Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Publikasi»Artikel Ilmiah»Perkembangan Dan Prospek Perakitan Padi Tipe Baru di Indonesia

Perkembangan Dan Prospek Perakitan Padi Tipe Baru di Indonesia

20.05.2015
BBPadi
5820

Perkembangan Dan Prospek Perakitan Padi Tipe Baru di Indonesia

20.05.2015
BBPadi
5820
  • Penulis
    • Buang Abdullah
    • Soewito Tjokrowidjojo
    • Sularjo

Padi tipe baru (PTB) atau new plant type of rice (NPT) mempunyai potensi hasil lebih tinggi daripada varietas unggul baru. Oleh karena itu, pembentukan PTB perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi padi. Pembentukan PTB di Indonesia dimulai pada tahun 1995. Melalui program ini telah dilepas varietas unggul semi-PTB, yaitu Cimelati (2001), Gilirang (2002), dan Ciapus (2003), serta varietas unggul tipe baru Fatmawati (2003). Namun varietas-varietas tersebut memiliki kekurangan, seperti anakan sedikit dan persentase gabah hampa tinggi, sehingga potensi hasilnya belum seperti yang diharapkan.

Sesuai dengan kondisi Indonesia yang beriklim tropis serta hama dan penyakit merupakan masalah utama, PTB yang cocok adalah yang mempunyai jumlah anakan sedang tetapi semua produktif (12-18 batang), jumlah gabah per malai 150-250 butir, persentase gabah bernas 85-95%, bobot 1.000 gabah bernas 25-26 g, batang kokoh dan pendek (80-90 cm), umur genjah (110-120 hari), daun tegak, sempit, berbentuk huruf V, hijau sampai hijau tua, 2-3 daun terakhir tidak cepat luruh, akar banyak dan menyebar dalam, tahan terhadap hama dan penyakit utama, gabah langsing, serta mutu beras dan nasi baik. Dengan sifat-sifat tersebut, varietas PTB diharapkan mampu berproduksi 9-13 t GKG/ha.

Pada tahun 2001, pembentukan PTB lebih diintensifkan dengan menggunakan berbagai sumber gen atau sifat dari indica, japonica, dan padi liar melalui persilangan. Melalui upaya tersebut telah diperoleh galur-galur harapan yang mempunyai sifat-sifat yang lebih baik dibanding varietas-varietas yang ada, seperti gabah hampa lebih rendah dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit utama.

Sejak tahun 2004 telah digunakan metode seleksi silang berulang dan kultur antera untuk mempercepat pembentukan varietas PTB. Dengan menggunakan metode tersebut telah diperoleh galur-galur yang mempunyai potensi hasil tinggi dan seragam.

Loading...

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini836
Hari Kemarin1194
Minggu ini4194
Bulan ini19578
Total Pengunjung2628581
Online saat ini
4

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi