Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Padi Hibrida, Pembawa Harapan untuk Bahagia

Padi Hibrida, Pembawa Harapan untuk Bahagia

15.08.2018
BBPADI
1884

Padi Hibrida, Pembawa Harapan untuk Bahagia

15.08.2018
BBPADI
1884

Padi hibrida di Indonesia masih dipandang sebelah mata, karena tingkat heterosisnya yang tidak sebesar hibrida-hibrida tanaman menyerbuk sendiri, seperti jagung. Tidak seperti di negara asalnya, Tiongkok, yang terus menjadi primadona dan permata di lahan petani. Namun, para pemulia tidak pernah ‘gantung sepatu lapang’ untuk terus berkarya. Peluh dan debu bertahun-tahun justru mengasah dan memacu semangat mereka.

Hibrida, layaknya tipe padi lainnya, tetaplah memiliki keunggulan maupun kelemahan yang tidak dapat dihindari. Keunggulan utama padi hibrida tentu saja produktivitasnya, diharapkan pemanfaatan padi hibrida akan meningkatkan produktivitas padi di tingkat petani, bahkan mimpi kita dimasa yang akan datang, hibrida akan turut berkontribusi pada peningkatan produksi padi nasional.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi yang berpusat di Sukamandi, Subang, Jabar memiliki pemulia yang telah berhasil merakit varietas padi hibrida dengan berbagai keunggulan spesifik. Salah satunya HIPA 18, varietas hibrida ini selain potensi produktivitasnya yang mencapai 10,3 t/Ha, juga bereaksi agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, agak tahan terhadap terhadap 3 patotipe hawar daun bakteri (kresek) dan tahan terhadap blast. Rasa nasinya yang enak turut menjadi daya tarik dari varietas ini. Kemudahan dalam produksi benihnya juga menjadi keunggukan dari sisi bisnis. Out crossing rate yang tinggi dari galur mandul jantan, tetua HIPA 18 membuat potensi produksi benih hibrida ini menjadi tinggi. Pelisensi menyebutkan bahwa mereka berhasil memperoleh rata-rata benih 1,5 – 2,0 t/Ha.

Varietas ini ditargetkan untuk lahan-lahan irigasi, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan di lahan-lahan subotimal potensial, seperti lahan pasang surut dan lahan gogo potensial. Padi hibrida menyukai tanah-tanah bertekstur ringan. Padi hibrida HIPA 8 ternyata mampu beradaptasi di lahan kering Kebumen, Jawa Tengah, sedangkan HIPA 18 mampu beradaptasi di lahan pasang surut potensial di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Diharapkan di masa yang akan datang, perakitan padi hibrida dapat ditargetkan juga di lahan-lahan suboptimal untuk membantu peningkatan produktivitas lahan sub-optimal yang masih dibawah rata-rata nasional, dengan melibatkan tetua-tetua yang mempunyai latar belakang genetik toleran pada lahan sub-optimal.

Pengembangan padi hibrida tidak hanya ditentukan oleh performa tanaman itu sendiri, namun justru lebih ditentukan oleh dukungan sekitar, baik kebijakan pemerintah, swasta maupun masyarakat tani di Indonesia.

Kebijakan pemerintah untuk terus mendukung research dan proses diseminasi hibrida membuat gairah proses pemuliaan meningkat terus. Galur mandul jantan yang tinggi outcrossing rate-nya dan tahan hama/penyakit dan galur pemulih kesuburan yang merupakan bahan utama dalam perakitan varietas padi hibrida telah banyak dihasilkan oleh para pemulia. Namun demikian, penelitian budidaya yang diharapkan dapat menghasilkan paket budidaya spesifik padi hibrida masih harus mendapatkan porsi dukungan yang baik, karena akan menentukan mulusnya product delivery dari varietas. Paket teknologi yang tepat sangat diperlukan, untuk mendongkrak potensi hasil dari varietas ini.

Padi hibrida dapat dianalogikan sebagai gelas dengan ukuran yang lebih besar sehingga daya tampungnya pun lebih banyak. Itulah yang menyebabkan hibrida sangat responsif terhadap berbagai input teknologi yang diberikan, seperti pupuk dan hormon atau ZPT lainnya. Optimaliasi daya tampung untuk memaksimalkan produktivitas sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, dukungan riset teknologi budidaya spesifik padi hibrida sangat diperlukan. Berkaca pada pengalaman negara Tiongkok yang sukses dengan padi hibridanya. Teknologi ini didukung ribuan peneliti dan pemulia yang merakit varietas, paket teknologi budidaya, paket teknologi produksi benih, mekanisasi dan lain sebagainya, sehingga padi hibrida betul-betul mampu menyangga kebutuhan negara tersebut akan beras. Diharapkan dukungan pemerintah maupun swasta mampu membuat Indonesia mengejar ketertinggalan akan teknologi padi hibrida.

Perusahan swasta/pelisensi dianalogikan sbg asisten chef yang diberikan kewenangan oleh kepala chef untuk mendapatkan copy resep original dan diperbolehkan untuk melakukan improvisasi agar masakan bisa tersaji dalam jumlah banyak, cepat, proses murah namun tidak meninggalkan kualitas yang telah ditetapkan oleh chef utama. Pelisensi diharapkan dapat melakukan produksi benih hibrida dengan proses yang murah dan efisiensi baik dengan modifikasi teknik budidaya, teknik produksi, penggunaan input-input spesifik, sehingga dapat meningkatkan jumlah dan efektivitas produksi benih F1. Pelisensi tidak hanya sebagai asisten chef, namun juga marketing yang diberikan hak untuk mempromosikan, mengenalkan dan meningkatkan penjualan benih hibrida. Keharmonisan antara pelisensi, pemulia, petani dan pembeli sangat menentukan tingkat adopsi suatu varietas, selain produktivitas dan performa varietas itu sendiri.

PT Petrokimia Gresik, sebagai salah satu pelisensi teknologi Badan Litbang Pertanian, yaitu HIPA 18 telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi koki sekaligus marketing yang baik sehingga varietas ini mulai diterima oleh petani Indonesia. HIPA 18 terbukti layak untuk masuk ke dunia industri benih nasional dengan tingginya permintaan, sehingga perusahaan pelisensinya dapat memperoleh profit, bahkan memberikan royalty kepada inventor dan pemilik invensi, dalam hal ini pemulia dan institusinya. Ke depan, diharapkan semakin banyak teknologi badan litbang pertanian, baik varietas, paket budidaya, bio pestisida, pupuk hayati dan produk lainnya yang well perform sehingga dapat diterima masyarakat.

Bagi inventor, adopsi masyarakat terhadap produk yang mereka hasilkan jauh bernilai tinggi, dibandingkan besaran rupiah royalty itu sendiri. Suatu kabahagian dan kebanggaan luar biasa ketika melihat para petani membawa karung-karung gabahnya dengan wajah bahagia karena income tinggi terbayang di depan mata. (IAR/STO)

Bagikan Konten

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini326
Hari Kemarin2384
Minggu ini13984
Bulan ini21649
Total Pengunjung1888863
Online saat ini
16

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi