Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Varietas Hipa Arize 86 dan Hipa 21 Lahir Setelah Melalui Penantian Lama

Varietas Hipa Arize 86 dan Hipa 21 Lahir Setelah Melalui Penantian Lama

29.01.2019
BBPadi
716

Varietas Hipa Arize 86 dan Hipa 21 Lahir Setelah Melalui Penantian Lama

29.01.2019
BBPadi
716

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan produksi padi dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor, dan mendukung swasembada beras.

Berbagai inovasi yang telah dihasilkan seperti teknologi budidaya hingga varietas unggul terbaik untuk meningkat produksi bahan pangan. Salah satu inovasi yang terus dikembangkan dan akhir-akhir ini berhasil lulus sidang pelepasan varietas salah satunya adalah varietas padi hibrida.

Pemulia Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Satoto dalam keterangannya menyampaikan alasan mengapa padi hibrida terus dikembangkan di Indonesia.

“Padi  hibrida semakin  hari semakin banyak  diminati dan  dicari  petani karena cocok ditanam di negara tropis seperti Indonesia dan hasil panennya juga lebih banyak dibandingkan dengan jenis padi unggul lain, serta bisa hidup di semualahan, baik kering maupun basah. Kalau kita tanya mengapa produksi padi relatif tinggi, jadi begini, padi hibrida merupakan produk persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik. Apabila tetua-tetua diseleksi secara tepat maka hibrida turunannya akan memiliki vigor dan daya hasil yang lebih tinggi dari kedua tetua tersebut”, terang Satoto yang sekaligus sebagai pemulia padi hibrida BB Padi.

Hingga tahun 2018 jumlah varietas unggul hibrida yang telah dilepas Kementerian Pertanian sebanyak 19 varietas dan pada awal tahun 2019 berhasil mengusulkan 2 varietas unggul hibrida dan lulus sidang pelepasan varietas yang telah dilaksanakan di Hotel Salak, Bogor (23/1).

Sementara itu, Dr. Priatna Sasmita selaku Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) dalam keterangan terpisah menjelaskan bahwa 2 varietas yang lulus sidang pelepasan tahun ini merupakan penantian panjang selama 5 tahun terakhir.

“Terakhir pelepasan varietas hibrida tahun 2013 adalah Hipa 18, Hipa 19, dan pada  tahun  ini  telah lulus sidang pelepasan dua  varietas  unggul  hibrida  baru yang dinamai   Hipa Arize 26 dan Hipa 21. Tentunya ini merupakan perjalanan panjang dalam kurun waktu 2013 – 2019”, jelas Kepala BB Padi. Lebih lanjut pihaknya berharap bahwa hibrida ke depan dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan produksi padi nasional melalui peningkatan produktivitas terhadap sebagian luas tanam padi di Indonesia.

"kedua varietas tersebut unggul dari segi produksi benih dan potensi hasil dantelah melalui perbaikan khususnya ketahanan hama dan penyakit, selain itu, varietas tersebut   mudah produksi benihnya sehingga diharapkan potensial untuk dikembangkan   dan menjadi peluang bagi pemerintah dan swasta Indonesia untuk bermitra dengan lembaga penelitian untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh semua pihak”, tambahnya.

Hipa Arize 86, merupakan rakitan yang sumber tetuanya berasal dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hipa Arize 86 memiliki umur 115 hss, hasil rata-rataGKG 9,54 t/ha dengan potensi hasil 12,08 t/ha. Varietas ini bereaksi agak tahan wereng coklat biotipe 1, 2, dan 3, memiliki ketahanan terhadap penyakit HDB patotipe III,  IV, dan VIII terutama pada fase vegetatif, serta bereaksi agak tahan terhadap penyakit Blas ras 073. Potensi produksi benih F1 yang dapat dihasilkan adalah 2,72 ton/ha. Hibrida ini memiliki mutu beras yang baik dengan tipe nasi pulen. Hibrida  ini akan dilisensi oleh  PT Bayer Indonesia untuk dikembangkan bersama menjadi varietas hibrida unggul nasional.

Sementara untuk Hipa 21, memilik umur 113 hss, hasil rata-rata GKG 8,99 t/hadengan potensi hasil 11,11 t/ha. Hibrida ini bereaksi agak tahan wereng coklat biotipe 1, memiliki ketahanan terhadap penyakit HDB terutama patotipe III pada fase vegetatif, serta bereaksi agak tahan terhadap penyakit Blas ras 073. Potensi produksi benih F1 yang dapat dihasilkan adalah 2,94 ton/ha. Hibrida ini memiliki mutu beras yang baik dengan tipe nasi pulen.

Produksi benih F1 dari 1,2 ton ke 2,94 ton adalah lompatan yang sangat besar yang dapat dicapai kurun waktu 6 tahun. Hasil benih hibrida yg tinggi akan berimplikasi pada harga benih lebih murah sehingga terjangkau oleh petani yg akhirnya akan dapat meningkatkan adopsi varietas padi hibrida.

Kebahagiaan terbesar dari seorang Pemulia Tanaman adalah ketika varietas yang berhasil dirakit dapat dimanfaatkan orang banyak dan berharap dapat menjadi bagian dalam peningkatan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. (Shr/YW)

Bagikan Konten

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1167
Hari Kemarin1436
Minggu ini4055
Bulan ini32002
Total Pengunjung2303503
Online saat ini
21

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi