Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Minapadi Ikan Nila dan Udang Galah Disela Padi Jajar Legowo

Minapadi Ikan Nila dan Udang Galah Disela Padi Jajar Legowo

11.07.2019
Suharna
758
Dr. Suprihanto (Kabid KSPHP BBPadi) bersama Carlos Lisbon Sirait, S.Pi., MM (Kabid BBPBAT Sukabumi) secara simbolis menebarkan bibit ikan nila dan udang galah pada lahan minapadi jajar legowo. Kebun Percobaan Sukamandi, 09.07.2019 (Foto: BBPadi Media)
Dr. Suprihanto (Kabid KSPHP BBPadi) bersama Carlos Lisbon Sirait, S.Pi., MM (Kabid BBPBAT Sukabumi) secara simbolis menebarkan bibit ikan nila dan udang galah pada lahan minapadi jajar legowo. Kebun Percobaan Sukamandi, 09.07.2019 (Foto: BBPadi Media)

Minapadi Ikan Nila dan Udang Galah Disela Padi Jajar Legowo

11.07.2019
Suharna
758

Sejak tahun 2018 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) menginisiasi kembali kerjasama program minapadi. Dimulai dari program INTAN-AP PANDU (Inovasi Teknologi Adaptif Perikanan Minapadi Air Payau Padi Udang Windu) dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada program ini BBPadi berkontribusi dalam mengintegrasikan Varietas Inpari 34 dan 35 yang memiliki toleransi terhadap lingkungan tumbuh dengan tingkat salinitas sampai 12 ds/m pada fase vegetative. Sifat toleran VUB Inpari 34 dan 35 ini penting mengingat lingkungan tumbuh optimal untuk udang windu adalah air payau. Selain itu Tim Peneliti BBPadi juga khusus mengawal pertanaman padi sampai panen. Hasil tahun 2018 menunjukkan keberhasilan dalam hal optimasi budidaya, sehingga kerjasama berlanjut sampai 2019, yang memasuki tahun kedua.

Dengan program yang berbeda, KKP melalui salah satu UPT Ditjen Perikanan Budidaya, yaitu Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi bekerjasama dengan BBPadi dalam program budidaya ikan nila dan udang galah sistem minapadi jajar legowo di areal Kebun Percobaan Sukamandi.

Kesepakatan kerjasama ditandai dengan kegiatan penebaran ikan nila dan udang galah dengan jumlah total benih udang galah (juvenile) 50.000 ekor dan benih ikan nila (2-3 cm) 100.000 ekor, serta udang galah tokolan 12.000 ekor dan ikan nila (12-15 cm) 5.000 ekor di lahan percobaan seluas 2 (dua) hektar yang terbagi menjadi 36 plot petak percobaan. Tebar udang secara simbolis dilakukan oleh Dr. Suprihanto selaku Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) mewakili Kepala BBPadi bersama dengan Kepala Bidang Uji Terap Teknik dan Kerjasama BBPBAT, Carlos Lisbon Sirait, S.Pi., MM., mewakili Kepala BBPBAT di Sukamandi, Selasa, (9/7/19)

“Kami bersama-sama dengan BBPadi merekayasa lahan dengan teknologi perikanan tepat guna, yakni minapadi ikan nila dan udang galah dengan sistem tanam padi jajar legowo 2:1 dan 4:1, tentu hal ini dimaksudkan untuk mengkaji nilai usaha tani sekaligus optimalisasi potensi lahan sawah irigasi” demikian ungkap Carlos Sirait dalam keterangan singkatnya. Carlos juga sangat mengapresiasi sambutan BBPadi dalam menyediakan lahan, Tim Peneliti serta Varietas Padi yang tepat dalam program ini.

Masih di tempat yang sama, Suprihanto menegaskan, sejauh ini teknik tanam padi dengan cara tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1, terbukti dapat meningkatkan produksi padi hingga 30%, sehingga dengan sistem tanam legowo bisa memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi legowo). Hasil ikan yang diperoleh diharapkan mampu menutup sebagian biaya usaha tani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Penegasan ini melengkapi keterangan Carlos Sirait disela-sela acara tabur ikan.

Tim Perekayasa dan Peneliti kedua institusi menjelaskan bahwa pada sistem ini ikan nila dan udang galah dipelihara secara bersamaan dengan padi varietas Inpari 33 yang memiliki keunggulan tahan terhadap Wereng Batang Coklat serta penyakit hawar daun bakteri Patotype III. Perlakuan-perlakuan yang diterapkan meliputi sistem minapadi jajar legowo 2:1 dan 4:1, pembesaran ikan nila dan udang galah sistem minapadi jajar legowo 2:1 dan 4:1, dan pembenihan ikan nila dan udang galah jajar legowo 2:1 dan 4:1. Semua perlakuan ini ditujukan untuk mengetahui pertumbuhan ikan (panjang dan bobot), data pertumbuhan padi, data produksi, parameter kualitas air dan tanah, mutu gizi beras, mutu nutrisi ikan dan udang, residu merkuri dan organofosfat serta yang paling penting, analisis kelayakan usaha taninya.

BBPadi melibatkan Tim peneliti dari berbagai disiplin ilmu (Pemuliaan, Agronomi, hama penyakit, dan Sosial Ekonomi) dalam medampingi program kegiatan tersebut. Tujuannya, agar budidaya minapadi yang menggunakan aplikasi pupuk serta obat-obatan kimia dalam jumlah yang minimal dapat tetap memberikan hasil yang maksimal.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Priatna Sasmita mengakui bahwa minapadi sebenarnya bahwa konsep minapadi bukanlah hal yang baru, namun baru beberapa tahun ini muncul sebagai kegiatan kerjasama antara dua Kementerian, Pertanian serta Kelautan dan Perikanan. Hal ini sangat baik sehingga hasil yang didapat nantinya benar-benar layak untuk dsebarluaskan kepada petani.

“Ini program yang sangat bagus karena Kementan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa sama-sama meng-upgrade teknologi yang sudah dikenal sebelumnya serta menunjukkan adanya kesinambungan inovasi yang dulu pernah dikenalkan pada masyarakat”, jelas Kepala BBPadi

“Model pengelolaan lahan sawah dengan menerapkan pola penanaman padi dan ikan secara bersamaan pada satu lahan, maka hasil yang kita peroleh-pun ada dua hal, yaitu ikan dan padi, artinya sumber pangan karbohidrat dan protein sekaligus. Diharapakan keuntungan yang akan diperoleh berasal dari hasil penanaman padi dan juga dari hasil penanaman ikan”, tegasnya.

“Mudah-mudahan Kementan dan KKP terus bersinergi untuk berinovasi mengembangkan program-program seperti ini agar keberadaannya tidak statis dan bisa termanfaatkan dengan baik”, terang Priatna. (Shr/Tin)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini7598
Hari Kemarin2422
Minggu ini10020
Bulan ini38239
Online saat ini
117

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi