Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Tahukah Anda?

Kelas mutu beras medium I mensyaratkan adanya kandungan beras kepala sebesar minimal 78% dan beras patah maksimal 20% dengan derajat sosoh 95% dan kadar air beras maksimal 14%. Pada kelas mutu medium ini masih diperbolehkan adanya cemaran dengan persentase yang sangat kecil berupa butir menir (2%), butir merah (2%), butir kuning/rusak (2%), butir kapur (2%), butir gabah (1%), dan benda asing lainnya (0,02%). Semakin turun kelas mutu beras ke medium II dan medium III, maka semakin turun pula persyaratan persentase beras kepala dan derajat sosoh, serta semakin tinggi persentase cemaran yang diperbolehkan.

28.07.2017
BBPadi
3916

Kelas mutu premium merupakan mutu terbaik dimana karakternya ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95% dan beras patah maksimal 5% dengan derajat sosoh 100% dan kadar air beras maksimal 14%. Beras kepala didefinisikan sebagai butir beras yang minimal berukuran 0,8 bagian dari butir beras utuh. Sebaliknya, beras patah didefinisikan sebagai butiran beras dengan ukuran 0,2 – 0,8 bagian dari butir beras utuh. Jika butir patah itu lebih kecil dari 0,2 bagian dari butir beras utuh, maka butiran ini disebut dengan menir. Derajat sosoh didefinisikan sebagai banyaknya kulit ari (lapisan aleurone) beras yang terkelupas pada saat penyosohan.

28.07.2017
BBPadi
6430

Klasifikasi  benih padi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian dengan sub bagiannya yaitu Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) menempatkannya dalam 4 kelas, yaitu :

1. Benih Penjenis (BS / Breeder Seed / Label Kuning)

Benih penjenis (BS) adalah benih yang diproduksi oleh dan dibawah pengawasan Pemulia Tanaman yang bersangkutan atau Instansinya. Benih ini merupakan Sumber perbanyakan Benih Dasar.

2. Benih Dasar (FS / Foundation Seed / Label putih)

Benih Dasar (BD) adalah keturunan pertama dari Benih Penjenis. Benih Dasar diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat sehingga kemurnian varietas dapat terpelihara. Benih dasar diproduksi oleh Instansi/Badan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan produksinya disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi benih.

3. Benih Pokok (SS / Stock Seed / Label ungu)

Benih Pokok (BP) adalah keturunan dari  Benih Dasar yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga indetitas dan tingkat kemurnian varietas yang ditetapkan dapat dipelihara dan memenuhi standart mutu yang di tetapkan dan harus disertifikasi sebagai Benih Pokok oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

4. Benih Sebar (ES / Extension Seed / Label Biru)

Benih Sebar (BR) merupakan keturunan dari Benih Pokok yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, memenuhi standart mutu benih yang ditetapkan serta harus disertifikasi sebagai Benih Sebar oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

18.10.2016
BBPadi
17670

Berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah (sekitar 110 hari) dan (lebih dari 120 hari). Padi varietas lokal pada umumnya berumur dalam, sedangkan padi varietas unggul berumur genjah. Secara lebih rinci, umur tanaman padi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Dalam : > 151 hari setelah sebar (HSS)
  • Sedang : 125 - 150 HSS
  • Genjah : 105 - 124 HSS
  • Sangat Genjah : 90 - 104 HSS
  • Ultra Genjah : <90 HSS
27.09.2016
BBPadi
16178

Gejala kekurangan belerang adalah berupa khlorosis pada daun-daun muda, diikuti dengan menguningnya daun tua dan seluruh tanaman, pertumbuhan kerdil, jumlah anakan dan malai berkurang. Kekurangan belerang umumnya terjadi pada tanah yang kandungan bahan organiknya rendah, tanah reduktif, dan atau pH tinggi. Unsur S sebenarnya banyak hilang akibat pembakaran sisa-sisa tanaman. Oleh karena itu, jerami sebaiknya dikembalikan ke sawah. Dilokasi yang kahat S, pemakaian 50-100 kg ZA per hektar selang satu musim pertanaman, sudah memadai untuk hasil tinggi

09.07.2016
BBPadi
7027

Tanaman padi yang kekurangan unsur hara K sebagian akarnya membusuk, tanaman kerdil, daun layu/terkulai, pinggiran dan ujung daun tua seperti terbakar (daun berubah warna menjadi keuningan/orange sampai kecoklatan yang dimulai dari ujung dan terus menjalar ke pangkal daun, anakan berkurang, ukuran dan berat gabah berkurang. Tanaman yang kahat kalium juga lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit serta keracunan besi.

08.07.2016
BBPadi
6201

Gejala kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak, lama-kelamaan daun berwarna keungu-unguan, anakan sedikit, waktu pembungaan terlambat atau tidak rata, umur tanaman/panen lebih panjang, dan gabah yang terbentuk berkurang. Secara umum, P telah diidentifikasi sebagai unsur hara yang penting bagi kesehatan akar tanaman dan menambah ketahanan tanaman terhadap keracunan besi.

07.07.2016
BBPadi
4280

Tanaman yang mengalami kahat nitrogen memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kerdil dan menguning, daun lebih kecil dibandingkan daun tanaman sehat. Gejala umum kekurangan N pada tanaman muda adalah seluruh tanaman menguning, sedangkan pada tanaman tua gejalanya terlihat nyata pada daun bagian bawah (tua) yang berwarna hijau kekuning-kuningan hingga kuning. Selain itu, anakan yang dihasilkan berkurang dan terlambat berbunga, tetapi proses pemasakan lebih cepat sehingga kebernasan berkurang. Gabah dari malai yang dihasilkan juga berkurang.

06.07.2016
BBPadi
3913

Kerdil hampa disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyakit ini menghasilkan beberapa gejala malformasi pada daun seperti daun bergerigi (ragged) dan melintir (twisting). Daun tanaman sakit berwarna hijau tua. Malai dari tanaman yang sakit hanya keluar sebagian dan gabah yang dihasilkan hampa. Penyakit dikendalikan melalui pengendalian wereng coklat antara lain dengan penanaman varietas tahan.

05.07.2016
BBPadi
4155

Tanaman yang terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan yang berlebihan. Daun tanaman padi menjadi sempit, pendek, kaku, berwarna hijau pucat sampai hijau, dan kadang-kadang terdapat bercak karat. Tanaman yang terinfeksi biasanya dapat hidup sampai fase pemasakan tetapi tidak memproduksi malai. Stadia pertumbuhan tanaman yang paling rentan adalah pada saat tanam pindah sampai bunting. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng coklat dan tanaman inangnya haya padi. Cara pengendiannya dilakukan terhadap vektornya yaitu wereng coklat.

01.07.2016
BBPadi
4903
Halaman 1 dari 7

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini355
Hari Kemarin2384
Minggu ini14013
Bulan ini21678
Total Pengunjung1888892
Online saat ini
14

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi