BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Mentan : Lahan Kering Harus Bisa Lebih Produktif
bitcoin keno game bitcoin slots app casino keno strategy bitcoin casino keno plinko biggest winner crash bet script

Mentan : Lahan Kering Harus Bisa Lebih Produktif

Friday, 30 September 2016
Written by BBPadi
2851

Mentan : Lahan Kering Harus Bisa Lebih Produktif

Friday, 30 September 2016
Written by BBPadi
2851

JAKARTA – Menteri Pertanian Dr Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa maju dan mundurnya pembangunan pertanian bangsa ini ke depan ada di pundak para peneliti.

Saat bertatap muka dengan para Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Kantor Pusat Balitbangtan, Kamis (29/9/2016), Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta hektar.

Ketika bertatap muka dengan para peneliti, Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta ha.

Mentan berkehendak agar dalam satu tahun produktivitas di lahan kering bisa ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat. “Bagaimana caranya lahan kering bisa lebih produktif?” tanya Mentan.

“Yang awalnya hanya bisa tanam satu kali dalam satu tahun, dapat ditingkatkan menjadi dua kali atau tiga kali, bahkan bila perlu, embung-embung dan jalan usaha tani yang akan dibangun. Segera dihitung berapa biayanya, sampaikan ke kami untuk meningkatkan produktivitas di lahan kering tersebut,” tambah Mentan.

Bukan hanya itu yang menjadi perhatian Menteri. Lahan gambut juga agar dikelola dengan baik untuk pengembangan tanaman pangan, sungai-sungai yang mengalir agar termanfaatkan dengan baik untuk mengairi lahan-lahan yang disekitar sungai tersebut.

Lebih lanjut, Mentan meminta agar para ahli dikumpulkan untuk menjawab bagaimana caranya membuat mapping untuk 30 tahun ke depan sampai dengan tahun 2045. Peta untuk pengembangan tujuh komoditas utama yaitu padi, jagung, kedele, bawang merah, cabe, tebu dan daging sapi.

“Rincianya sampai dengan tingkat Kabupaten. Jangan sampai terjadi tumpang tindih dengan sawah irigasi yang totalnya mencapai 8 juta ha. Tetapi lahan itu tidak boleh diutak-atik lagi, biar konsentrasi pada produksi padi saja. Saya minta agar Sekretaris Badan Litbang Pertanian sebagai ketuanya,” imbuhnya.

Ahli-ahli tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan keahlian 7 komoditas utama tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan maping pengembangan 7 komoditas utama sampai dengan 2045.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
  • https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini0
Hari Kemarin51
Minggu ini163
Bulan ini1082
Total Pengunjung4914046
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi