Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti itu ditujukan antara lain untuk: menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas, memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam, mengurangi timbulnya keracunan besi, mengurangi penimbunan asam organik dan hidrogen sulfida (H2S) yang menghambat perkembangan akar, mengaktifkan jasad renik mikroba yang menghambat, mengurangi kerebahan, mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah), menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen, memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah), memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, serta mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.  Cara pengelolaan air dengan pengairan berselang adalah sebagai berikut:

  • Lakukan teknik pergiliran pengairan dalam satu musim tanam. Bibit ditanam pada kondisi tanah jenuh air dan petakan sawah dialiri lagi setelah 3-4 hari. Pengelolaan air selanjutnya diatur sebagai berikut: Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi sekitar 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air. Lahan sawah diairi lagi pada hari ke 4. Cara pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal. Mulai dari fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus. Sekitar 10-15 hari sebelum tanaman dipanen, petakan sawah dikeringkan. Lakukan pengairan berdasar ketersediaan air. Perhatikan ketersediaan air selama musim tanam. Apabila sumber air tidak cukup menjamin selama satu musim, maka lakukan pengairan bergilir dengan periode lebih lama sampai selang 5 hari.
  • Lakukan pengairan dengan mempertimbangkan sifat fisik tanah. Pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, waktu pergiliran pengairan harus diperpendek.

Klasifikasi Umur Tanaman Padi

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari...

Kahat belerang (sulfur deficiency)

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh...

Kahat Kalium (potassium deficiency)

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan...

Kahat forfor (phosphorus deficiency)

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak...

Kahat nitrogen (nitrogen deficiency)

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan...

Kerdil Hampa (ragged stunt)

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi...

Kerdil rumput (grassy stunt)

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit...

Tiga Fase Pertumbuhan Padi

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari)...

Kebutuhan Air Untuk Menghasilkan 1 Kg Gabah

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya...

Keunggulan Teknologi Jajar Legowo Super

-          Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami -          Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat...

Sejak tahun 2008 nama VUB tidak menggunakan nama sungai/danau

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB...

T B S (Trap Barrier System)

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam...

Lebak

Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm...

Persyaratan Pengelolaan Benih Uji

Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%. Benih yang terlambat...

Hama Padi

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll. Aves                  : Berbagai jenis burung Insekta               : Wereng, Penggerek batang...

Cara pemasangan paralon berlubang

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20...

Penerapan Pengairan Basah Kering

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti...

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi...

Penamaan Varitas Unggul Baru (VUB)

Mulai tahun 2008, penamaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dilepas tidak lagi menggunakan nama sungai tetapi...

Ciri Teknologi Budidaya Hazton

Ciri Teknologi Budidaya Hazton: Penggunaan bibit tua umur 25-30 hari setelah semai dan jumlah bitit per lubang...

Arsip Taukah Anda

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini102
Hari kemarin658
Minggu ini5643
Bulan ini26634
Jumlah Pengunjung776274
Online sekarang
28

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti itu ditujukan antara lain untuk: menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas, memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam, mengurangi timbulnya keracunan besi, mengurangi penimbunan asam organik dan hidrogen sulfida (H2S) yang menghambat perkembangan akar, mengaktifkan jasad renik mikroba yang menghambat, mengurangi kerebahan, mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah), menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen, memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah), memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, serta mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.  Cara pengelolaan air dengan pengairan berselang adalah sebagai berikut:

  • Lakukan teknik pergiliran pengairan dalam satu musim tanam. Bibit ditanam pada kondisi tanah jenuh air dan petakan sawah dialiri lagi setelah 3-4 hari. Pengelolaan air selanjutnya diatur sebagai berikut: Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi sekitar 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air. Lahan sawah diairi lagi pada hari ke 4. Cara pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal. Mulai dari fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus. Sekitar 10-15 hari sebelum tanaman dipanen, petakan sawah dikeringkan. Lakukan pengairan berdasar ketersediaan air. Perhatikan ketersediaan air selama musim tanam. Apabila sumber air tidak cukup menjamin selama satu musim, maka lakukan pengairan bergilir dengan periode lebih lama sampai selang 5 hari.
  • Lakukan pengairan dengan mempertimbangkan sifat fisik tanah. Pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, waktu pergiliran pengairan harus diperpendek.

Klasifikasi Umur Tanaman Padi

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari...

Kahat belerang (sulfur deficiency)

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh...

Kahat Kalium (potassium deficiency)

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan...

Kahat forfor (phosphorus deficiency)

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak...

Kahat nitrogen (nitrogen deficiency)

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan...

Kerdil Hampa (ragged stunt)

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi...

Kerdil rumput (grassy stunt)

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit...

Tiga Fase Pertumbuhan Padi

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari)...

Kebutuhan Air Untuk Menghasilkan 1 Kg Gabah

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya...

Keunggulan Teknologi Jajar Legowo Super

-          Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami -          Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat...

Sejak tahun 2008 nama VUB tidak menggunakan nama sungai/danau

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB...

T B S (Trap Barrier System)

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam...

Lebak

Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm...

Persyaratan Pengelolaan Benih Uji

Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%. Benih yang terlambat...

Hama Padi

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll. Aves                  : Berbagai jenis burung Insekta               : Wereng, Penggerek batang...

Cara pemasangan paralon berlubang

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20...

Penerapan Pengairan Basah Kering

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti...

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi...

Penamaan Varitas Unggul Baru (VUB)

Mulai tahun 2008, penamaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dilepas tidak lagi menggunakan nama sungai tetapi...

Ciri Teknologi Budidaya Hazton

Ciri Teknologi Budidaya Hazton: Penggunaan bibit tua umur 25-30 hari setelah semai dan jumlah bitit per lubang...

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi