Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Tahukah Anda?

Dasarian adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) harian, dimana dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu (1) Dasarian I, antara tanggal 1 sampai dengan 10, (2) Dasarian II, antara tanggal 11 sampai dengan 20, dan (3) Dasarian III, antara  tanggal 21 sampai dengan akhir bulan (tanggal 28, 29, 30 atau 31).

19.08.2015
BBPadi
3248
  1. Contoh tanah uji kering sebanyak 1/2 sendok spatula atau sebanyak 0,5 ml yang tertera pada tabung reaksi, dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Apabila contoh tanah yang diuji lembab gunakan syringe (spet) sebanyak 0,5 cm.
  2. Tambahkan 2 ml Pereaksi K-1, kemudian diaduk hingga merata dengan pengaduk kaca,
  3. Tambahkan 1 tetes Pereaksi K-2, lalu dikocok selama 1 menit,
  4. Tambahkan 1 tetes Pereaksi K-3, lalu dikocok sampai merata,
  5. Diamkan selama ± 10 menit,
  6. Tentukan status hara K dengan membandingkan warna kuning yang muncul pada larutan jernih di permukaan tanah dengan bagan warna K tanah.
  7. Tentukan takaran pupuk K berdasarkan status K tanah (Tabel 1.)

Tabel 1. Rekomendasi pupuk K pada tanaman padi sawah dengan dan tanpa bahan organik jerami padi

<td">0

Bahan organik

Tingkat hasil

(t GKG/ha)

Rekomendasi pupuk kalium (kg KCl/ha) pada tanah berstatus K

Rendah

Sedang

Tinggi

- Jerami

5

100*

50

50

6

125*

75

75

+ Jerami

5

50

0

0

6

75

0

 *  Diberikan 2 kali (masing-masing 1/2 bagian 1-2 MST, 1/2 bagian saat tanaman berumur 3-5 MST)
** Takaran Jerami 5 t/ha
13.08.2015
BBPadi
1591
  1. Contoh tanah uji kering sebanyak 1/2 sendok spatula atau sebanyak 0,5 ml yangtertera pada tabung reaksi, dimasukan ke dalam tabung reaksi. Apabila contoh tanah yang diuji lembab gunakan syringe (spet) sebanyak 0,5 cm.
  2. Tambahkan 3 ml Pereaksi P-1, diaduk sampai merata dengan pengaduk kaca,
  3. Tambahkan 5-10 butir atau seujung spatula Preaksi P-2, dikocok 1 menit,
  4. Diamkan selama ± 10 menit, 
  5. Tentukan status hara P dengan membandingkan warna biru yang muncul dari larutan jernih di permukaan tanah dengan bagan warna P tanah.
  6. Tentukan takaran pupuk P berdasarkan status P tanah (Tabel 1.)

Tabel 1. Rekomendasi pupuk P pada tanaman padi sawah

Tingkat hasil (t GKG/ha)

Rekomendasi pupuk fosfat (kg SP-36/ha) pada tanah berstatus P*

Rendah

Sedang

Tinggi

5

100

75

50

6

125

100

75

 * Diberikan satu kali pada saat tanam

13.08.2015
BBPadi
3555

Mengukur hara P dan K tanah yang terdapat dalam bentuk tersedia dengan metode kolorimetri (pewarnaan).

Hasil analisis P dan K tanah ini selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan P dan K spesifik lokasi untuk tanaman padi sawah.

12.08.2015
BBPadi
2543
  • PUTS merupakan seperangkat alat terdiri beberapa bahan kimia yang digunakan untuk mengukur status hara P, K, dan pH tanah dengan cepat, mudah, murah, dan akurat.
  • Satu unit PUTS terdiri dari 1) satu paket bahan kimia dan alat untuk ekstraksi kadar P, K, dan pH, 2) bagan warna untuk penetapan kadar P, K, dan pH, 3) petunjuk penggunaan dan rekomendasi pupuk untuk padi sawah, dan 4) BWD.
12.08.2015
BBPadi
4493

Perbaikan varietas padi dalam upaya meningkatkan produksi padi melalui persilangan dengan heterosis tinggi akan diperoleh varietas unggul baru yang memiliki karaktersitik beragam. Beras yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk makanan pokok (nasi) dan untuk bahan baku industri. Dikaitkan dengan kegunaannya, baik untuk konsumsi maupun untuk bahan baku industri, maka faktor yang menentukan tingkat kesukaan konsumen antara lain adalah sifat mutu fisik, mutu tanak dan sifat fisikokimia beras.

Beras sebagai bahan baku industri, jenis beras dan pemanfaatan sebagai bahan baku industri baik industri rumah tangga, industri kecil atau besar, beras dapat dikelompokan berdasarkan kadar amilosanya, yaitu:

  1. Beras kadar amilosa sangat rendah (ketan) (<10%). Pemanfaatannya untuk tape, brem padat, brem cair, rangginang, wajit, tepung dan berondong beras. Tepung beras ketan digunakan untuk pembuatan kue basah, gula- gula, pudding, cake, produk saos, pizza shell, moci, yangko, beras kencur.
  2. Beras kadar amilosa rendah (10-20%). Pemanfaatannya untuk makanan bayi, makanan sarapan (breakfast cereal), berondong.
  3. Beras kadar amilosa sedang (21-25%). Pemanfaatannya untuk cake basah, produk ekstrusi, keripik, wafer, biskuit, nasi siap santap.
  4. Beras kadar amilosa tinggi (>25%). Pemanfaatannya untuk bihun, nasi goreng, dan tepung.
11.08.2015
BBPadi
5091

14 Varietas Unggul Baru Amfibi

  1. Limboto
  2. Batutegi
  3. Towuti
  4. Situ Patenggang
  5. Situ Bagendit
  6. Inpari 10 laeya
  7. Inpago 4
  8. Inpago 5
  9. Inpago 6
  10. Inpago 7
  11. Inpago 8
  12. Inpago 9
  13. Inpari 38 Agritan
  14. Inpari 39 Agritan
 
10.08.2015
BBPadi
5273
  1. Inpago 5
  2. Inpago 8
  3. Inpago 9
  4. Inpago 10
  5. Inpari 10 Laeya
10.08.2015
BBPadi
4787
  1. Sinkronisasi saat berbunga. Kedua tetua harus berbunga pada saat yang sama. Oleh karena itu, tanggal-tanggal penanaman dari kedua tetua seringkali harus bervariasi.
  2. Penyerbukan tambahan. Untuk membantu penyebaran serbuksari, tali atau kayu seringkali digunakan untuk meningkatkan penyebaran serbuksari dari galur tetua jantan ke tetua betina.
  3. Aplikasi Giberellic Acid (GA). GA meningkatkan munculnya malai tetua betina dari pelepah daun yang meningkatkan kemampuan tetua betina untuk menerima serbuk sari dari tetua jantan.
  4. Rouging (seleksi). Tujuannya untuk memperoleh hasil benih yang murni. Rouging dilakukan sejak fase vegetatif sampai menjelang panen. Periode paling kritis adalah antara sejak mulai keluar bunga sampai dengan fase tetua jantan tidak menghasilkan serbuksari lagi.

Varietas padi hibrida yang sudah dilepas sampai saat ini lebil dari 20, di antaranya : Intani 1, Intani 2, Rokan, Maro, Miki 1, Miki 2, Miki 3, Longping Pusaka 1, Longping Pusaka 2, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Batang Samo, Hipa 3, Hipa 4, PP1, Adirasa, Mapan 4, Manis 5, Bernas Super, dan Bernas Prima.

30.07.2015
BBPadi
3301

Untuk mengembangkan benih hibrida, perlu ada:

  1. Galur mandul jantan (GMJ atau Galur A atau CMS line) – varietas padi tanpa serbuksari yang hidup dan berfungsi yang dianggap sebagai tetua betina dan menerima serbuksari dari tetua jantan untuk menghasilkan benih hibrida.
  2. Galur Pelestari (Galur B atau Maintainer Line). – varietas atau galur yang berfungsi untuk memperbanyak atau melestarikan keberadaan GMJ.
  3. Tetua jantan (Restorer) – varietas padi dengan fungsi reproduksi normal yang dianggap sebagai tetua jantan untuk menyediakan serbuk sari bagi tetua betina di lahan produksi benih yang sama.
  4. Benih padi hibrida dapat dihasilkan (diproduksi) dengan cara menyilangkan antara GMJ dengan Restorer yang terpilih secara alami di lapang.
30.07.2015
BBPadi
2737
Halaman 7 dari 9

Populer

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini487
Hari Kemarin1606
Minggu ini2093
Bulan ini11902
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi