Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Kementan Siap Kembangkan Alat Olah, Tanam dan Panen Dengan Penerapan Teknologi 4.0

Kementan Siap Kembangkan Alat Olah, Tanam dan Panen Dengan Penerapan Teknologi 4.0

31.08.2019
Suharna
410
Alsin panen padi terintegrasi dengan olah tanah (Foto: BBPadi Media)
Alsin panen padi terintegrasi dengan olah tanah (Foto: BBPadi Media)

Kementan Siap Kembangkan Alat Olah, Tanam dan Panen Dengan Penerapan Teknologi 4.0

31.08.2019
Suharna
410

Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Untuk mempercepat target tersebut perlu modernisasi pertanian yang salah satu cara adalah melalui penerapan Teknologi 4.0 di bidang pertanian. Demikian dinyatakan oleh Direktur Alsintan Kementan, Andi Nur Alam Syah, saat meninjau aplikasi teknologi alsintan di areal pertanaman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi), pada hari Sabtu, (31/8/2019).
 
“Kerangka Teknologi 4.0 di bidang pertanian dikemas dalam bentuk Mekanisasi 4.0 yang sekaligus menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 disegala bidang. Kementerian Pertanian sejak tahun 2018 telah memulai riset dan perekayasaan terkait teknologi alat dan mesin pertanian yang berbasis IoT (Internet of Thing), Cyber-physical System, dan Management Information System”, jelas Andi Nur Alam.
 
Disisi lain Ia menjelaskannya  bahwa beberapa karya Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian 4.0 diantaranya telah dihasilkan alsintan, antara lain; 1) Drone penebar benih padi, 2) Robot Tanam Padi, 3) Autonomous tractor, dan 4) Mesin panen plus olah tanah yang terintegrasi. Keempat alsintan tsb saat ini bisa menjadi solusi petani Indonesia dalam melakukan usahatani moderen, seperti yang tengah dicoba di BB Padi.


 
Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Agung Prabowo, dalam keterangannya menambahkan bahwa Mekanisasi 4.0 dalam waktu tidak lama lagi siap dikembangkan di tingkat petani. Sebagai contoh Drone penebar benih mampu menebar benih satu hektar lahan dalam waktu 1 jam dengan kapasitas 50 - 60 kg per hektar. Menurut Agung, drone penebar benih ini mampu bekerja mandiri sesuai pola/alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation, sehingga operation yang tertunda dapat dilanjutkan kembali sehingga tidak terjadi overlap dan dilakukan secara otomatis. Ketahanan baterai mampu operasi selama 20 menit dengan kapasitas angkut maksimal 6 kg benih padi.


 
Hal yang sama Agung menerangkan tentang Mekanisasi 4.0 lainnya yang siap dikembangkan yakni Robot Tanam padi. Menurutnya,  Robot Tanam Padi ini dapat difungsikan untuk menanam bibit padi di lahan sawah yang mampu berkomunikasi melalui Internet of Thing (IoT) melalui sarana GPS dan mampu bekerja mandiri.
 
“Spesifikasi Robot Tanam Padi ini mempunyai: Lebar Tanam: 30 cm, 6 Baris Tanam, Kecepatan Kerja 2,0 km/jam dan Lebar Kerja 1,8 m memiliki Kapasitas kerja 0,36 ha/jam atau 3 jam/ha”
 
“Selain teknologi alsintan di atas, saat ini sudah siap pula dikembangkan Autonomous Tractor. Alat ini adalah traktor roda 4 tanpa awak yg dikendalikan oleh sistem navigasi berbasis IoT. Dapat melakukan pengolahan lahan sesuai dengan peta perencanaan menggunakan GPS”, terang Agung Prabowo.


 
Selanjutnya pada tahap panen dan menjelang tanam berikutnya, Agung Prabowo menunjukkan pula kesiapan Alsin panen padi terintegrasi dengan olah tanah. Alat ini merupakan Alsin yang mampu melakukan dua tahap pekerjaan (panen dan olah tanah) dalam satu proses operasional, yaitu proses memanen padi sekaligus olah tanah dengan rotari, jelasnya. Alsin ini mampu mempercepat  dan mengurangi pekerjaan olah tanah, memutus siklus perkembangan OPT padi, dan mengkondisikan sanitasi lingkungan pasca panen yang baik.
 
Melalui implementasi Mekanisasi 4.0 di sektor pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien guna menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing.
 
Kepala BBPadi Balitbangtan, Priatna Sasmita, merespon positif aplikasi pertanian 4.0 khususnya dalam perpadian.
 
“teknogi ini menjadi pendongkrak signifikan kenaikan pendapatan karena berdampak terhadap peningkatan efisiensi baik pada tahap olah tanah, tanam, pemeliharaan hingga panen. Efisiensi teknologi ini menekan input produksi, waktu, SDM, serta menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu panen serta memiliki daya saing. Untuk itu komponen-komponen teknokogi budidaya mulai perbenihan  hingga panen dan pasca panen yg telah ada harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi 4.0 ini”, jelas Sasmita.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini43
Hari Kemarin1140
Minggu ini1183
Bulan ini23956
Total Pengunjung2632959
Online saat ini
5

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi