Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Tahukah Anda?

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi pada daun seperti daun bergerigi (ragged) dan melintir (twisting). Daun tanaman sakit berwarna hijau tua. Malai dari tanaman yang sakit hanya keluar sebagian dan gabah yang dihasilkan hampa. Penyakit dikendalikan melalui pengendalian wereng coklat antara lain dengan penanaman varietas tahan.

05.07.2016
BBPadi
4548

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit, pendek, kaku, berwarna hijau pucat sampai hijau, dan kadang-kadang terdapat bercak karat. Tanaman yang terinfeksi biasanya dapat hidup sampai fase pemasakan tetapi tidak memproduksi malai. Stadia pertumbuhan tanaman yang paling rentan adalah pada saat tanam pindah sampai bunting. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat dan tanaman inangnya haya padi. Cara pengendiannya dilakukan terhadap vektornya yaitu wereng coklat.

01.07.2016
BBPadi
5318

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (0-60 hari), fase generatif (60-90 hari), dan fase pemasakan (90-120 hari).  Kebutuhan air pada ketiga fase tersebut  bervariasi yaitu pada fase pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.

28.06.2016
BBPadi
32168

Padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Untuk menghasilkan 1 kg gabah hanya dibutuhkan rata-rata 1.432 liter air dibandingkan 1.150 liter air untuk menghasilkan 1 kg jagung. Jadi, dalam budidaya tanaman padi tidak harus digenangi terus menerus. Sehingga air bagi pertanian dapat dikelola ketersediaannya dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

28.06.2016
BBPadi
6295
  • Penerapan biodekomposer mempercepat pengomposan jerami
  • Penggunaan pupuk hayati yang tepat serta pupuk anorganik berimbang mempercepat pertumbuhan tanaman
  • Pengendalian hama ramah lingkungan dengan pestisida nabati
  • Penerapan alsin untuk tanam dan panen mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan tingkat kehilangan hasil
24.06.2016
BBPadi
4716

Nama VUB diambil dari nama sungai yang ada di Indonesia, tetapi sejak tahun 2008 penamaan VUB tidak menggunakan nama sungai. Penamaan VUB padi sawah menggunakan singkatan “Inpa (Inbrida Padi)”, hal ini disepadankan dengan varietas hibrida yang telah menggunakan “Hipa (Hibrida Padi)”. Pencerminan ekosistem ditunjukkan dengan memberikan tambahan pada kata di ujung, sehingga VUB padi sawah irigasi menjadi “Inpari = Inbrida Padi Sawah Irigasi”.

23.06.2016
BBPadi
1659

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan  teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam jumlah banyak & terus menerus sejak awal tanam sampai panen. TBS  adalah pada daerah endemik tikus dengan tingkat populasi tinggi.

Satu unit TBS terdiri atas tanaman perangkap sebagai umpan penarik kedatangan tikus; pagar plastik untuk mengarahkan tikus masuk perangkap; dan bubu perangkap sebagai alat penangkap dan penampung tikus. Ketiga komponen tersebut merupakan satu unit kesatuan terpadu dalam penggunaannya di lapangan.

14.06.2016
BBPadi
2238
  • Lebak dangkal  ada 4,17 juta ha (31,4%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air <  50 cm selama < 3 bulan. Waktu tanam padi bulan Maret-April.
  • Lebak tengahan  ada 6,07 juta ha (45,7%) dan dicirikan oleh kedalaman genangan air antara 50 -100 cm selama < 6 bulan. Waktu tanam padi Mei-Juni.
  • Lebak dalam ada 3,04 juta ha (22,9%) dan dicirikan oleh kedalaman air > 1 meter selama > 6 bulan. Waktu tanam padi Juli-Agustus.
14.06.2016
BBPadi
1607
  1. Benih harus tumbuh cepat, Vigor prima dan Daya tumbuhnya harus lebih besar dari 95%.
  2. Benih yang terlambat tumbuh sampai 2 hari saat pengujian akan dianggap tidak tumbuh (NG = not grouth)  atau tumbuh terlambat (GL = grouth late) dan tidak akan diskoring.
  3. Benih tidak boleh diberi pestisida (insektisida, fungisida) atau zat kimia lain sebagai seed treatment yang akan mempengaruhi kinerja wereng coklat
  4. Benih harus di kemas dalam kantong kertas baru (setiap kantong berisi 100 g benih) yang baik dengan tulisan nomor urut dan nama galur harus jelas dapat dibaca. 
  5. Kantong benih sebaiknya dicap lembaga/institusi pelanggan
  6. Benih uji yang terdapat dalam kantong bekas akan ditolak masuk pengujian.
  7. Kantong benih  harus disusun sedemikian rupa, disatukan setiap 10 kantong dengan nomor kantong terurut dan diikat menggunakan karet gelang.
  8. Penyerahan benih harus diikuti dengan daftar benih dalam bentuk hand out dan file Benih uji.
  9. Benih padi yang diuji tidak dalam bentuk kode (kecuali yang dirahasiakan), tetapi harus tertera kode galurnya.  Hal ini sangat penting supaya penguji dapat menelusuri ketahanan galur saat pelepasan.
  10. Bila benih sudah diterima oleh pihak penguji, benih segera disimpan di refrigerator sebelum digunakan.
  11. Sisa benih setelah digunakan untuk uji skrining massal harus disimpan direfrigerator lagi untuk uji penapisan,  population build up, dan untuk diuji ulang bila ada kekeliruan saat pengujian.
23.03.2016
BBPadi
3321

Mamalia             : Tikus sawah, Babi hutan, Kera, dll.

Aves                  : Berbagai jenis burung

Insekta               : Wereng, Penggerek batang, dll.

Molusca              : Siput murbei (keong mas)

07.03.2016
BBPadi
3363
Halaman 3 dari 9

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini12
Hari Kemarin1140
Minggu ini1152
Bulan ini23925
Total Pengunjung2632928
Online saat ini
7

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi