Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

06.09.2017
BBPadi
2523

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

06.09.2017
BBPadi
2523

Umumnya pemberian air padi sawah irigasi adalah dengan digenangi terus menerus sehingga sangat boros, penggunaan air berkisar antara 11.000-14.000 m3/ha pada musim kemarau (MK) dan 8.000-10.000 m3/ha pada musim hujan (MH).

Penghematan air sawah irigasi diprioritaskan pada musim kemarau di aliran irigasi yang biasanya rawan kekeringan. Adapun alternatif strategi yang bisa dilakukan adalah pemilihan varietas dan metode pengelolaan air  dengan metode macak-macak, intermittent/ berselang, dan alternasi pengairan basah kering (PBK). Dengan cara ini areal sawah yang dapat diairi pada musim kemarau menjadi 2 kali lebih luas.

Prinsip teknologi hemat air adalah mengurangi aliran yang tidak produktif seperti rembesan, perkolasi, dan evaporasi, serta memelihara aliran transpirasi. Hal tersebut bisa dilaksanakan mulai saat persiapan lahan, tanam, dan selama pertumbuhan tanaman.

Umur varietas padi sawah berpengaruh terhadap tingkat konsumsi air. Makin pendek atau genjah (90-100 hari) umur tanaman padi, makin sedikit total konsumsi air bila dibanding dengan varietas padi sawah berumur lebih panjang (>125 hari).

Ciri varietas padi sawah yang relatif toleran terhadap kekurangan air adalah bisa ditanam pada lahan sawah dan kering seperti Inapri 10 laeya, Inpari 11, Inpari 12, Inpari 13, Inapri 19, Inpari 20, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inapri 40 Tadah Hujan Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan Agritan.

Penerapan pemanfaatan air irigasi bervariasi antara satu wilayah irigasi dengan wilayah irigasi lain karena perbedaan karakteristik distribusi curah hujan, kondisi infrastruktur jaringan irigasi, tingkat kerawanan kekeringan, parameter fisika tanah, hidrologi lahan, teknik budidaya, cara pengairan dari petak ke petak, dan organisasi pemakai air.

Pengaturan air yang efisien dapatmeningkatkan intensitas tanam, mengurangi kebutuhan debit air 15 harian, dan mengurangi dampak kekeringan melalui pengairan basah kering dan pengairan berselang. (Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini419
Hari Kemarin930
Minggu ini419
Bulan ini15803
Total Pengunjung2624806
Online saat ini
7

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi