Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Empat Varietas Padi Yang Baru Saja Dilepas Baik Untuk Kesehatan

Empat Varietas Padi Yang Baru Saja Dilepas Baik Untuk Kesehatan

04.02.2019
BBPadi
854

Empat Varietas Padi Yang Baru Saja Dilepas Baik Untuk Kesehatan

04.02.2019
BBPadi
854

Konon nasi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat semata. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini nasi fungsi sudah bergeser menjadi makanan dengan fungsi khusus terutama untuk kesehatan.

Hingga saat ini ketersediaan beras khusus yang mempunyai kandungan mineral dan senyawa fenolik tinggi, serta beraroma masih sangat terbatas, untuk itu Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi terus melakukan terobosan dengan merakit dan menghasilkan varietas yang bermanfaat untuk kesehatan.

Selain itu, tujuan lain perakitan varietas dengan keunggulan khusus diyakini bisa memberikan alternatif bahan pangan sehat dan membuka peluang pasar yang luas sekaligus bisa menekan import. Dilain pihak, kebutuhan masyarakat akan beras berpigmen banyak dicari untuk dikonsumsi karena dipercaya dapat berfungsi sebagai antioksidan.

Pada tahun 2019, Kementerian Pertanian telah berhasil melepas empat varietas padi khusus dengan kandungan pigmen yang tinggi, yaitu  Inpari Arumba, Jeliteng, Pamelen dan Pamera.

Arumba merupakan beras merah aromatik dengan aroma yang khas, tekstur nasinya pulen, kandungan senyawa fenolik tinggi (5742,35 ± 124,1 mg AAE*/100 g BPK) yang merupakan representasi dari senyawa antosianin, kandungan Zn yang tinggi (23,66 ± 0,25 ppm), mempunyai potensi hasil mencapai 10,67 t/ha, agak tahan serangan wereng batang coklat dan bereaksi agak tahan terhadap 4 ras blas daun.

Sementara itu untuk varietas Pamelen merupakan padi merah yang memiliki tekstur nasi pulen dengan rata-rata hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, Jika dibandingkan dengan padi merah Inpari 24 yang telah dilepas 4 tahun lalu varietas Pamelen lebih unggul dari segi potensi hasil, umur yang lebiih genjah (±112 hari setelah sebar (HSS)), total fenolik mencapai 6929,8 ± 482,3 mg GAE*/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro.

Varietas ketiga adalah Pamera, yang merupakan turunan Pusa Basmati 4. Pamera mempunyai rata-rata hasil GKG 6,43 ton/ha dan potensi hasil 11,33 ton/ha. Tinggi tanaman sekitar ± 106 cm membuatnya tahan rebah, Umur panen ± 113 hari setelah sebar (hss), tekstur nasi sedang, total fenolik mencapai 5384,1 ± 345,8 mg GAE*/100 g BPK. Selain itu varietas ini juga agak tahan WBC biotipe 1,2 dan 3, tahan HDB kelompok III dan VIII, dan tahan blas ras 033 dan 173.

Selain ketiga varietas diatas, ada 1 varietas padi yang .pertama kali dihasilkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi yaitu varietas Jaliteng. Varietas tersebut merupakan beras hitam yang mempunyai tekstur nasi pulen dan kandungan fenolik yang sangat tinggi 7104,3 ± 417,9 mg GAE*/100 g BPK. Rata-rata hasil GKG 6,18 ton/ha dan potensi hasil 9,87 ton/ha. Umur yang genjah dan tanaman tidak terlalu tinggi, membuat jeliteng memiliki vigor yang baik. Selain itu, varietas ini juga agak tahan WBC biotipe 1, tahan HDB kelompok IV dan tahan blas ras 033 dan 073.

Beras diketahui memiliki senyawa bioaktif yang tinggi, diantaranya  adalah tokoferol, tokotrienol, asam ferulat, γ-oryzanol, dan senyawa fenolik. Sebagian besar senyawa fenolik yang ada dalam beras berpigmen adalah antosianin. Antosianin merupakan pigmen alami yang terdapat dalam buah, sayuran, atau serealia yang berwarna merah, biru, ungu hingga kehitaman. Kadar antosianin pada beras menentukan intensitas warna gelap dan berkorelasi dengan aktivitas antioksidan  Senyawa ini merupakan turunan dari polyhydroxy atau polymethoxy dari 2-phenylbenzopyrilum.

Sebagai antioksidan, antosianin berfungsi mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah atau yang disebut juga aterosklerosis, menghambat sel tumor, menangkal radikal bebas dalam tubuh, mencegah penyakit neurologis, hingga meningkatkan kemampuan memori otak. Beras berpigmen (merah dan hitam) memiliki banyak vitamin dan mineral penting seperti vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, zinc, magnesium, dan fosfor. Kandungan antioksidan Vitamin E yang tinggi pada beras hitam punya banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, mencegah kerusakan sel, hingga menjaga kesehatan mata dan kulit. Vitamin B, magnesium, dan zat besi adalah penghasil energi agar kamu kuat menjalani aktivitas sehari-hari, zinc adalah mineral yang menjaga sistem imun tubuh, sedangkan fosfor berguna untuk gigi dan tulang. Lengkapnya kandungan antioksidan pada beras berwarna, sehingga konsumsi beras berpigmen, baikberas merah maupun hitam dipercayai dapat bermanfaat untuk kesehatan kulit, menjaga kesehatan jantung, bermanfaat untuk detoksifikasi, melancarkan peredaran darah, membantu program diet, menurunkan resiko diabetes dan obesitas, kaya protein dan bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang sensitif gluten.

Dengan dihasilkannya varietas beras khusus ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat  akan beras fungsional dan  penyediakan bahan pangan sehat.  Selain itu, beras fungsi khusus (kesehatan) ini dapat membuka peluang ekspor. (IAR/HS/Shr)

Bagikan Konten

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1185
Hari Kemarin1436
Minggu ini4073
Bulan ini32020
Total Pengunjung2303521
Online saat ini
7

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi