Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

11.04.2018
BBPadi
2429

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

11.04.2018
BBPadi
2429

Pemupukan merupakan faktor produksi penting dalam pembangunan pertanian. Perkembangan teknologi informasi yang cepat harus dimanfaatkan untuk membuat alat deteksi hara yang presisi sekaligus dapat memberikan rekomenasi pemupukan. Demikian Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. A. M. Syakir menyatakan pada pembukaan Workshop on Proximal Soil Sensing for Fertilizers Recommendation tadi siang di Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor.

Workshop ini adalah tindak lanjut kerjasama antara Badan Litbang Pertanian dengan The University of Sydney, Australia. Tujuan dari kerjasama ini adalah menghasilkan sebuah prototype soil tester menggunakan sensor proximal yang dapat memberikan rekomendasi pemupukan. Saat ini kita fokus ke komoditas padi, jagung, dan kedelai. Demikian Kepala BBSDLP Prof Dedi Nursyamsi menegaskan.

Dr. Edward Jones pakar sensor dr The Univ.  of Sydney mengatakan bahwa sensor tanah proximal merupakan alat deteksi hara tanah yang memiliki akurasi sebanding dengan hasil analisis laboratorium. Selanjutnya alat ini bisa dihubungkan dengan aplikasi rekomendasi pemupukan sehingga dapat memberikan rekomendasi pemupukan secara cepat, tepat, dan murah.

Perangkat uji tanah cepat  sangat dibutuhkan saat ini dan menjadi tantangan Badan Litbang Pertanian untuk mewujudkannya. Analisis tanah di laboratorium membutuhkan biaya mahal, waktu antri lama,  dan menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Dengan demikian maka perangkat uji tanah yang menggunakan sensor tanah proximal ini merupakan terobosan teknologi yang dapat menghemat biaya dan waktu serta aman bagi pemakainya. Demikian Kepala Balai Penelitian Tanah Dr Husnain menjelaskan.

Jones menambahkan bahwa teknologi canggih ini menggunakan sensor Near Infrared. Hasil penelitian The University of Sydney menunjukkan bahwa penggunaan sensor tanah proximal dengan gelombang elektromagnetik Visible Near Infra-Red Spectroscopy (VisNIR) pada panjang gelombang 500-2500 nanometer   memiliki korelasi sangat baik dengan parameter sifat tanah, yaitu: pH, KTK, C-organik, total N, P dan K serta tekstur tanah. Sehingga teknologi ini dapat menganalisis tanah secara langsung ex situ di lapangan ataupun juga di laboratorium.

Lebih lanjut Jones menjelaskan bahwa sifat kimia tanah tidak mudah dideteksi sebagaimana sifat kimia air. Analisis sifat kimia air dapat dilakukan dengan pendekatan sifat elektrolit, sedangkan sifat kimia tanah memiliki banyak faktor yg mengganggu. Selain itu analisis tanah yang penting adalah terhadap kandungan hara tersedia yang merupakan representasi hara yang dapat diserap tanaman.   

Hingga saat ini belum ada alat yang mampu mendeteksi unsur hara dalam tanah sebagaimana hara yang diserap tanaman. Namun setelah ditemukannya sensor cerdas seperti Vis NIR yang memiliki ketepatan tinggi maka alat ini dapat menjadi solusi untuk memberikan rekomendasi pemuoukan dengan cepat tepat dan murah. Selain itu alat ini juga bisa mempercepat updating data peta tanah dan berbagai kebutuhan informasi terkait tanah dan lahan.

Insya Alloh prototype perangkat uji tanah dengan sensor tanah proximal segera release, sekitar bulan Juni tahun ini. Saat ini alat tersebut sedang dikalibrasi dengan menggunakan berbagai jenis tanah Indonesia. Nantikanlah kehadiran Soil Tester dengan Smart Sensor untuk kejayaan pertanian Indonesia.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini757
Hari Kemarin841
Minggu ini757
Bulan ini14222
Total Pengunjung2454784
Online saat ini
10

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi