Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Tahukah Anda?

Merupakan singkatan dari cultivated variety  (cultivar), yaitu varietas yang dibudidayakan oleh petani.

04.09.2015
BBPadi
2713

Suatu jenis atau spesies tanaman yang memiliki karakteristik genotipe tertentu seperti bentuk, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, dan biji, yang dapat membedakan dengan jenis atau spesies tanaman lain, dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan.

03.09.2015
BBPadi
1626

Tanaman hasil persilangan yang telah diseleksi dan diuji, serta mempunyai sifat unggul sesuai tujuan pemuliaan, tumbuh seragam dan stabil, tetapi belum dilepas sebagai varietas.

03.09.2015
BBPadi
3952

Tipe 1

Sistem tanam legowo 4:1 tipe 1 merupakan pola tanam legowo dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Pola ini cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Dengan pola ini, populasi tanaman mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25) cm.

Tipe 2

Sistem tanam legowo 4:1 tipe 2 merupakan pola tanam dengan hanya memberikan tambahan tanaman sisipan pada kedua barisan tanaman pinggir. Populasi tanaman 192.712 ± 4260 rumpun/ha dengan persentase peningkatan hanya sebesar 20,44% dibanding pola tegel (25x25) cm. Pola ini cocok diterapkan pada lokasi dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Meskipun penyerapan hara oleh tanaman lebih banyak, tetapi karena tanaman lebih kokoh sehingga mampu meminimalkan resiko kerebahan selama pertumbuhan.

02.09.2015
BBPadi
4474

Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.

02.09.2015
BBPadi
1859

El Nino adalah gejala penyimpangan (anomali) pada suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya.  Dampak EL Nino sebagian wilayah Indonesia mengalami kemarau panjang atau mundurnya awal musim hujan.  Ada juga yang menyebutkan kondisi memanasnya massa permukaan air lautyang luas di Pasific ekuator bagian tengah hingga ke timur, yang mengakibatkan terjadinya pusat tekanan rendah, sehingga udara dari sebelah baat (Indonesia) dan sbelah timurnya (Chili) bergerak ke arah kolam hangat tersebut.  Kondisi ini menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah sekitar Indonesia dan Chili. El Nino lemah bila nilai anomali (Indeks Nino) 0.5-1. El Nino moderate bila nilai anomali (Indeks Nino) antara 1- 2. El Nino kuat bila nilai anomali (Indeks Nino) lebih dari 2.

20.08.2015
BBPadi
2528

Zona Musim (ZOM) adalah wilayah yang mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau. Non ZOM adalah wilayah yang tidak mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau, yang selanjutnya disebut daerah Non Zona Musim (Non ZOM).  Batas wilayah ZOM tidak mengikuti batas administrasi pemerintahan. Dimana, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten, dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

20.08.2015
BBPadi
2915

Sifat Hujan adalah perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim hujan atau satu periode musim kemarau atau satu bulanan atau satu dasarian) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun). Saat ini, rata-rata curah hujan yang digunakan sebagai dasar penentuan curah hujan normal, adalah nilai-nilai curah hujan selama periode tahun 1981-2010.  Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu (1) Atas Normal (AN), jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya, (2) Normal (N), jika nilai curah hujan antara 85%--115% terhadap rata-ratanya, dan (3) Bawah Normal (BN), jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap rata-ratanya.

20.08.2015
BBPadi
2892

Awal Musim Hujan adalah awal terjadinya periode satu dasarian yang memiliki jumlah curah hujan sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya dengan jumlah curah hujan yang juga sama atau lebih dari 50 milimeter.

19.08.2015
BBPadi
4091

Awal Musim Kemarau adalah awal terjadinya periode satu dasarian (10 harian) yang memiliki jumlah curah hujan kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya dengan jumlah curah hujan yang juga kurang dari 50 milimeter.

19.08.2015
BBPadi
2876
Halaman 6 dari 9

Populer

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini511
Hari Kemarin1606
Minggu ini2117
Bulan ini11926
Online saat ini
17

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi