Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Teknologi Tata Kelola Air Mikro Spesifik di Lahan Rawa

Teknologi Tata Kelola Air Mikro Spesifik di Lahan Rawa

19.08.2016
BBPadi
3075

Teknologi Tata Kelola Air Mikro Spesifik di Lahan Rawa

19.08.2016
BBPadi
3075

Pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya pertanian di lahan rawa pasang surut. Penyiapan Lahan padi pada sawah pasang surut sangat berbeda dengan lahan sawah irigasi, kendala usahatani padi pada lahan pasang surut lebih beragam, sehingga penyiapan lahan untuk budidaya memerlukan teknologi yang relatif berbeda. Penyiapan lahan dapat menerapkan teknologi tanpa olah tanah (TOT) dan traktor.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi rawa pada lahan sub optimal diperlukan pengelolaan lahan yang memperhatikan penerapan pengelolaan hara secara terpadu yang berdasarkan konsep pemupukan berimbang dan perbaikan tanah dalam jangka panjang. Pemanfaatan gerakan pasang dan surut untuk pengairan dan pengaturan (irigasi dan drainase) terhadap lahan sudah dikenal seiring dengan dibukanya rawa oleh petani dengan membuat saluran masuk menjorok dari pinggir sungai kea rah pedalaman yang disebut dengan parit kongsi.

Sistem pengairan dan pengaturan yang diterapkan petani memanfaatkan hanya satu saluran handil (tersier) untuk masuk dan keluarnya air disebut aliran dua arah (two follow system).

Komponen Teknologi

Komponen teknologi yang dapat diintroduksi dalam pengembangan usahatani padi pasang surut dalam pelaksanaannya, tidak semua komponen teknologi dapat diterapkan sekaligus, terutama di lokasi yang memiliki masalah yang spesifik.

Namun ada enam komponen teknologi yang dapat diterapkan bersamaan (compulsory technology) sebagai penciri pendekatan melalui PTT, yaitu: 1) varietas unggul baru yang sesuai di lokasi setempat; 2) benih bermutu; 3) tata air mikro, 4) jumlah bibit 1-3 bibit per lubang dengan sistem tegel 25 cm x 25 cm, atau sistem legowo 2:1, atau 4:1, atau dengan sistem tabela, 5) pemberian urea granul/tablet dosis 200 kg/ha, pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah (PUTR). Ameliorase lahan dengan memberikan 1-2 t/ha kapur pertanian, dan 6) PHT (Badan Litbang, 2013).

Tata kelola air di lahan rawa pasang surut merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas air yang masuk ke saluran tersier atau petakan sawah tergantung pada kualitas air pada saluran sekunder. Pada pola aliran satu arah (one follow system), yaitu dengan menentukan secara terpisah antara saluran masuk dan keluar dengan memasang pintu air (flapgate) pada masing-masing muara saluran sehingga terjadi aliran searah diperoleh hasil padi yang lebih tinggi dibanding dengan aliran dua arah.  Pada dasarnya pengaruh tata air pada skala mikro dipengaruhi oleh kondisi pengaturan air pada skala makro.

Pengelolaaan dan penerapan teknologi yang tepat, lahan rawa yang termasuk lahan sub optimal dengan tingkat kesuburan rendah dapat dijadikan sebagai lahan pertanian produktif. Dimana tingkat produktivitas tanah lahan rawa umumnya rendah, hal ini disebabkan oleh tingginya kemasaman tanah (pH rendah) serta kelarutan Fe (besi), Al (aluminium), dan Mn (mangan) dan rendahnya ketersediaan unsur hara terutama P dan K serta kejenuhan basa yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (D. Nursyamsi dan M. Alwi. 2012).

Takaran bahan amelioran secara tepat selain tergantung kepada kondisi lahan terutama pH tanah dan kandungan Al, Fe, SO4, dan H+, juga tanaman yang ditanam. Selain itu pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya pertanian di lahan rawa pasang surut.  Genangan air di lahan rawa berfluktuasi dan sulit diprediksi sampai saat ini baik tata air mikro maupun mikronya belum dapat dikendalikan

Pengelolaan tata air mikro merupakan faktor penting untuk memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produktivitas lahan rawa.  Hasil penelitian pola aliran satu arah (one follow system) dengan menentukan secara terpisah antara saluran masuk dan keluar diperoleh hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan aliran dua arah. Teknologi tata air mikro padi rawa pasang surut yang sinergis dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi di lahan rawa pasang surut.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini573
Hari Kemarin1214
Minggu ini1787
Bulan ini17113
Total Pengunjung2515982
Online saat ini
13

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi