Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Info Teknologi»Cara Tanam Padi Hidroponik di Pekarangan Rumah

Cara Tanam Padi Hidroponik di Pekarangan Rumah

24.06.2020
BBPadi Media
627

Cara Tanam Padi Hidroponik di Pekarangan Rumah

24.06.2020
BBPadi Media
627

Beras merupakan bahan pokok utama yang tidak bisa lepas dari kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Tanaman padi yang sering kita jumpai di lahan-lahan sawah di pedesaan dan sentra-sentra produksi padi di beberapa wilayah, bisa kita jumpai di areal pekarangan rumah yang lahannya terbatas. Nurwulan Agustiani selaku penanggungjawab tim Family Farming Taman Sains Teknologi (TST) Balai Besar Penelitian Tanaman  Padi, membagi tips cara tanam padi secara hidroponik di pekarangan rumah.

Berawal dari komunitas Bengkel Mimpi di Pagelaran Malang yang memperkenalkan secara masif Budidaya Padi dengan konsep Hidroganik yang merupakan usaha padi organik dengan memadukan pola budidaya padi dan ikan secara terpadu dan menggunakan pendekatan organik untuk manajemen haranya hanya dari pakan ikan. Tim Family Farming Taman Sains dan Teknologi Padi melakukan pendekatan yang sedikit berbeda terhadap manajemen hara yang diberikan.

Tahapan Budidaya Hidroponik Padi

  1. Penyiapan instalasi hidroponik

Penyiapan unit instalasi menggunakan pendekatan jarak tanam 25 x 25 cm. Bisa juga dengan pendekatan sistem tanam legowo dengan mengatur jarak antar paralon. Siapkan paralon ukuran 6 inchi dan rak rangka besi seusai ukuran lahan yang tersedia. Kemudian lubangi paralon dan perkirakan ½ hingga ¾ bagian netpot nantinya bisa tertanam dalam paralon. Disarankan tidak terlalu lebar diameter lubang paralonnya karena ukuran netpot tidak stabil seiring dengan bertambahnya umur dan berat tanaman.

  1. Penyiapan netpot dan media tanam

Netpot yang digunakan adalah netpot hidroponik diameter 10 cm. Untuk menghemat biaya, netpot dapat juga diganti gelas plastik yang dilubangi dengan kisaran diameter yang sama. Media tanam menggunakan konsep Hidroponik, yakni  sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 serta ijuk kelapa untuk pinggiran netpot guna menopang media supaya tidak larut terbawa air

  1. Penyiapan kolam dan bibit ikan

Kolam ikan merupakan pemanfaatan bagian bawah dari instalasi hidroponik dan memanfaatkan sirkulasi air pada hidroponik padi sekaligus untuk sirkulasi oksigen untuk ikan. Kolam dibuat dari terpal yang ditopang dari rangka besi. Budidaya ikan yang diintegrasikan dengan padi pada metode ini menggunakan jenis ikan nila merah yang relatif tahan terhadap penggunaan pupuk kimia. Pakan ikan yang diberikan setiap hari secara tidak langsung memberikan tambahan hara untuk tanaman padi. 

  1. Penanaman

Penanaman padi dapat dilakukan dengan tanam benih langsung maupun pindah tanam dengan bibit yang disemai secara konvensional. Gunakan varietas yang cocok untuk kondisi wilayah tempat tinggal. 

  1. Skema pemberian nutrisi

Nutrisi yang diberikan tidak hanya berasal dari pakan ikan namun dengan tetap menambahkan kebutuhan hara makro (N, P, dan K) yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan padi serta aplikasi kapur untuk mengontrol kestabilan pH dalam air. 110 kg/ha N, 36 kg/ha P2O5 dan 60 kg/ha K2O yang dikonversikan per satu luasan unit sistem hidroponik (6 m2) dan diaplikasikan secara bertahap dalam 10 minggu. Pupuk dilarutkan dalam 4800 ml air dan diaplikasikan ke tanaman per minggunya. 

  1. Pemeliharaan

Sirkulasi air dinyalakan setiap hari dari pukul 08.00 - 16.00 WIB dan dapat dihentikan menjelang panen. Selain itu, kestabilan pH air dijaga dengan mengaplikasikan 2 karung kapur pertanian dimasukkan ke dalam kolam ikan, satu karung diletakkan dalam kolam dekat pipa outlet dan satu karung dekat pipa inlet. Jika volume air di dalam kolam berkurang, maka dilakukan penambahan air ke dalam kolam. Pada awal pertumbuhan, dilakukan pemeliharaan paralon seminggu sekali dari kotoran yang menempel di dalam pipa. Semakin tua umur tanaman, volume akar semakin besar dan sudah saling mengikat satu dengan yang lain di dalam paralon sehingga paralon akan lebih sukar dibersihkan. 

  1. Panen 

Panen padi dilakukan seperti pada umumnya, memotong rumpun di pangkal batang. Setelah tanaman terpanen, akan lebih mudah mengambil sisa tunggul dan akar dalam netpot untuk mempersiapkan musim tanam selanjutnya.

Kemandirian pangan berawal dari kemandirian rumah tangga. Mari Optimalkan pekarangan supaya lebih produktif. Zaman terus berjalan dibarengi dengan teknologi yang terus berkembang. Budidaya padi tanpa menggunakan media tanah bukan lagi menjadi kemustahilan. Krisis ruang terbuka akan semakin nyata, apalagi bonus demografi yang akan didapatkan Indonesia di tahun-tahun mendatang, menyebabkan generasi muda dapat berkecimpung pada lahan tanpa sawah, yang tidak kotor, moder, hasil optimal dan tentu saja ramah lingkungan. (NWA/Shr/MN)

 

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1235
Hari Kemarin1602
Minggu ini4375
Bulan ini12411
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi