BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Serangan Hama Wereng di Kabupaten Aceh Besar Masih Dibawah Ambang Batas Normal
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Serangan Hama Wereng di Kabupaten Aceh Besar Masih Dibawah Ambang Batas Normal

Sunday, 11 August 2019
Written by Suharna
1656
Varietas Padi Inpari 32 di lokasi IP300 BPTP Aceh (Foto: BBPadi Media)
Varietas Padi Inpari 32 di lokasi IP300 BPTP Aceh (Foto: BBPadi Media)

Serangan Hama Wereng di Kabupaten Aceh Besar Masih Dibawah Ambang Batas Normal

Sunday, 11 August 2019
Written by Suharna
1656

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Aceh pada tahun 2019 melaksanakan pilot project penanaman padi indeks pertanaman (IP) 300 seluas 500 hektar di dua Kecamatan yaitu; Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar.

Masih di kecamatan yang sama yakni di desa Anuek Glee, Kec. Indrapuri, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh melakukan demonstrasi plot seluas lima hektar dengan menanam varietas unggul padi Inpari 32 HDB dan Inpari 42 sebagai percontohan.

Pencanangan tanam perdana pilot project IP 300 telah dilakukan oleh Plt Gubernur NAD Nova Iriansyah dan Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi pada April 2019.

Kondisi pertanaman kedua varietas saat ini memasuki fase generatif atau menjelang panen. Dari hasil pemantauan Kepala BPTP Aceh M. Ferizal pada Sabtu, 10/08/19 dilaporkan bahwa tidak terjadi serangan wereng yang dapat mengakibatkan gagal panen seperti yang diberitakan beberapa media online.

“Kami telah mengamati langsung pertanaman Inpari 32 HDB dan Inpari 42 Agirtan GSR di lokasi demplot seluas 5 hektar, dan kondisi pertanaman saat ini normal” terang Ferizal, Sabtu (10/8/19).

Diakuinya ada serangan hama tikus, wereng dan burung tetapi masih dibawah ambang batas aman. Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kondisi cuaca yang terlalu panas tentu berpengaruh terhadap tingkat produksi, namun itu hal biasa terjadi di wilayah tersebut di saat musim gadu.

“Akibat kondisi cuaca panas terlalu tinggi ada kurang lebih 0,3 ha (6%) yang mengalami kehampaan karena pada saat fase pengisian bulir, sehingga hasil panen berkurang di area ini dengan beberapa kendala lapangan tersebut. Diperkirakan saat panen yang akan dilaksanakan pertengahan bulan ini, petani yang mengelola lahan demplot lainnya masih bisa panen dengan estimasi hasil paling tidak 60-80 % atau sekitar 5 t/ha” pungkasnya.
(Shr)

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini47
Hari Kemarin68
Minggu ini255
Bulan ini1372
Total Pengunjung4912550
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi