Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Undang-undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan; Perlindungan terhadap Petani Kecil

Undang-undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan; Perlindungan terhadap Petani Kecil

26.09.2019
Suharna
414

Undang-undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan; Perlindungan terhadap Petani Kecil

26.09.2019
Suharna
414

Tanggapan kelompok masyarakat terhadap penetapan Rancangan Undang-undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan (UU-SBPB) yang saat ini mengemuka khususnya bagi kelompok petani kecil sekaligus merupakan testimoni bagaimana mereka mendapatkan kemudahan antara lain dalam perizinan, pencarian, pengumpulan (pengelolaan), peredaran dan pemanfaatan Sumber Daya Genetik (SDG) lokal, yang selama ini dirasa terbatasi oleh tata aturan yang ada dalam hal ini UU No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.  UU-SBPB 2019, sebenarnya sudah mengakomodir aspirasi dan melindungi masyarakat dalam hal ini petani kecil, sekaligus sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap pengelolaan budidaya pertanian lokal termasuk pemanfaatan SDG lokal untuk pengembangan dan keberlanjutan yang pelaksanaannya juga melibatkan peran serta masyarakat.

Respon cepat beberapa kelompok  masyarakat terhadap penetapan Rancangan Undang-Undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan (UU-SBPB) juga merupakan bagian dinamika  positif sebagai upaya mendapatkan kepastian hukum  dan perlindungan dalam pengelolaan budidaya pertanian berkelanjutan. Undang Undang (UU) ini mencerminkan pula  upaya pemerintah untuk meningkatkan peran masyarakat khususnya petani kecil dalam pembangunan pertanian dengan tidak mengesampingkan perlindungan kepada masyarakat. Petani kecil yang dimaksud dalam UU ini adalah petani yang sehari-hari bekerja di sector pertanian dan penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

Terkait dengan perlindungan terhadap petani kecil, terdapat dua substansi baru dalam UU-SBPB; pertama, pengecualian dalam hal perizinan, peredaran varietas hasil pemuliaan, penerapan standar mutu, serta label sarana budi daya, dan kedua; adanya upaya budidaya, penelitian dan pengembangan serta Sumbser Daya Manusia. Substansi baru dalam UU SBPB telah memberikan pengecualian perizinan kepada petani kecil dalam melakukan pencarian dan pengumpulan SDG  sesuai dengan pasal 27 UU ini sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan SDG secara in situ. Selanjutnya petani kecil sebagai pengguna tetap harus  melaporkan/mendaftarkan SDG yang dikelolanya kepada pemerintah untuk mendapatkan pengakuan atas kepemilikan materi genetic yang dikelola agar tidak diklaim oleh pihak lain.

Kemudahan dalam pemanfaatan SDG local ini juga tercermin dalam  pasal 29 UU SBPB, yang menyebutkan bahwa varietas hasil pemuliaan petani kecil juga tidak perlu dilakukan pelepasan, akan tetapi peredarannya dibatasi dalam lingkup kelompok dalam satu kabupaten atau kota. Pembatasan peredaran ini tentunya harus dimaknai pula dalam kerangka antisipasi atau perlindungan terhadap kemungkinan perpindahan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dari suatu lokasi ke lokasi lain yang lebih luas.

Ditetapkannya UU SBPB merupakan tonggak baru bagi petani kecil yang dapat berperan aktif baik sebagai pengguna maupun pelaku pengelolaan SDG secara in situ, dan diharapkan  dapat mendorong optimalisasi peran kearifan local yang yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Subtansi dari UU SBPB 2019 ini jelas tidak hanya memberikan kemudahan dan keleluasaan  dalam pengelolaan dan pemanfaatan  SDG local untuk pengembangan, namun juga memberikan jaminan perlindungan untuk keberlanjutannya.  Tugas selanjutnya adalah bagaimana memberikan penjelasan substansi  baik dalam bagian penjelasan UU maupun dalam peraturan palaksananya kepada masyarakat termasuk petani agar UU ini bisa ditetapkan dan menjadi rujukan dalam penerapan system budidaya pertanian berkelanjutan khususnya dalam pembangunan pertanian. (PS)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini836
Hari Kemarin1089
Minggu ini9000
Bulan ini18809
Online saat ini
13

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi