Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Empat Varietas Padi Yang Baru Saja Dilepas Baik Untuk Kesehatan

Empat Varietas Padi Yang Baru Saja Dilepas Baik Untuk Kesehatan

04.02.2019
BBPadi
2131

Empat Varietas Padi Yang Baru Saja Dilepas Baik Untuk Kesehatan

04.02.2019
BBPadi
2131

Konon nasi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat semata. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini nasi fungsi sudah bergeser menjadi makanan dengan fungsi khusus terutama untuk kesehatan.

Hingga saat ini ketersediaan beras khusus yang mempunyai kandungan mineral dan senyawa fenolik tinggi, serta beraroma masih sangat terbatas, untuk itu Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi terus melakukan terobosan dengan merakit dan menghasilkan varietas yang bermanfaat untuk kesehatan.

Selain itu, tujuan lain perakitan varietas dengan keunggulan khusus diyakini bisa memberikan alternatif bahan pangan sehat dan membuka peluang pasar yang luas sekaligus bisa menekan import. Dilain pihak, kebutuhan masyarakat akan beras berpigmen banyak dicari untuk dikonsumsi karena dipercaya dapat berfungsi sebagai antioksidan.

Pada tahun 2019, Kementerian Pertanian telah berhasil melepas empat varietas padi khusus dengan kandungan pigmen yang tinggi, yaitu  Inpari Arumba, Jeliteng, Pamelen dan Pamera.

Arumba merupakan beras merah aromatik dengan aroma yang khas, tekstur nasinya pulen, kandungan senyawa fenolik tinggi (5742,35 ± 124,1 mg AAE*/100 g BPK) yang merupakan representasi dari senyawa antosianin, kandungan Zn yang tinggi (23,66 ± 0,25 ppm), mempunyai potensi hasil mencapai 10,67 t/ha, agak tahan serangan wereng batang coklat dan bereaksi agak tahan terhadap 4 ras blas daun.

Sementara itu untuk varietas Pamelen merupakan padi merah yang memiliki tekstur nasi pulen dengan rata-rata hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, Jika dibandingkan dengan padi merah Inpari 24 yang telah dilepas 4 tahun lalu varietas Pamelen lebih unggul dari segi potensi hasil, umur yang lebiih genjah (±112 hari setelah sebar (HSS)), total fenolik mencapai 6929,8 ± 482,3 mg GAE*/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro.

Varietas ketiga adalah Pamera, yang merupakan turunan Pusa Basmati 4. Pamera mempunyai rata-rata hasil GKG 6,43 ton/ha dan potensi hasil 11,33 ton/ha. Tinggi tanaman sekitar ± 106 cm membuatnya tahan rebah, Umur panen ± 113 hari setelah sebar (hss), tekstur nasi sedang, total fenolik mencapai 5384,1 ± 345,8 mg GAE*/100 g BPK. Selain itu varietas ini juga agak tahan WBC biotipe 1,2 dan 3, tahan HDB kelompok III dan VIII, dan tahan blas ras 033 dan 173.

Selain ketiga varietas diatas, ada 1 varietas padi yang .pertama kali dihasilkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi yaitu varietas Jaliteng. Varietas tersebut merupakan beras hitam yang mempunyai tekstur nasi pulen dan kandungan fenolik yang sangat tinggi 7104,3 ± 417,9 mg GAE*/100 g BPK. Rata-rata hasil GKG 6,18 ton/ha dan potensi hasil 9,87 ton/ha. Umur yang genjah dan tanaman tidak terlalu tinggi, membuat jeliteng memiliki vigor yang baik. Selain itu, varietas ini juga agak tahan WBC biotipe 1, tahan HDB kelompok IV dan tahan blas ras 033 dan 073.

Beras diketahui memiliki senyawa bioaktif yang tinggi, diantaranya  adalah tokoferol, tokotrienol, asam ferulat, γ-oryzanol, dan senyawa fenolik. Sebagian besar senyawa fenolik yang ada dalam beras berpigmen adalah antosianin. Antosianin merupakan pigmen alami yang terdapat dalam buah, sayuran, atau serealia yang berwarna merah, biru, ungu hingga kehitaman. Kadar antosianin pada beras menentukan intensitas warna gelap dan berkorelasi dengan aktivitas antioksidan  Senyawa ini merupakan turunan dari polyhydroxy atau polymethoxy dari 2-phenylbenzopyrilum.

Sebagai antioksidan, antosianin berfungsi mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah atau yang disebut juga aterosklerosis, menghambat sel tumor, menangkal radikal bebas dalam tubuh, mencegah penyakit neurologis, hingga meningkatkan kemampuan memori otak. Beras berpigmen (merah dan hitam) memiliki banyak vitamin dan mineral penting seperti vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, zinc, magnesium, dan fosfor. Kandungan antioksidan Vitamin E yang tinggi pada beras hitam punya banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, mencegah kerusakan sel, hingga menjaga kesehatan mata dan kulit. Vitamin B, magnesium, dan zat besi adalah penghasil energi agar kamu kuat menjalani aktivitas sehari-hari, zinc adalah mineral yang menjaga sistem imun tubuh, sedangkan fosfor berguna untuk gigi dan tulang. Lengkapnya kandungan antioksidan pada beras berwarna, sehingga konsumsi beras berpigmen, baikberas merah maupun hitam dipercayai dapat bermanfaat untuk kesehatan kulit, menjaga kesehatan jantung, bermanfaat untuk detoksifikasi, melancarkan peredaran darah, membantu program diet, menurunkan resiko diabetes dan obesitas, kaya protein dan bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang sensitif gluten.

Dengan dihasilkannya varietas beras khusus ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat  akan beras fungsional dan  penyediakan bahan pangan sehat.  Selain itu, beras fungsi khusus (kesehatan) ini dapat membuka peluang ekspor. (IAR/HS/Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini653
Hari Kemarin850
Minggu ini7174
Bulan ini27906
Total Pengunjung2435478
Online saat ini
8

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi