BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Wilayah yang Semula Puso Akibat Hama Wereng Batang Coklat, Kini Tinggal Menunggu Panen
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Wilayah yang Semula Puso Akibat Hama Wereng Batang Coklat, Kini Tinggal Menunggu Panen

Monday, 06 November 2017
Written by BBPadi
2826

Wilayah yang Semula Puso Akibat Hama Wereng Batang Coklat, Kini Tinggal Menunggu Panen

Monday, 06 November 2017
Written by BBPadi
2826

Setelah musim sebelumnya sebagian petani gagal panen akibat serangan wereng batang coklat (WBC) dan serangan virus kerdil rumput, kini petani Desa Mekarjaya Kec. Compreng , Kabupaten Subang tinggal menunggu hari untuk melaksanakan panen raya.

Areal seluas 600 hektar yang ditanami varietas padi Inpari 33 telah menjawab kegalauan petani. Eradikasi dan penggunaan varietas tahan anjuran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian awalnya sangat diragukan dan ditakutkan petani setempat. Hal yang wajar jika petani tidak percaya begitu saja dengan rekomendasi tersebut tetapi saat ini bukti itu tidak bisa terelakkan.

Pilihan untuk melakukan pergiliran varietas suka atau tidak suka petani mulai mencoba dan ternyata hingga tanaman berumur 95 hari kondisi sangat bagus dan bebas dari serangan hama penyakit.  

Bantuan benih dan anjuran paket teknologi yang diberikan kepada petani beberapa waktu yang lalu pelan-pelan mulai dirasakan manfaatnya. 

Tidak dipungkiri bahwa belum seluruhnya wilayah Kecamatan Compreng aman dari serangan hama penyakit, hal ini dikarenakan masih ada beberapa desa lain yang masih melakukan pertanaman tidak serempak, dan penggunaan verietas lain yang relatif rentan terhadap hama wereng coklat.

Dari hasil pengamatan dilapangan (Minggu, 5/11/17),  ada salah satu desa di Jatireja yang melakukan tanam tidak serempak dan hal seperti ini yang dikhawatirkan akan menjadi sumber inokulum penyakit untuk tanaman berikutnya.  Sebagai contoh disalah satu areal, masih ada lahan seluas 15 hektar yang ditanami padi dengan varietas  umur yang beragam, seperti padi ketan Grendel, IR42, Ciherang, dan Pertiwi. Varietas-varietas tersebut terlihat tumbuh baik dan nampak tidak terlihat ada serangan, tetapi setelah dilakukan pengamatan ternyata ada populasi hama wereng dan serangan virus kerdil pada pertanaman tersebut. 

Masduki anggota Gapoktan dari Desa Mekarjaya mengatakan bahwa varietas Inpari 33 yang telah ditanam saat ini terlihat sangat bagus dan tidak ada gejala serangan hama maupun penyakit, lebih lanjut Masduki mengatakan bahwa "jika tidak mau dengan resiko kegagalan panen solusinya gunakan varietas Inpari 33", demikian ucap pria yang sudah empat tahun menekuni tanam padi di Desa Mekarjaya. 

Kementerian Pertanian tidak henti-hentinya untuk selalu menghasilkan terobosan inovasi demi kemajuan petani dan keberhasilan dalam swasembada pangan. (Shr/Spt)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini19
Hari Kemarin63
Minggu ini305
Bulan ini1224
Total Pengunjung4914188
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi