BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Panen Padi Khusus di Wilayah Sentra Produksi Padi di Kabupaten Indramayu
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Panen Padi Khusus di Wilayah Sentra Produksi Padi di Kabupaten Indramayu

Tuesday, 07 September 2021
Written by BBPadi Media
423

Panen Padi Khusus di Wilayah Sentra Produksi Padi di Kabupaten Indramayu

Tuesday, 07 September 2021
Written by BBPadi Media
423

Anggota Komisi IV DPR RI H. Ono Surono, ST dan Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Dr. Yudi Sastro melaksanakan panen padi Baroma pada kegiatan demplot pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi khusus seluas 10 ha di Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021). Turut mendampingi dalam kegiatan panen, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Indramayu, Koordinator penyuluh Provinsi Jawa Barat dan para Kuwu di Kecamatan Indramayu.

Demplot pengembangan VUB padi sebanyak dua belas (12) varietas merupakan inisiasi Komisi IV DPR RI dan berkolaborasi dengan BB Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan. Adapun teknologi budidaya yang diterapkan adalah Jajar Legowo 2:1. Varietas yang ditanam yakni: Baroma, Inpari 24 Gabusan, Pamera, Inpari IR Nutri Zinc, Inpari Digdaya, Padjadjaran Agritan, Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 47 WBC, Inpari 48 Blas, dan MSP.

Kepala BB Padi Yudi Sastro dalam sambutannya menyampaikan tujuan kegiatan demplot di wilayah yang terkenal dengan sentra produksi padi nasional itu. Disampaikan bahwa tujuan demplot selain untuk menampilkan display berbagai varietas yang disebutkan diatas, juga sebagai media untuk mendekatkan sekaligus memperkenalkan VUB padi khusus kepada pengguna khususnya petani. Sehingga petani bisa melihat secara langsung dan memilih varietas-varietas yang mereka sukai dan dianggap cocok untuk dikembangkan diwilayahnya.

“Atas inisiasi dan dorongan dan fasilitasi  dari Komisi IV, kita menghilirkan semua hasil inovasi yang dibutuhkan petani itu apa. Dan harapannya varietas-varietas unggul ini cepat terdiseminasikan kepada masyarakat dan masyarakat silahkan memilih yang mana varietas yang cocok yang produktivitasnya tinggi di Indramayu, yang disukai konsumen harganya bagus, monggo,” jelas Yudi Sastro. 

Terkait dengan hal itu Yudi menegaskan kesiapanya untuk selalu mengawal dalam program-program lain yang akan terus dikembangkan baik pengembangan benih maupun pengawalan teknologi budidayanya. Apresiasi khusus disampaikan Yudi dihadapan peserta yang hadir untuk para penyuluh dan Poktan/Gapoktan yang telah sama-sama bekerjasama membantu terlaksananya kegiatan demplot dengan baik.

Sementara itu, Ono Sorono  selaku anggota Komisi IV Dapil Indramayu diawal sambutanya menyampaikan permasalahan yang dihadapi petani. ”Saat ini yang dihadapi petani, saat panen harganya turun, saat mau tanam pupuknya kosong, dalam perjalanan suka ada serangan penyakit, Nah dengan masalah tersebut, tentunya ada hal-hal yang harus terus kita lakukan bagaimana bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang tadi saya sampaikan, ”terangnya.

Ono melanjutkan dalam keterangan, “Terkait dengan varietas unggul yang ada saat ini mempunyai ciri-ciri yang pertama, produktivitasnya yang tinggi, yang kedua tahan terhadap penyakit, yang ketiga masa tanamnya juga pendek, tentunya dengan tiga ciri-ciri itu, paling tidak petani bisa mendapatkan pendapatan yang lebih dengan cost produksi yang lebih kecil, perawatan yang lebih mudah, jarang terserang penyakit, dipastikan pendapatanya akan meningkat” tambahnya.

Sehingga dari permasalahan-permasalahan yang disebutkan diatas, Ono Surono berharap ada regenerasi petani khususnya kaum milenial untuk terjun dan tertarik menjadi petani dan bisa menghadirkan teknologi pertanian yang dalam hal ini varietas unggul untuk bisa memberikan solusi supaya dunia pertanian khususnya padi diminati kaum milenial.

Untuk mewujudkan harapanya tersebut anggota Komisi IV meminta ada dorongan Pemerintah Desa dalam hal ini para Kuwu mengajak kaum milenial agar tertarik ke dunia pertanian dan membangun pertanian wilayah Indramayu. Selain itu, Ono berharap seluruh komponen masyarakat bisa mengawal program prioritas yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Indramyu dalam program desa mandiri benih agar petani poktan dan gapoktan tidak tergantung benih di pasar. (BB Padi Media)

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini0
Hari Kemarin51
Minggu ini163
Bulan ini1082
Total Pengunjung4914046
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi