Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Perakitan Varietas Tahan Tungro Sebagai Komponen Paling Efektif Pengendalian Tungro

Perakitan Varietas Tahan Tungro Sebagai Komponen Paling Efektif Pengendalian Tungro

28.03.2016
BBPadi
5850

Perakitan Varietas Tahan Tungro Sebagai Komponen Paling Efektif Pengendalian Tungro

28.03.2016
BBPadi
5850

Penggunaan varietas tahan merupakan komponen yang paling efektif dalam usaha pengendalian tungro, penggunaan varietas tahan bahkan efektif pada berbagai ekosistem di Indonesia. Varietas tahan penyakit tungro diklasifikasikan: (a) tahan terhadap wereng hijau sebagai penular (vektor) patogen dan (b) tahan terhadap virus yang merupakan patogen penyebab penyakit tungro. Namun demikian, varietas tahan tidak direkomendasikan ditanam terus-menerus pada areal yang sama karena dapat meningkatkan tekanan seleksi vektor dan memungkinkan berkembangnya wereng hijau biotipe baru. Penggunaan varietas tahan walaupun terserang tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga dapat menghasilkan secara optimal.

Perakitan variertas tahan memerlukan keragaman gen ketahanan baik terhadap vektor ataupun virusnya itu sendiri.  Keragaman ketahanan genetik varietas akan meningkatkan ketahanan varietas, menurunkan tekanan seleksi wereng hijau dan virus tungro, serta mencegah terjadinya epidemik penyakit tungro.

Pengembangan varietas saat ini lebih ditekankan pada perakitan varietas tahan virus terutama Rice Tungro Spherical Virus (RTSV) karena dapat menghambat penyebaran Rice Tungro Bacilliform Virus(RTBV) oleh wereng hijau, sehingga tidak terjadi infeksi ganda.  Penanaman varietas tahan RTSV yang dipadukan dengan eradikasi sumber inokulum tungro dan penggunaan antifi dan dapat mengeliminasi RTSV. Epidemik tungro dapat dicegah jika perkembangan RTSV terhambat dengan adanya varietas tahan RTSV karena penularan virus tungro bergantung pada keberadaan RTSV di pertanaman. Keberadaan varietas dengan gen ketahanan yang sama di suatu wilayah akan mempercepat tekanan seleksi vektor jika tidak dilakukan pengaturan pola tanam melalui rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup vektor.

Pada saat ini terdapat beberapa varietas tahan tungro yang telah beredar di Indonesia diantaranya yaitu Tukad Petanu, Tukad Balian, Tukad Unda, Bondoyudo, Kalimas, Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 serta Inpari 9 Elo.  Dari sekian banyak varietas tahan tungro, tiga varietas terakhir dirilis tahun 2009 merupakan kerjasama Lolittungro dengan BB Padi. Ketiga varietas tahan tungro tersebut selain memiliki keunggulan dari segi ketahanan terhadap penyakit tungro juga memiliki rasa serta tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa diatas 20%.

Pada tahun 2014 Badan Litbang Pertanian melalui Lolittungro dan BB Padi telah melepas varietas baru padi tahan tungro dengan nama Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang.  Selain memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro, kedua varietas juga memiliki ketahanan terhadap penyakti Blas pada beberapa golongan/ras.

Penggunaan varietas-varietas diatas secara efektif dapat mengendalikan penyebaran penyakit tungro dengan mempertimbangkan kesesuaian varietas pada setiap daerah.

Loka Penelitian Penyakit Tungro melaksanakan penelitian ketahanan tanaman terhadap tungro, melaksanakan rangkaian kegiatan dalam perakitan varietas mulai dari pembentukan gen pool sebagai populasi dasar untuk diseleksi ketahananya secara genotipik dan fenotipik. Populasi dasar materi berupa galur-galur introduksi dari IRRI atau lembaga lain seperti BB Padi. Proses seleksi diawali dengan screening, dengan metode pedigree (silsilah) dengan melihat fenotipik padi tahan terhadap serangan tungro serta memiliki performa yang baik secara agronomis.

Proses seleksi screening merupakan hal penting dalam menghasilkan varietas tahan suatu penyakit. Hasil seleksi dilanjutkan dengan proses observasi ketahanan terhadap beberapa isolat virus tungro dan wereng hijau, kemudian evaluasi daya hasil untuk pelepasan varietas yang terdiri dari uji daya hasil pendahuluan (UDHP), uji daya hasil lanjutan (UDHL) dan uji multi lokasi (UML).

Melalui uji daya hasil diharapkan dapat teridentifikasi galur-galur harapan padi tahan tungro yang memiliki daya hasil dan adaptasi terhadap lingkungan tumbuh yang luas maupun lingkungan tumbuh yang spesifik (aspek  iklim, jenis tanah, kondisi cekaman biotik dan abiotik).

Galur-galur yang memiliki potensi hasil tinggi dan memiliki daya adaptasi yang baik selanjutnya akan diajukan sebagai calon varietas.

Sumber: Loka Penelitian Penyakit Tungro

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini231
Hari Kemarin1629
Minggu ini1860
Bulan ini36265
Total Pengunjung2708073
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi