Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Tahukah Anda?

Cara pemasangan paralon pemantauan muka air dan saat pengairan yaitu: 1) tekan paralon vertikal sedalam 20 cm dari permukaan tanah menggunakan martil, 2) keluarkan seluruh isi tanah di dalam paralon, 3) ukur kedalaman muka air secara periodik, dan 4) jika muka air di bawah permukaan tanah sudah mencapai 15 cm, pada saat itu tanaman segera diairi. Jumlah paralon yang diperlukan tergantung dari topografi lahan, pada lahan yang datar paralon dapat dipasang di tiap sudut petakan.

Pada saat memasukkan air, tinggi genangan sekitar 5-10 cm, tergantung fase pertumbuhan tanaman. Makin tua umur tanaman genangan air makin dalam. Namun demikian pada saat pemupukan kondisi lahan perlu dibuat macak-macak dan 10 hari menjelang panen lahan dikeringkan. Dengan cara intermitten ini kebutuhan air dapat dihemat 10-15% dibandingkan cara digenang terus. Keuntungan lain dari cara ini dapat mencegah keracunan besi, asam organik, dan gas H2S, serta tanaman tidak mudah rebah karena jangkauan akar lebih dalam. Teknologi ini telah diadaptasi di negara-negara penghasil padi seperti China, India, Philipina, dan Indonesia. Secara umum, penggunaan teknologi ini tidak menyebabkan penurunan hasil yang signifikan dan dapat meningkatkan produktivitas air.

05.02.2016
BBPadi
3830

Penerapan Pengairan Basah Kering (PBK) adalah memonitor tinggi muka air di lahan sawah dengan prinsip seperti pembuatan sumur. Pemberian air dimulai pada saat kondisi kering ketika permukaan tanah telah pecah-pecah atau saat mendekati kapasitas lapang. Kondisi ini dapat dicapai ketika kedalaman muka air berada sekitar 15 cm dari permukaan tanah, dan dapat dipantau menggunakan alat silinder berlubang yang dibenamkan sedalam lebih kurang 20 cm dari permukaan tanah.

Silinder berlubang dapat dibuat menggunakan paralon atau bambu berdiameter 10-15 cm, dilubangi sepanjang 20 cm, dengan jarak dan diameter lubang masing-masing 2-5 cm dan 0,5 cm, sehingga panjang alat keseluruhan 30-35 cm. Bagian berlubang dibenam dan 10-15 cm sisanya di atas permukaan tanah. Untuk mempermudah waktu monitoring ketinggian air dalam silinder, paralon dapat dipasang di sudut petakan dekat pematang. 

04.02.2016
BBPadi
4390

Pengairan berselang  (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti itu ditujukan antara lain untuk: menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas, memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam, mengurangi timbulnya keracunan besi, mengurangi penimbunan asam organik dan hidrogen sulfida (H2S) yang menghambat perkembangan akar, mengaktifkan jasad renik mikroba yang menghambat, mengurangi kerebahan, mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah), menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen, memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah), memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, serta mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.  Cara pengelolaan air dengan pengairan berselang adalah sebagai berikut:

  • Lakukan teknik pergiliran pengairan dalam satu musim tanam. Bibit ditanam pada kondisi tanah jenuh air dan petakan sawah dialiri lagi setelah 3-4 hari. Pengelolaan air selanjutnya diatur sebagai berikut: Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi sekitar 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air. Lahan sawah diairi lagi pada hari ke 4. Cara pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal. Mulai dari fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus. Sekitar 10-15 hari sebelum tanaman dipanen, petakan sawah dikeringkan. Lakukan pengairan berdasar ketersediaan air. Perhatikan ketersediaan air selama musim tanam. Apabila sumber air tidak cukup menjamin selama satu musim, maka lakukan pengairan bergilir dengan periode lebih lama sampai selang 5 hari.
  • Lakukan pengairan dengan mempertimbangkan sifat fisik tanah. Pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, waktu pergiliran pengairan harus diperpendek.
03.02.2016
BBPadi
2810

Mulai tahun 2008, penamaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dilepas tidak lagi menggunakan nama sungai tetapi menggunakan istilah baru, yaitu: Inpa (INBRIDA PADI) dan Hipa (HIBRIDA PADI). Khusus untuk penamaan inbrida padi, pencerminan ekosistem ditunjukkan dengan tambahan suku kata pada ujung Inpa, sebagai berikut: Inpari= Inbrida Padi Sawah Irigasi, Inpara= Inbrida Padi Rawa (pasang surut/lebak), Inpago= Inbrida Padi Gogo.

19.10.2015
BBPadi
4480

Ciri Teknologi Budidaya Hazton:

  • Penggunaan bibit tua umur 25-30 hari setelah semai dan jumlah bitit per lubang 20-30 batang
  • Komponen teknologi lainya menggunakan pendekatan PTT
  • Penerapan teknologi budidaya Hazton pada tanaman padi bersifat spesifik lokasi

Keuntungan dan kelemahan Budidaya Hazton:

  • Tanaman lebih tahan terhadap serangan hama keong mas dan anjing tanah
  • Kompetisi penyerapan unsur hara dan kelembaban iklim mikto disekitar kanopi menjadi tinggi sehingga rentan terhadap serangan hama dan penyakit (Blas, HDB. WBC)
  • Malai yang dihasilkan beragam dari segi umur dan ukuran
05.10.2015
BBPadi
4976

Penyakit padi yang disebabkan oleh jamur :

  1. Blas (Piricularia oryzae)
  2. Hawar Palepah (Rhizoctonia solani)
  3. Busuk Batang (Helminthosporium sigmoideum)
  4. Bercak Daun Cercospora (Cercospora janseana)

Penyakit padi yang disebabkan bakteri :

  1. HDB (BLB, X. Compestris pv.oryzae)
  2. HDJ red stripe (BOLB, Pseudomonas sp. , Bacillus sp.)
  3. Bakteri daun bergaris (BLS, X. Campestris pv. oryzicola)

Penyakit padi yang disebabkan oleh virus

  1. Penyakit tungro
  2. Kerdil hampa
  3. Kerdil rumput
29.09.2015
BBPadi
5183
  1. Serangan walang sangit dapat menurunkan hasil 10-40%, tetapi pada serangan yang berat akibat populasi yang tinggi dapat menurunkan hasil sampai 100% atau puso
  2. Tanaman padi yang terserang walang sangit biasanya ditanam di sawah dekat hutan
  3. Serangan walang sangit juga terjadi pada tanaman padi yang terlambat tanam
  4. Walang sangit mengisap isi biji padi pada bulir matang susu (milk), bulir yang lunak (soft dough), dan bulir yang keras (hard dough)
  5. Walang sangit tidak mengisap padi pada saat bunting atau masa pembungaan
  6. Aktivitas walang sangit mengisap bulir padi selama 24 jam, tetapi waktu aktivitas yang paling banyak pada pukul 05-09 dan pukul 15.00-19.00.

Cara Pengendaliannya

  1. Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi
  2. Walang sangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma
  3. Memasang bangkai binatang.  Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan insektisida.
  4. Menggunakan bahan kimia  (Decis, Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10 ekor/20rpn.
28.09.2015
BBPadi
29347
  • S. lurida tersebat di Cina, Formosa, Jepang, dan juga di Assam-India (Distant, 1902)
  • S. obscura menyebar di Assam, Sri Lanka, Birma, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Indonesia
  • Scotinophara (Podops) vermiculata Voll terdapat di Indonesia
  • Kalshoven (1951) mengenai Scotinophara vermiculata sama dengan S. coarctata.  Timbul dugaan kuat bahwa S. vermiculata sama dengan S. coarctata
  • Kepinding tanah di lahan pasang surut Karang Agung-Sumatera Selatan adalah S. coarctata (Sastraatmadja dan Zakiah, 1993)

Kerusakan

  1. Infeksi yang berat pada tanaman padi bila terdapat 15 atau lebih kepinding tanah dewasa per rumpun
  2. Pada keadaan tersebut tanaman menjadi kerdil, berubah menjadi kuning dan mati setelah 3-4 hari (Lim, 1975).
  3. Di Serawak waktu terjadi ledakan didapatkan nimfa dan dewasa sebanyak dua juta per hektar (Wan dalam Kalshoven, 1981)  = 12.5 ekor/rumpun (25x25 cm)

Cara Pengendalian

  1. Kepinding tanah bertelur pada pelepah daun di ketinggian 10 Cm dari permukaan lumpur.  Oleh karena itu pengendalian dapat dilakukan dengan menggenang lahan setinggi 15 cm selama semalam.
  2. Memasang lampu petromak yang digantungkan diatas bejana yang telah diisi minyak tanah (kerosin), sehingga kepinding yang jatuh dari lampu dapat ditampung dalah bejana.
  3. Aplikasi dengan Beauveria bassiana atau Metarhizium anisopliae
  4. Pengendalian dengan kimia masih sedikit informasinya
25.09.2015
BBPadi
19407

Kerusakan

  1. Pesemaian
  2. Menyerang tanaman dibawah umur 15 hari setelah tanam

Cara Pengendalian

  1. Buat caren supaya keong berkumpul
  2. Makanan antraktan
  3. Saponin
25.09.2015
BBPadi
6497

Hama pelipat daun padi Cnaphalocrosis medinalis (Guenee) di Indonesia diberi nama yang keliru sebagai hama putih palsu,

Hama ini menyerang  pertanaman IP padi 300  (MK II, 1998) di Binong-Subang  seluas 200 ha dengan intensitas serangan mencapai 85% kerusakan daun ( Baehaki et al, 1999). 

Ulat-ulat yang baru menetas mengeluarkan benang untuk melipat daun.  Ulat hidup dalam lipatan daun dan makan bagian dalam lipatan.  Bila populasi ulat tinggi maka akan terjadi kerusakan yang cukup tinggi sehingga dapat menurunkan produksi padi.

Cara Pengendaliannya

  1. Bersihkan lahan dari rumput/gulma yang menjadi makanan alternatifnya
  2. Pada areal yang sempit, potong/gunting daun yang terkena hama
  3. Gunakan insektisida bila sudah mencapai ambang ekonomi
23.09.2015
BBPadi
27862
Halaman 4 dari 9

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini11
Hari Kemarin1140
Minggu ini1151
Bulan ini23924
Total Pengunjung2632927
Online saat ini
6

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi