Komponen Teknologi PTT

Alternatif komponen teknologi yang dapat diintroduksikan dalam pengembangan model PTT terdiri atas:

  • varietas unggul baru yang sesuai dengan karakteristik lahan, lingkungan dan keinginan petani setempat
  • benih bermutu (kemurnian dan daya kecambah tinggi)
  • bibit muda (< 21 HSS)
  • jumlah bibit 1-3 batang per lubang
  • sistem tanam jajar legowo 2:1, 4:1 dan lainnya
  • pemupukan N berdasarkan bagan warna daun (BWD)
  • pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) atau petak omisi serta pemecahan masalah kesuburan tanah apabila terjadi
  • bahan organik (kompos jerami 5 t/ha atau pupuk kandang 2 t/ha)
  • pengairan berselang (intermittent irrigation)
  • pengendalian gulma secara terpadu
  • pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT)
  • panen beregu dan pascapanen menggunakan alat perontok

Berdasarkan sifatnya, komponen-komponen teknologi ini dipilah menjadi dua bagian: Pertama, teknologi untuk pemecahan masalah setempat atau spesifik lokasi. Kedua, teknologi untuk perbaikan cara budi daya yang lebih efisien dan efektif. Dalam pelaksanaannya tidak semua komponen teknologi diterapkan sekaligus, terutama di lokasi yang memiliki masalah spesifik. Namun ada enam komponen teknologi yang dapat diterapkan bersamaan (compulsory) sebagai penciri model PTT, yaitu:

(1) varietas unggul baru yang sesuai lokasi

(2) benih bermutu (bersertifikat dan vigor tinggi)

(3) bibit muda (<21 HSS) apabila kondisi lingkungan memungkinkan

(4) jumlah bibit 1-3 per lubang dan sistem tanam (populasi)

(5) pemupukan N berdasarkan bagan warna daun (BWD)

(6) pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah (PUTS) serta pemecahan masalah kesuburan tanah apabila terjadi dan penggunaan bahan organik

Jika diterapkan secara bersamaan, sumbangan keenam komponen teknologi ini terhadap peningkatan produktivitas padi dan efisiensi produksi besar.

 

Klasifikasi Umur Tanaman Padi

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari...

Kahat belerang (sulfur deficiency)

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh...

Kahat Kalium (potassium deficiency)

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan...

Kahat forfor (phosphorus deficiency)

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak...

Kahat nitrogen (nitrogen deficiency)

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan...

Kerdil Hampa (ragged stunt)

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi...

Kerdil rumput (grassy stunt)

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit...

Tiga Fase Pertumbuhan Padi

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari)...

Kebutuhan Air Untuk Menghasilkan 1 Kg Gabah

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya...

Keunggulan Teknologi Jajar Legowo Super

-          Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami -          Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat...

Sejak tahun 2008 nama VUB tidak menggunakan nama sungai/danau

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB...

T B S (Trap Barrier System)

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam...

Lebak

Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm...

Persyaratan Pengelolaan Benih Uji

Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%. Benih yang terlambat...

Hama Padi

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll. Aves                  : Berbagai jenis burung Insekta               : Wereng, Penggerek batang...

Cara pemasangan paralon berlubang

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20...

Penerapan Pengairan Basah Kering

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti...

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi...

Penamaan Varitas Unggul Baru (VUB)

Mulai tahun 2008, penamaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dilepas tidak lagi menggunakan nama sungai tetapi...

Ciri Teknologi Budidaya Hazton

Ciri Teknologi Budidaya Hazton: Penggunaan bibit tua umur 25-30 hari setelah semai dan jumlah bitit per lubang...

Arsip Taukah Anda

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini362
Hari kemarin687
Minggu ini1049
Bulan ini28121
Jumlah Pengunjung777761
Online sekarang
22

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Komponen Teknologi PTT

Alternatif komponen teknologi yang dapat diintroduksikan dalam pengembangan model PTT terdiri atas:

  • varietas unggul baru yang sesuai dengan karakteristik lahan, lingkungan dan keinginan petani setempat
  • benih bermutu (kemurnian dan daya kecambah tinggi)
  • bibit muda (< 21 HSS)
  • jumlah bibit 1-3 batang per lubang
  • sistem tanam jajar legowo 2:1, 4:1 dan lainnya
  • pemupukan N berdasarkan bagan warna daun (BWD)
  • pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) atau petak omisi serta pemecahan masalah kesuburan tanah apabila terjadi
  • bahan organik (kompos jerami 5 t/ha atau pupuk kandang 2 t/ha)
  • pengairan berselang (intermittent irrigation)
  • pengendalian gulma secara terpadu
  • pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT)
  • panen beregu dan pascapanen menggunakan alat perontok

Berdasarkan sifatnya, komponen-komponen teknologi ini dipilah menjadi dua bagian: Pertama, teknologi untuk pemecahan masalah setempat atau spesifik lokasi. Kedua, teknologi untuk perbaikan cara budi daya yang lebih efisien dan efektif. Dalam pelaksanaannya tidak semua komponen teknologi diterapkan sekaligus, terutama di lokasi yang memiliki masalah spesifik. Namun ada enam komponen teknologi yang dapat diterapkan bersamaan (compulsory) sebagai penciri model PTT, yaitu:

(1) varietas unggul baru yang sesuai lokasi

(2) benih bermutu (bersertifikat dan vigor tinggi)

(3) bibit muda (<21 HSS) apabila kondisi lingkungan memungkinkan

(4) jumlah bibit 1-3 per lubang dan sistem tanam (populasi)

(5) pemupukan N berdasarkan bagan warna daun (BWD)

(6) pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah (PUTS) serta pemecahan masalah kesuburan tanah apabila terjadi dan penggunaan bahan organik

Jika diterapkan secara bersamaan, sumbangan keenam komponen teknologi ini terhadap peningkatan produktivitas padi dan efisiensi produksi besar.

 

Klasifikasi Umur Tanaman Padi

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari...

Kahat belerang (sulfur deficiency)

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh...

Kahat Kalium (potassium deficiency)

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan...

Kahat forfor (phosphorus deficiency)

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak...

Kahat nitrogen (nitrogen deficiency)

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan...

Kerdil Hampa (ragged stunt)

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi...

Kerdil rumput (grassy stunt)

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit...

Tiga Fase Pertumbuhan Padi

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari)...

Kebutuhan Air Untuk Menghasilkan 1 Kg Gabah

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya...

Keunggulan Teknologi Jajar Legowo Super

-          Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami -          Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat...

Sejak tahun 2008 nama VUB tidak menggunakan nama sungai/danau

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB...

T B S (Trap Barrier System)

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam...

Lebak

Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm...

Persyaratan Pengelolaan Benih Uji

Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%. Benih yang terlambat...

Hama Padi

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll. Aves                  : Berbagai jenis burung Insekta               : Wereng, Penggerek batang...

Cara pemasangan paralon berlubang

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20...

Penerapan Pengairan Basah Kering

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti...

Apa yang dimaksud dengan Pengarian Berselang ?

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi...

Penamaan Varitas Unggul Baru (VUB)

Mulai tahun 2008, penamaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dilepas tidak lagi menggunakan nama sungai tetapi...

Ciri Teknologi Budidaya Hazton

Ciri Teknologi Budidaya Hazton: Penggunaan bibit tua umur 25-30 hari setelah semai dan jumlah bitit per lubang...

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi