Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Kupas Tuntas si Kumbang Coleoptera, Hama Perusak Gabah dan Beras di Gudang

Kupas Tuntas si Kumbang Coleoptera, Hama Perusak Gabah dan Beras di Gudang

21.11.2019
BBPadi Media
515
Foto: https://www.flickr.com/photos/coleoptera-us/32875109665
Foto: https://www.flickr.com/photos/coleoptera-us/32875109665

Kupas Tuntas si Kumbang Coleoptera, Hama Perusak Gabah dan Beras di Gudang

21.11.2019
BBPadi Media
515

Siapa yang tidak kenal kutu beras? Yup hampir semua orang menyebut hama kecil dan hitam di tumpukan beras sebagai kutu beras. Padahal secara taksonomi hama tersebut bukan dari ordo kutu-kutuan baik kutu rambut (Phthiraptera) maupun kutu kucing (Siphonaptera).

Jadi siapakah sebenarnya si ‘kutu beras’ ini?

Kutu beras adalah jenis serangga dari ordo Coleoptera yang berarti sayap terselubung, sepasang sayap membrannya tertutupi oleh sayap keras (elytra) serupa cangkang.

'Kutu beras’ masih satu kelompok dengan kumbang cocci (lady bird), tomcat, kumbang kelapa, dan serupa itu. Kumbang atau serangga hama gudang yang secara langsung makan dan berkembang biak pada beras dan gabah disebut sebagai hama gudang primer.

Mereka adalah Rhyzoperta, Sitophilus, Cryptolestes, Oryzaephilus, Tribolium, Sitotroga. Khusus Sitotroga sendiri termasuk ke dalam kelompok ngengat (Lepidoptera). Kelima kumbang di atas, baik larva maupun imago, memakan langsung beras atau gabah dari luar. Berbeda dengan kumbang, hanya larva ngengat yang mengrogoti beras atau gabah dari dalam.

Serangga hama gudang tersebut akan berkembang pesat pada kondisi optimum, antara lain suhu hangat (± 26 °C) dan kondisi lembap (RH di atas 70%). Pengelolaan gudang yang baik dapat menghambat perkembangbiakan hama ini.

Berikut adalah rekomendasi pengelolaan gudang dan pengendalian hama gudang :

1. Kadar air beras/gabah kurang dari 14%;
2. Gunakan palet pada dasar tumpukan karung;
3. Beri jarak antara dinding dan tumpukan karung minimal 70 cm;
4. Mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan agar suhu gudang kurang dari 26 °C dan kelembapan gudang kurang dari 70%, direkomendasikan menggunakan AC atau dehumidifier atau exhaust fan;
5. Sanitasi gudang, baik ketika gudang kosong maupun terisi;
6. Monitoring secara berkala untuk menentukan pengendalian secara kimiawi.

Pengelolaan gudang yang tepat, maka perkembangan kutu beras dapat dihambat.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini866
Hari Kemarin1089
Minggu ini9030
Bulan ini18839
Online saat ini
11

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi