Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Tahukah Anda?

Penyebab ledakan Wereng Coklat dipicu oleh: Perubahan iklim global yang berpengaruh terhadap sikap hama terhadap tanaman padi. La Nina dengan curah hujan yang tinggi di musim kemarau menimbulkan kelembaban yang tinggi mengaktifkan sifat biological clock wereng coklat untuk berkembang menghasilkan populasi yang tinggi. Tanam tidak serempak. Penggunaan insektisida yang tidak akurat oleh lebih 90% petani menjadi kendala tidak turunnya populasi wereng coklat, bahkan ditambah lagi dengan 71% dari jumlah petani tersebut masih menggunakan insektisida bukan anjuran. Melemahnya disiplin monitoring serta meremehkan keberadaan hama wereng coklat. Munculnya penyakit virus ragged stunt (penyakit virus kerdil hampa = VKH), bersama penyakit virus grassy stunt tipe 2 (penyakit kerdil rumput = VKR tipe 2) yang disebarkan wereng coklat.

23.07.2019
BBPadi
735

Beras Utuh: butir beras yang tidak patah sama sekali.

Beras Kepala: butir beras dengan ukuran lebih besar atau sama dengan 80% bagian butir beras utuh.

Beras Patah: butir beras dengan ukuran berkisar antara 20-80% bagian butir beras utuh.

Beras Menir: butir beras dengan ukuran kurang dari 20% bagian dari butir beras utuh.

Butir Beras Merah: beras berwarna merah akibat factor genetik.

Butir Beras Kuning: butir beras berwarna kuning kecoklatan akibat proses penanganan atau akibat aktivitas serangga.

Butir Beras Mengapur: butir beras yang berwarna seperti kapur (chalky) dan bertekstur lunak yang disebabkan oleh faktor fisiologis.

Butir Beras Rusak: semua butir beras yang berwarna putih bening, putih mengapur, kuning, dan merah dengan banyak bintik (noktah) yang disebabkan oleh proses fisik, kimiawi, dan biologi. Beras dengan bintik kecil tunggal tidak termasuk butir rusak.

19.07.2019
BBPadi
408

Beras Basmati adalah beras dengan tipe khusus yang mempunyai index glikemik yang rendah dengan tekstur tidak pulen tapi mempunyai aroma harum yang khas. Selain itu, beras basmati memiliki kadar sejenis karbohidrat amylose yang cukup tinggi yang tidak mudah dicerna.

Beras basmati selama ini dikenal sebagai beras aromatik asal India yang memiliki tekstur khas dan hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi, namun demikian, Badan Litbang Pertanian telah  melakukan terobosan bisa merakit varietas baru dengan tipe beras basmati dengan nama varietas BAROMA yang dapat ditanam di dataran rendah, tanpa menghilangkan ciri khas  tipe basmati,  yaitu beras agak pera dan kurannya lebih panjang (1,5-2,0 kali) dibandingkan beras pada umumnya.

02.07.2019
BBPadi
628

Kelas mutu beras medium I mensyaratkan adanya kandungan beras kepala sebesar minimal 78% dan beras patah maksimal 20% dengan derajat sosoh 95% dan kadar air beras maksimal 14%. Pada kelas mutu medium ini masih diperbolehkan adanya cemaran dengan persentase yang sangat kecil berupa butir menir (2%), butir merah (2%), butir kuning/rusak (2%), butir kapur (2%), butir gabah (1%), dan benda asing lainnya (0,02%). Semakin turun kelas mutu beras ke medium II dan medium III, maka semakin turun pula persyaratan persentase beras kepala dan derajat sosoh, serta semakin tinggi persentase cemaran yang diperbolehkan.

28.07.2017
BBPadi
4771

Kelas mutu premium merupakan mutu terbaik dimana karakternya ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95% dan beras patah maksimal 5% dengan derajat sosoh 100% dan kadar air beras maksimal 14%. Beras kepala didefinisikan sebagai butir beras yang minimal berukuran 0,8 bagian dari butir beras utuh. Sebaliknya, beras patah didefinisikan sebagai butiran beras dengan ukuran 0,2 – 0,8 bagian dari butir beras utuh. Jika butir patah itu lebih kecil dari 0,2 bagian dari butir beras utuh, maka butiran ini disebut dengan menir. Derajat sosoh didefinisikan sebagai banyaknya kulit ari (lapisan aleurone) beras yang terkelupas pada saat penyosohan.

28.07.2017
BBPadi
7454

Klasifikasi  benih padi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian dengan sub bagiannya yaitu Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) menempatkannya dalam 4 kelas, yaitu :

1. Benih Penjenis (BS / Breeder Seed / Label Kuning)

Benih penjenis (BS) adalah benih yang diproduksi oleh dan dibawah pengawasan Pemulia Tanaman yang bersangkutan atau Instansinya. Benih ini merupakan Sumber perbanyakan Benih Dasar.

2. Benih Dasar (FS / Foundation Seed / Label putih)

Benih Dasar (BD) adalah keturunan pertama dari Benih Penjenis. Benih Dasar diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat sehingga kemurnian varietas dapat terpelihara. Benih dasar diproduksi oleh Instansi/Badan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan produksinya disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi benih.

3. Benih Pokok (SS / Stock Seed / Label ungu)

Benih Pokok (BP) adalah keturunan dari  Benih Dasar yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga indetitas dan tingkat kemurnian varietas yang ditetapkan dapat dipelihara dan memenuhi standart mutu yang di tetapkan dan harus disertifikasi sebagai Benih Pokok oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

4. Benih Sebar (ES / Extension Seed / Label Biru)

Benih Sebar (BR) merupakan keturunan dari Benih Pokok yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, memenuhi standart mutu benih yang ditetapkan serta harus disertifikasi sebagai Benih Sebar oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

18.10.2016
BBPadi
23039

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari 120 hari). Padi varietas lokal pada umumnya berumur dalam, sedangkan padi varietas unggul berumur genjah. Secara lebih rinci, umur tanaman padi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Dalam : > 151 hari setelah sebar (HSS)
  • Sedang : 125 - 150 HSS
  • Genjah : 105 - 124 HSS
  • Sangat Genjah : 90 - 104 HSS
  • Ultra Genjah : <90 HSS
27.09.2016
BBPadi
40227

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh tanaman, pertumbuhan kerdil, jumlah anakan dan malai berkurang. Kekurangan belerang umumnya terjadi pada tanah yang kandungan bahan organiknya rendah, tanah reduktif, dan atau pH tinggi. Unsur S sebenarnya banyak hilang akibat pembakaran sisa-sisa tanaman. Oleh karena itu, jerami sebaiknya dikembalikan ke sawah. Dilokasi yang kahat S, pemakaian 50-100 kg ZA per hektar selang satu musim pertanaman, sudah memadai untuk hasil tinggi

09.07.2016
BBPadi
8781

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan ujung daun tua seperti terbakar (daun berubah warna menjadi keuningan/orange sampai kecoklatan yang dimulai dari ujung dan terus menjalar ke pangkal daun, anakan berkurang, ukuran dan berat gabah berkurang. Tanaman yang kahat kalium juga lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit serta keracunan besi.

08.07.2016
BBPadi
7144

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak, lama-kelamaan daun berwarna keungu-unguan, anakan sedikit, waktu pembungaan terlambat atau tidak rata, umur tanaman/panen lebih panjang, dan gabah yang terbentuk berkurang. Secara umum, P telah diidentifikasi sebagai unsur hara yang penting bagi kesehatan akar tanaman dan menambah ketahanan tanaman terhadap keracunan besi.

07.07.2016
BBPadi
5251
Halaman 2 dari 9

Populer

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini440
Hari Kemarin1606
Minggu ini2046
Bulan ini11855
Online saat ini
20

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi