Pembuatan Kompos Kotoran Ternak

Pembuatan kompos kotoran ternak diantaranya sebagai berikut: (1)Kotoran ternak (yang tercampur dengan alas kandang) dikumpulkan melalui sistem penampungan dari kandang, kemudian dipindahkan ke tempat pembuatan pupuk organik; (2)Tempat pemrosesan pembuatan pupuk organik harus dijaga agar tidak mendapatkan panas langsung dari sinar matahari dan juga harus terlindung dari air hujan; (3)Kotoran ternak dicampur dengan probiotik (probion) sebagai pemacu degradasi komponen serat. Selain probion, dekomposer lain dapat pula digunakan seperti pada pengomposan jerami; (4)Perbandingan bahan yang digunakan untuk setiap ton bahan pupuk adalah 2,5 kg probion, 2,5 kg urea, dan 2,5 kg TSP. Bahan pupuk ditumpuk pada tempat yang telah disiapkan sampai ketinggian 1 meter; (5)Suhu kompos diperiksa secara berkala (seminggu sekali) dan pertahankan pada kisaran 40-50(derajat)C. Jika suhu tinggi, lakukan pembalikan/pengadukan. Lama pengomposan kurang lebih 3 minggu; (6)Selama proses pengomposan terjadi peningkatan suhu sampai mencapai 70(derajat)C, kemudian suhu menurun dan akhirnya mencapai titik konstan, yang menunjukan akhir dari proses dekomposisi.

Tahukah Anda Beras Premium ?

Kelas mutu premium merupakan mutu terbaik dimana karakternya ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95%...

Tahukah Anda Kelas Benih Padi ?

Klasifikasi  benih padi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian dengan sub bagiannya yaitu Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih...

Klasifikasi Umur Tanaman Padi

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari...

Kahat belerang (sulfur deficiency)

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh...

Kahat Kalium (potassium deficiency)

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan...

Kahat forfor (phosphorus deficiency)

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak...

Kahat nitrogen (nitrogen deficiency)

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan...

Kerdil Hampa (ragged stunt)

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi...

Kerdil rumput (grassy stunt)

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit...

Tiga Fase Pertumbuhan Padi

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari)...

Kebutuhan Air Untuk Menghasilkan 1 Kg Gabah

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya...

Keunggulan Teknologi Jajar Legowo Super

-          Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami -          Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat...

Sejak tahun 2008 nama VUB tidak menggunakan nama sungai/danau

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB...

T B S (Trap Barrier System)

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam...

Lebak

Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm...

Persyaratan Pengelolaan Benih Uji

Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%. Benih yang terlambat...

Hama Padi

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll. Aves                  : Berbagai jenis burung Insekta               : Wereng, Penggerek batang...

Cara pemasangan paralon berlubang

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20...

Penerapan Pengairan Basah Kering

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti...

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi...

Arsip Taukah Anda

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1056
Hari kemarin1782
Minggu ini2838
Bulan ini30858
Jumlah Pengunjung854756
Online sekarang
33

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pembuatan Kompos Kotoran Ternak

Pembuatan kompos kotoran ternak diantaranya sebagai berikut: (1)Kotoran ternak (yang tercampur dengan alas kandang) dikumpulkan melalui sistem penampungan dari kandang, kemudian dipindahkan ke tempat pembuatan pupuk organik; (2)Tempat pemrosesan pembuatan pupuk organik harus dijaga agar tidak mendapatkan panas langsung dari sinar matahari dan juga harus terlindung dari air hujan; (3)Kotoran ternak dicampur dengan probiotik (probion) sebagai pemacu degradasi komponen serat. Selain probion, dekomposer lain dapat pula digunakan seperti pada pengomposan jerami; (4)Perbandingan bahan yang digunakan untuk setiap ton bahan pupuk adalah 2,5 kg probion, 2,5 kg urea, dan 2,5 kg TSP. Bahan pupuk ditumpuk pada tempat yang telah disiapkan sampai ketinggian 1 meter; (5)Suhu kompos diperiksa secara berkala (seminggu sekali) dan pertahankan pada kisaran 40-50(derajat)C. Jika suhu tinggi, lakukan pembalikan/pengadukan. Lama pengomposan kurang lebih 3 minggu; (6)Selama proses pengomposan terjadi peningkatan suhu sampai mencapai 70(derajat)C, kemudian suhu menurun dan akhirnya mencapai titik konstan, yang menunjukan akhir dari proses dekomposisi.

Tahukah Anda Beras Premium ?

Kelas mutu premium merupakan mutu terbaik dimana karakternya ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95%...

Tahukah Anda Kelas Benih Padi ?

Klasifikasi  benih padi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian dengan sub bagiannya yaitu Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih...

Klasifikasi Umur Tanaman Padi

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari...

Kahat belerang (sulfur deficiency)

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh...

Kahat Kalium (potassium deficiency)

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan...

Kahat forfor (phosphorus deficiency)

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak...

Kahat nitrogen (nitrogen deficiency)

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan...

Kerdil Hampa (ragged stunt)

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi...

Kerdil rumput (grassy stunt)

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit...

Tiga Fase Pertumbuhan Padi

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari)...

Kebutuhan Air Untuk Menghasilkan 1 Kg Gabah

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya...

Keunggulan Teknologi Jajar Legowo Super

-          Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami -          Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat...

Sejak tahun 2008 nama VUB tidak menggunakan nama sungai/danau

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB...

T B S (Trap Barrier System)

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam...

Lebak

Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm...

Persyaratan Pengelolaan Benih Uji

Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%. Benih yang terlambat...

Hama Padi

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll. Aves                  : Berbagai jenis burung Insekta               : Wereng, Penggerek batang...

Cara pemasangan paralon berlubang

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20...

Penerapan Pengairan Basah Kering

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti...

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi...

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi