BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Petani Tanam Petani Aman, Pangan Tercukupi
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Petani Tanam Petani Aman, Pangan Tercukupi

Friday, 10 April 2020
Written by BBPadi
1513
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Petani Tanam Petani Aman, Pangan Tercukupi

Friday, 10 April 2020
Written by BBPadi
1513

Ditengah merebaknya penyebaran wabah pandemi Covid-19, sektor pertanian khususnya padi tidak mengenal Work from Home (WFH). Petani tetap bekerja dan pergi ke sawah untuk terus berproduksi. Namun, aspek-apek social and physical distancing serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS) harus terus diterapkan. Mengapa demikian?

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Dr. Priatna Sasmita, pada Rabu (8/4/2020) dalam diskusi melalui video conference bersama seluruh jajaran pejabat eselon III, IV dan peneliti menyampaikan dengan tegas bahwa petani sebagai ujung tombak dan garda terdepan dalam memenuhi kecukupan pangan memiliki peran yang sangat besar.

“Pemerintah sudah mentargetkan luas tanam padi di Indonesia seluas 11,1 juta hektar (ha), dengan target produktivitas 5,3 ton/ha, sehingga kalau rencana ini berjalan mulus tanpa kendala maka akan tercapai target panen padi di tahun 2020 sebesar 55 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dengan asumsi rendemen gabah 60%, maka sebanyak 33 juta ton beras akan dihasilkan. Dengan demikian, hampir bisa dipastikan tidak akan masalah terhadap penyediaan pangan khususnya beras di Indonesia” terang Kepala BB Padi

Namun demikian, Priatna menyatakan, di tengah upaya sedang giat-giatnya mencapai produksi padi, dengan adanya pandemi Covid-19 ini akan berpengaruh besar bukan hanya kepada petani tetapi semua pihak.  Padahal, tegas Priatna, sektor pertanian ini mestinya tidak terganggu oleh Covid-19 untuk penyediaan padi, oleh karena itu upaya-upaya Kementan dalam memenuhi kecukupan pangan khususnya beras harus ada kerjasama dan kerja keras semua pihak.

Disebutkan, ada hal penting yang perlu disikapi dalam menghadapi bagaimana kita melakukan budidaya padi ditengah merebaknya pandemi ini.

‘Yang penting adalah aman dalam melakukan usaha tani dengan tetap mengupayakan target luas tanam bisa tercapai tanpa kendala di tingkat petani.  Petani harus tanam tapi petani harus aman. Aman orangnya, aman dari penyiapan bibit, tanam, panen, sampai pengelolaan pasca panennya”

Selain beberapa hal diatas, Priatna menyinggung dampak dari Covid-19 terkait dengan produksi padi di Vietnam dan di Thailand yang berimplikasi terhadap kenaikan harga dan stok ekspor mereka. Dikhawatirkan Indonesia tidak bisa lagi mengimpor jika diperlukan untuk mengamankan cadangan, juga menjadi perhatian. Priatna optimis, selama target tanam dan panen tercapai dipastikan pemenuhan kebutuhan pangan tercukupi.

Beberapa rekomendasi penting menghadapi musim tanam II 2020 adalah pemilihan varietas unggul baru padi potensi hasil tinggi dengan kandungan nutrisi tinggi, padi spesifik lokasi, dukungan mekanisasi pertanian untuk mendukung physical distancing seperti penggunaan hand tractor, transplanter, power weeder, combine harvester, tanam secara tabela/direct seeding, serta perlunya SOP yang bisa diterapkan petani sebagai upaya untuk mencegah potensi tertular oleh virus, seperti physical distancing, rajin mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas, penggunakan masker, dan sanitasi lingkungan.  Saat ini sosialisasi dan implementasi tentang usahatani yang sehat dan aman ditengah merebaknya virus Covid 19 gencar dilakukan kepada petani khususnya diwilayah Kebun Percobaan Sukamandi dan petani sekitarnya. Dalam penerapanya setiap petani diberi masker dan hand sanitizer juga pengawasan saat kegiatan diareal sawah.

Disampaikan beberapa peneliti, bahwa gejolak harga dan pasar bukan menjadi potensi masalah karena aturan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah ditetapkan. Namun yang perlu diperhatikan adalah distribusi antar daerah perlu pengaturan dan koordinasi yang baik untuk mengantisipasi adanya isolasi wilayah yang diterapkan pemerintah di daerah. Pemerintah pusat harus mengambil alih agar distribusi pangan khususnya beras dapat berjalan seperti biasa. Tidak kalah penting adalah konsumsi beras berpigmen yang banyak memiliki kandungan nutrisi terutama komponen senyawa aktif sebagai antioksidan. Kita sepakat pada kondisi pandemik ini pangan kita harus berkecukupan, ini kebijakan pemerintah, dan beras bukan hanya sebagai sumber kalori tetapi juga sebagai sumber nutrisi, sehingga apabila kita melakukan perbaikan nutrisi pada beras sudah barang tentu akan memperbaiki daya tahan tubuh kita. (Shr/PS/Tin)

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini21
Hari Kemarin63
Minggu ini84
Bulan ini1392
Total Pengunjung4914356
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi