Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Perkembangan Hama dan Penyakit Utama pada Padi Ratun

Perkembangan Hama dan Penyakit Utama pada Padi Ratun

01.06.2016
BBPadi
5094

Perkembangan Hama dan Penyakit Utama pada Padi Ratun

01.06.2016
BBPadi
5094

Tingginya kebutuhan akan peningkatan intensitas panen, yaitu salah satunya dengan meningkatkan IP (indeks panen) melalui budidaya padi ratun, diharapkan dengan satu kali tanam dapat dipanen lebih dari satu kali. Budidaya padi salibu yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari sistem ratun dapat memacu peningkatan produksi padi. Di lain pihak, pertanaman padi ratun merupakan media yang cocok bagi perkembangan populasi serangga (penggerek, wereng) selama off season  dan menjadi inang bagi kelanjutan populasi serangga.

Selain itu penggunaan varietas yang digunakan menjadi padi ratun harus memiliki ketahanan terhadap serangga untuk menekan penggunaan insektisida. Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan padi salibu perlu dikaji, termasuk tentang pengendalian hama/penyakit yang sesuai atau dianjurkan.Penelitian ini bertujuan untuk memantau perkembangan populasi hama dan penyakit utama padi pada pertanaman padi ratun sistem salibu.

Penelitian di lakukan di lapangan, Perlakuan adalah 1) pengendalian dengan interval 5 hari; 2)  pengendalian interval 10 hari; 3)  pengendalian berdasarkan ambang ekonomi dengan insektisida berbahan aktif bpmc, sipermetrin, sihalotrin, buprofezin untuk wereng cokelat, klorantiniprol, dimehipo, karbofuran, abamektin untuk penggerek. dan 4) pengendalian berdasarkan ambang ekonomi dengan insektisida berbahan aktif pymetrozin dan dinotefuran untuk wereng cokelat, dan spinoteram untuk penggerek.

Hasil penelitian menunjukkan hama utama yang terdapat pada pertanaman salibu adalah penggerek batang padi kuning, wereng cokelat dan tikus. Hama pada pertanaman salibu antara lain penggerek padi kuning, wereng coklat, wereng punggung putih, dan kepinding tanah. Wereng coklat mendominasi hampir pada semua pertanaman salibu. Jenis varietas berpengaruh terhadap populasi hama. Interval aplikasi insektisida berpengaruh terhadap populasi hama dan populasi predator terutama untuk interval aplikasi insektisida 5 hari.

Penyakit tanaman padi yang ditemukan di lahan sawah irigasi pada ratun sistem salibu yaitu busuk batang Helmithosporium sigmoideum, hawar pelepah Rhizoctonia solani, bercak daun Cercospora oryzae, hawar daun bakteri (HDB) Xanthomonas oryzae pv. oryzae, dan Bacterial Leaf Streak (BLS).

Hasil pengamatan mulai dari tanaman utama hingga pertanaman salibu ketiga menunjukkan varietas berpengaruh nyata terhadap keparahan beberapa penyakit padi, sedangkan interval aplikasi pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap keparahan semua penyakit padi. Tidak terjadi interaksi antara varietas dengan aplikasi pestisida terhadap keparahan penyakit padi. Penyakit yang dominan menyerang tanaman utama pada fase vegetatif yaitu busuk batang dan BLS, sedangkan pada fase generatif adalah busuk batang, bercak daun Cercospora (BDC), HDB, dan BLS.

Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu pertama pada fase vegetatif yaitu ragged stunt dan busuk batang, sedangkan pada fase generatif sama dengan penyakit yang menyerang tanaman utama pada fase generatif. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu kedua pada fase vegetatif yaitu ragged stunt, sedangkan penyakit yang paling banyak ditemukan pada fase generatif yaitu hawar pelepah. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu ketiga pada fase vegetatif dan generatif yaitu grassy stunt.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini492
Hari Kemarin1261
Minggu ini2967
Bulan ini18293
Total Pengunjung2517162
Online saat ini
11

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi