11.2020
BBPadi Media
395

Alih Teknologi, Dari Sebuah Invensi Menjadi Inovasi

19.11.2020
BBPadi Media
395

Perolehan paten atau rezim hak kekayaan intelektual (HaKI) lainnya menjadi salah satu indikator keberhasilan program Research and Development  sebuah pusat unggulan iptek (PUI). Oleh karena itu, semua kegiatan yang terkait perolehan paten termasuk didalamnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam memahami HaKI menjadi sangat penting. Terutama di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), yang menjadi sumber invensi dan inovasi teknologi padi unggulan di Indonesia.

Selama tiga hari mulai tanggal 10-12 November 2020, dua peneliti dari BB Padi Yuni Widyastuti, M.Si. dan Septian DW Putra, S.TP. mengikuti Workshop HKI, Alih Teknologi, TKT Online, dan Penyusunan Proposal Bisnis yang diadakan oleh Balai Alih Teknologi Pertanian, di Lido Sukabumi Jawa Barat bersama dengan 34 peneliti dari 17 satuan kerja lingkup Balitbangtan lainnya.  

Kepala BPATP, Dr. Ketut Gede Mudiarta dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa “Setiap hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan pasar sehingga perlu adanya quality assurance  yang menjadi indikator tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) saat tahap komersialisasi”

Setiap kegiatan penelitian harus bertujuan untuk alih teknologi (komersialisasi) karena pada titik tersebut dapat dilihat kebermanfaatannya untuk masyarakat. Para calon stakeholders perlu diberikan informasi secara detail namun efektif dan efisien mengenai teknologi yang akan mereka serap. Oleh karena itu, peneliti ditantang untuk dapat menyusun proposal bisnis yang menarik apabila invensi yang mereka hasilkan telah mencapai TKT 6. Pada hari pertama, materi penyusunan proposal bisnis ini dikupas tuntas oleh Dr. Ir. Adang Agustian, MP dan Dr. Ir. Syahyuti, M.Si. dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Invensi merupakan hasil kegiatan intelektual manusia yang perlu dilindungi dari pemanfaatan secara ekonomis tanpa izin dari penemunya. Hal ini diwadahi melalui hak atas kekayaan intelektual (HaKI). Pengetahuan mengenai penyusunan dan proses pengajuan kekayaan intelektual (KI) menjadi penting untuk dipahami oleh para peneliti. Tim BPATP menjelaskan secara detail mengenai berbagai dokumen untuk pengajuan KI dan tips pencarian prior art (kebaruan) dalam penyusunan paten. Hasil-hasil invensi yang sering diajukan KI nya antara lain dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual (varietas unggul baru), paten (susu beras), dan pengajuan terbaru adalah merek dagang untuk memfasilitasi nama Belindi sebagai Beras Premium Berkualitas Sukamandi. Penjelasan mengenai berbagai dokumen KI ini diperjelas oleh Kusno Hadi Kuncoro selaku konsultan HaKI.

Materi hari terakhir disampaikan oleh Tim BPATP terkait pengisian TKT online. Sebagai indikator pencapaian kesiapan teknologi, proses ini menjadi sangat penting sebelum sebuah teknologi dapat dikomersialisasikan. Peserta sangat antusias saat dibuka sesi diskusi terkait dengan ajuan bukti (evidence) tiap level TKT. Penjelasan Tim BPATP untuk ajuan bukti dapat disampaikan berdasarkan daftar yang ada di setiap indikator.

Hasil pengukuran TKT menjadi acuan sebuah teknologi siap atau tidak siap untuk dikomersialisasikan. Apabila teknologi ternyata belum siap, maka harus diperbaiki kembali dan diukur lagi sebelum pada akhirnya dapat dilepas ke industri” pungkas Dr. Toto Sutater mengakhiri sesi diskusi hari ketiga.

Secanggih apapun sebuah teknologi, manusia tidak akan pernah puas dan akan selalu melakukan penyempurnaan untuk memperoleh teknologi yang lebih baik. Inovasi yang dihasilkan tentunya akan memberikan nilai tambah dan layak mendapatkan perlindungan paten sebagai sebuah invensi, sepanjang memenuhi persyaratan. Memenuhi proses ini sekaligus menjadi upaya untuk menghargai rangkaian panjang proses penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini22
Hari Kemarin53
Minggu ini296
Bulan ini22
Total Pengunjung4909373
Online saat ini
2

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi