Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Varietas Inpara 9 dan Inpara 10 Jadi Primadona Petani Batola, Kalsel

Varietas Inpara 9 dan Inpara 10 Jadi Primadona Petani Batola, Kalsel

08.11.2019
Suharna
317

Varietas Inpara 9 dan Inpara 10 Jadi Primadona Petani Batola, Kalsel

08.11.2019
Suharna
317

Pengenalan varietas unggul baru padi Inpara melalui Bimbingan Teknis (Bimtek)  kepada petani Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (6/11/19) mendapat sambutan positif dari petani peserta setempat.

Sangat beralasan kenapa bimtek semacam itu perlu. Salah satu alasannya adalah setiap varietas yang sudah dilepas dengan berbagai keunggulannya tidak serta merta menjadi daya tarik tersendiri dan tidak begitu saja langsung disukai petani.

Fakta dilapangan, saat petani melihat performa tanaman mereka sering memuji suatu varietas tampil bagus/menarik, namun tanaman bagus belum tentu mampu memikat hati petani untuk turut menanamnya. Kenapa hal itu terjadi? Tentu, petani punya alasan tersendiri sesuai analisa mereka masing-masing. Ada yang mengatakan bentuk bulir gabahnya tidak sesuai seleranya maupun tekstur nasi yang tidak cocok dengan selera mereka hingga peluang pasar yang jadi kekhawatiran.

Untuk mengenalkan suatu varietas agar cepat diadopsi petani perlu berbagai cara  dan strategi, salah satu cara yang dilakukan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi adalah dengan bimbingan teknis preverensi VUB dilokasi tempat dilakukannya kegiatan demfarm. Kali ini dilaksanakan di areal demfarm program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI), Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan yang dicanangkan Kementerian Pertanian dua tahun terakhir.

Sebanyak 35 petani diajak akrab dengan varietas yang dikenalkan satu-persatu. Mereka dibekali ilmu mengenal varietas padi rawa oleh nara sumber Indrastuti A Rumanti dan Nur Wulan Agustiani. Keduanya adalah Peneliti dari BB Padi yang berkecimpung langsung dengan kegiatan Serasi.

Setiap varietas diurai satu persatu keunggulan dan kelemahannya oleh nara sumber.  Sekaligus dipaparkan hasil keragaan 10 VUB Inpara di demfarm untuk mengetahui lebih dalam kesesuaiannya dengan lokasi setempat. Petani diajak mendalami tentang varietas Inbrida Padi Rawa (Inpara) sekaligus mereka diminta umpan baliknya.

Tidak dipungkiri, ternyata masih banyak petani yang belum faham betul tentang varietas dimana penggunaan varietas unggul yang tepat dan sesuai kondisi lahan sangat menentukan produktivitas yang akan berimbas pada keuntungan petani. Untuk itu pemilihan varietas yang tepat dan sesuai kondisi lahan sangat dianjurkan.

Untuk mengetahui selera petani, mereka diajak melihat contoh gabah, contoh beras dan uji rasa nasi yang telah disiapkan. Dari hasil uji tersebut disimpulkan bahwa dari sepuluh varietas yang diuji melalui survey petani, varietas Inpara 9 dan 10 memperoleh skor tertinggi dan diminati petani karena alasan bentuk beras, tekstur dan rasa nasinya mirip dengan varietas lokal, yang petani suka.

Diakuinya bahwa produksi varietas Inpara yang ditanam di areal rawa menunjukan hasil yang tinggi mencapai 5 - 6 ton/hektar. Artinya ada hasil yang tiga kali lebih tinggi  dibanding varietas lokal, tanpa disadari petani berminat untuk menanam dan mengembangkan varietas Inpara 9 Agtitan dan Inpara 10 BLB.

Diharapkan Inpara 9 Agritan dan Inpara 10 BLB  menjadi primadona baru karena kedua varietas tersebut mirip dengan varietas lokal Siam Karangdukuh yang selama ini mereka tanam.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mendapatkan benih?. Petani wilayah Jejangkit, Batola tidak perlu khawatir dengan benih karena BPTP Kalimantan Selatan telah mendukung  kegiatan ini dengan menyiapkan sampel contoh benih sepuluh varietas (Inpara 1-Inpara 10) bagi petani yang ingin melakukan uji coba. (Shr/NWA/IAR)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini828
Hari Kemarin1089
Minggu ini8992
Bulan ini18801
Online saat ini
11

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi