Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Menanam Padi Tanpa Media Tanah, Mungkinkah?

Menanam Padi Tanpa Media Tanah, Mungkinkah?

03.06.2020
BBPadi Media
1151

Menanam Padi Tanpa Media Tanah, Mungkinkah?

03.06.2020
BBPadi Media
1151

Tren urban farming kian menjadi idola dikalangan masyarakat perkotaan bahkan sudah menjadi gaya hidup urban. Awalnya kegiatan cocok tanam di lingkungan rumah perkotaan ini terbatas pada sayur-sayuran atau tanaman buah semusim lainnya, namun seiring berjalannya waktu, padi sudah dilirik menjadi komoditas andalan konsep ini.

Gejala alih fungsi lahan sawah yang semakin tak terkendali, ditambah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat seiring peningkatan populasi di Indonesia, maka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan budidaya padi di luar lahan sawah. Untuk saat ini, tentu saja hal tersebut menjawab tantangan bahwa setiap satuan unit keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.  

Berawal dari komunitas Bengkel Mimpi di Pagelaran Malang yang memperkenalkan secara masif Budidaya Padi dengan konsep Hidroganik yang merupakan usaha padi organik dengan dengan memadukan pola budidaya padi dan ikan secara terpadu dan menggunakan pendekatan organik untuk manajemen haranya hanya dari pakan ikan.

Tim Family Farming Taman Sains dan Teknologi Padi melakukan pendekatan yang sedikit berbeda terhadap manajemen hara yang diberikan. Nutrisi yang disediakan tidak hanya berasal dari pakan ikan namun dengan tetap menambahkan kebutuhan hara makro (N, P, dan K) yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan padi serta aplikasi kapur untuk mengontrol kestabilan pH dalam air. 110 kg/ha N, 36 kg/ha P2O5 dan 60 kg/ha K2O yang dikonversikan per satu luasan unit sistem hidroponik (6 m2) dan diaplikasikan dalam 10 minggu serta 2 karung kapur pertanian dimasukkan ke dalam kolam ikan secara bertahap. Pupuk dilarutkan dalam 4800 ml air dan diaplikasikan ke tanaman per minggunya.

Media yang digunakan untuk ‘menanam’ padi menggunakan konsep Hidroponik ini adalah  sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 serta ijuk kelapa untuk pinggiran netpot guna menopang media supaya tidak larut terbawa air. Budidaya ikan yang diintegrasikan dengan padi pada metode ini menggunakan jenis ikan mujaer dan nila merah yang relatif tahan terhadap penggunaan pupuk kimia. Pakan ikan yang diberikan setiap hari secara tidak langsung memberikan tambahan hara untuk tanaman padi.

Perkembangan tanaman cukup menggembirakan. Anakan produktif terbentuk dengan optimal. Penggunaan pestisida nabati untuk penanggulangan hama dan penyakit diharapkan mengurangi aplikasi kimiawi pada metode budidaya ini.

Zaman terus berjalan, teknologi baru pun bermunculan. Budadiya padi tanpa menggunakan media tanah bukan lagi menjadi kemustahilan. Krisis ruang terbuka akan semakin nyata, apalagi bonus demografi yang akan didapatkan Indonesia di tahun-tahun mendatang, menyebabkan generasi muda dapat berkecimpung pada lahan tanpa sawah, yang tidak kotor, modern, hasil optimal dan tentu saja tetap ramah lingkungan.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1295
Hari Kemarin1602
Minggu ini4435
Bulan ini12471
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi