Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Lahan Ladang untuk Padi Gogo

Lahan Ladang untuk Padi Gogo

10.01.2017
BBPadi
4114

Lahan Ladang untuk Padi Gogo

10.01.2017
BBPadi
4114

Pengolahan tanah harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan di olah. Lahan yang akan diolah tergantung kepada tipe penggunaannya. Lahan-lahan tersebut  dapat meliputi :

  1. lahan perladangan berpindah (shifting cultivation).  Hutan atau semak belukar ditebang dan dibakar lalu ditanami.  Setelah 2-3 tahun kesuburan tanahnya menurun,  lahan tersebut ditinggalkan untuk menghutan kembali. Adapun petani peladang akan berpindah kelain tempat dengan cara yang sama seperti penggarapan awal. Bila siklus perpindahan dapat berlangsung dengan waktu yang cukup lama (diatas 20 tahun) mungkin tidak apa-apa, tetapi bila siklusnya sempit atau kurang dari 5 tahun, ekosistim akan menjadi kritis bahkan menjadi gundul atau menjadi padang alang-alang.
  2. lahan perladangan berpindah modern (modern shifting cultivation/MSC ), lahan perladangan ini dilakukan pada lahan hutan tanaman industri (HTI) atau tanaman perkebunan yang secara periodik ada peremajaan. Sebelum lahan ditanami tanaman hutan industri atau perkebunan maka lahan tersebut dapat ditanami padi gogo atau palawija lainnya.
  3. lahan perladangan sistem tumpangsari (intercultur) yaitu kelanjutan dari MSC yang lahannya telah ditanami tanaman hutan industry seperti: Jati, rasamala, mahoni, Akasia, dll atau tanaman perkebunan seperti: kelapa dalam, kelapa sawit, karet, dll) yang dalam proses peremajaan. Sistem tumpangsari dapat dilakukan sampai tanaman hutan industri atau perkebunan berumur 3 sampai 4 tahun atau naungan tanaman pokok sampai menutup 50%.
  4. lahan perladangan tetap (permanent cultivation). Merupakan lahan ladang yang tetap ditanami padi gogo atau palawija lainnya secara tradisional.

Pengolahan tanah untuk padi gogo tergantung tipe lahan kering yang akan dikelola.  Pada areal perladangan tetap dan areal tumpangsari, pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunanakan herbisida, alat sederhana sampai mesin pertanian.  Pada lahan perladangan berpindah dan perladangan berpindah modern pengolahan tanah hanya dapat dilakukan dengan herbisida dan alat sederhana seperti cangkul.  Pengolahan tanah yang paling baik adalah digarpu saat musim kering (kemarau), sehingga tanah bagian atas dibalik dan akar-akar atau rizome gulma seperti alang-alang diangkat. 

Pengolahan tanah dengan garpu untuk membalik tanah di musim kering akan sangat menguragi pertumbuhan gulma, bahkan gulma tidak dapat tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam.  Bila gulma tidak tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam, pertanaman padi gogo tidak perlu disiang karena tanaman sudah menutup.

Untuk memudahkan cara pengendalian gulma sebaiknya menggunakan sistem tanam jajar legowo {(20 x 10) x 30} cm. Pada bagian lorong yang luas (30 cm penyiangan gulma dapat menggunakan cangkul dan pada bagian yang sempit (20 cm) dapaty menggunakan koret. Pada bagian yang sempit juga dapat digunakan untuk larikan pupuk dasar dan susulan petama. Selanjutnya tanaman cepat menutup dan penyiangan susulan hanya pada lorong yang lebar.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini924
Hari Kemarin859
Minggu ini924
Bulan ini23697
Total Pengunjung2632700
Online saat ini
8

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi