BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Hama pelipat daun padi Cnaphalocrosis medinalis (Guenee) di Indonesia diberi nama yang keliru sebagai hama putih palsu,

Hama ini menyerang  pertanaman IP padi 300  (MK II, 1998) di Binong-Subang  seluas 200 ha dengan intensitas serangan mencapai 85% kerusakan daun ( Baehaki et al, 1999). 

Ulat-ulat yang baru menetas mengeluarkan benang untuk melipat daun.  Ulat hidup dalam lipatan daun dan makan bagian dalam lipatan.  Bila populasi ulat tinggi maka akan terjadi kerusakan yang cukup tinggi sehingga dapat menurunkan produksi padi.

Cara Pengendaliannya

  1. Bersihkan lahan dari rumput/gulma yang menjadi makanan alternatifnya
  2. Pada areal yang sempit, potong/gunting daun yang terkena hama
  3. Gunakan insektisida bila sudah mencapai ambang ekonomi
Wednesday, 23 September 2015
Written by BBPadi
39164

Hama putih nama yang benarnya adalah penggulung daun (leaf role = case worm) dalam bahasa latin disebut Nympula depunctalis (Guenee).

Cara Pengendaliannya

1.Keringkan lahan selma 3-5 hari pada stadia larva sering dipermukaan air.
2.Gunakan insektisida pada saat mencapai ambang ekonomi.
Wednesday, 23 September 2015
Written by BBPadi
10925
  • Anjingtanah, Gryllotalpa orientalis (=africana) disebut mole cricket (Ing), gaang (Sunda)   atau orong-orong (Jawa). 
  • Polyfag dan makan bagian tanaman di dalam tanah dari hampir seluruh tanaman darat.
  • Dilaporkan dari Aprika, Eropa, Jepang, dan seluruh daratan Asia.
  • Menyerang bagian akar dan dasar tanaman padi yang sedang tumbuh di pesemaian kering.
  • Anjingtanah menyerang tanaman padi di pesawahan irigasi, lebak, dan pasang surut apabila tidak ada genangan air. 
  • Berwarna kecoklat-coklatan sangat sintal (montok).
  • Tungkai dimodifikasi untuk menggali.  Tibia dimodifikasi sebagai struktur sekop.
  • Membuat terowongan sampai bermeter-meter.
  • Telur menetas 15-40 hari.
  • Nimfa 3-4 bulan.
  • Dewasa hidup lebih dari 6 bulan.
  • Univoltin.
  • Tertarik lampu.

Taktik Pengendalian Hama Anjingtanah

  1. Pengolahan tanah akan membantu membunuh telur dan nimfa
  2. Mekanis pada saat pengolahan tanah terhadap anjingtanah yang berenang
  3. Penggenangan air pada lahan (pada lahan pasang surut penggenangan pada tipe luapan A dan B)
  4. Penggunaan bibit umur 35-42 hari dianjurkan hanya untuk varietas berumur panjang seperti IR42 dan Lematang
  5. Penggunaan insektisida karbofuran pada saat tanam dapat menekan intensitas serangan sampai menjadi 10%
  6. Umpan beracun yang terdiri dari satu bagian Sodium fluosilicate (atau insektisida lain) dan satu bagian gula merah yang dicampur dengan 10 bagian karir (dedak beras), kemudian dibuat pasta dengan mencampurkan air secukupnya.
  7. Menggunakan perangkap lampu
Tuesday, 22 September 2015
Written by BBPadi
5604
  • Mengambil kelompok telur dipesemaian dikumpulkan
  • Biarkan parasitoidnya keluar dan larva penggereknya dimatikan
  • Mengatur waktu tanam
  • Sanitasi lingkungan dengan menghilangkan turing
  • Menggenangi bekas panen supaya tidak ada penggerek padi putih yang berdiapause
  • Mengarit saat panen untuk mengambil ulat penggerek padi kuning, penggerek batang merah jambu, penggerek batang berkepala hitam, dan penggerek batang padi bergaris
  • Manipulasi musuh alami
  • Dengan bahan kimia dilakukan pada 4 hari setelah penerbangan dan saat ada gejala serangan
Tuesday, 22 September 2015
Written by BBPadi
5513
  • Harga benih yang mahal;
  • Petani harus membeli benih baru setiap tanam, karena benih hasil panen sebelumnya tidak dapat dipakai untuk pertanaman berikutnya;
  • Tidak setiap galur atau varietas yang dapat dijadikan sebagai tetua padi hibrida. Untuk tetua jantannya hanya terbatas pada galur atau varietas yang mempunyai gen Rf atau yang termasuk restorer saja;
  • Produksi benih rumit;
  • Memerlukan areal penanaman dengan syarat tumbuh tertentu.
Thursday, 17 September 2015
Written by BBPadi
14433
  • Hasil yang lebih tinggi daripada hasil padi unggul inbrida;
  • Vigor lebih baik sehingga lebih kompetitif terhadap gulma;
  • Keunggulan dari aspek fisiologi, seperti aktivitas perakaran yang lebih luas, area fotosintesis yang lebih luas, intensitas respirasi yang lebih rendah dan translokasi asimilat yang lebih tinggi;
  • Keunggulan pada beberapa karakteristik morfologi seperti sistem perakaran lebih kuat, anakan lebih banyak, jumlah gabah per malai lebih banyak, dan bobot 1000 butir gabah isi yang lebih tinggi.
Thursday, 17 September 2015
Written by BBPadi
33314

Pengairan dengan teknik berselang dan basah kering dapat menghemat pemakaian air hingga 30%. Pengairan dengan teknik berselang dilakukan melalui pengaturan-pengaturan air dipertanaman dalam kondisi tergenang dan kering secara bergantian dalam periode waktu tertentu. Pada teknik ini, pemberian air dilakukan pada saat muka air tanah mencapai kedalaman 15 cm. Kedalaman muka air tanah dapat ditentukan dengan menggunakan paralon berlubang. Teknik ini selain menyediakan air dalam jumlah yang cukup juga dapat memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah.

Pengairan berselang (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondiri kering dan tergenang secara bergantian, kondisi seperti ini ditujukan antara lain untuk :

  • Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas.
  • Memberi kesempatan kepada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam.
  • Mencegah tumbuhnya keracunan besi.
  • Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.
  • Mengaktifkan jasad renik mikroba yang bermanfaat.
  • Mengurangi kerebahan.
  • Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah).
  • Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen.
  • Memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah).
  • Memudahkan pengendalian hama keong  mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, dan mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.
Monday, 14 September 2015
Written by BBPadi
3831

Penanaman jumlah bibit 1-3 batang per lubang (titik tanam) dimaksudkan untuk menghindari pengaruh kompetisi, agar bibit dapat menghasilkan jumlah anakan dengan pertumbuhan yang optimal. Selain hal tersebut, penggunaan jumlah bibit per lubang yang lebih banyak (>3 bibit per lubang), akan memerlukan benih yang lebih banyak pula.

Monday, 14 September 2015
Written by BBPadi
10201

Keuntungan tanam pindah menggunakan bibit muda (<21 hari) antara lain adalah tanaman tidak mengalami stres akibat pencabutan bibit di pesemaian dan mudah dalam pengangkutan untuk persemaian yang dibuat di lokasi lahan yang akan ditanami. Bibit lebih muda akan menghasilkan vigor pertumbuhan lebih baik dibandingkan dengan bila menggunakan bibit lebih tua. Namun demikian untuk daerah endemis keong mas, dianjurkan menggunakan umur bibit lebih tua.

Friday, 11 September 2015
Written by BBPadi
6182

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan traktor atau ternak, menggunakan bajak singkal dengan kedalaman olah>20cm. Tunggul jerami, gulma, dan bahan organik yang telah dikomposkan dibenamkan ke dalam tanah, bersamaan dengan pengolahan tanah pertama. Pembajakan biasanya dilakukan dua kali lalu diikuti penggaruan/penggelebekan untuk perataan lahan dan pelumpuran.

Friday, 11 September 2015
Written by BBPadi
6661
Page 5 of 9

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini27
Hari Kemarin63
Minggu ini313
Bulan ini1232
Total Pengunjung4914196
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi