Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Terapkan Teknologi Rawa Pasang Surut Intensif, Super dan Aktual (RAISA) Panen Padi di Banyuasin Meningkat.

Terapkan Teknologi Rawa Pasang Surut Intensif, Super dan Aktual (RAISA) Panen Padi di Banyuasin Meningkat.

09.11.2018
admin
877

Terapkan Teknologi Rawa Pasang Surut Intensif, Super dan Aktual (RAISA) Panen Padi di Banyuasin Meningkat.

09.11.2018
admin
877

Dalam upaya menjawab tantangan peningkatan produksi padi rawa pasang surut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan melakukan Demonstrasi Farming (Demfarm) pengembangan teknologi sistem produksi padi rawa pasang surut teknologi Rawa Pasang Surut Intensif, Super & Aktual (RAISA) seluas 50 hektar di Desa Sukaraya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis ( 8/10/2018).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi lahan rawa dan pasang surut sekaligus untuk mempercepat proses diseminasi teknologi pertanian secara langsung kepada petani.

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dalam sambutannya menyampaikan alasan pemilihan lokasi Sumatera Selatan dijadikan lokasi demfarm. Ia mengatakan Provinsi Sumsel mempunyai potensi cukup luas bagi pembangunan pertanian, khususnya pengembangan pertanian lahan rawa pasang surut.

"60% produksi padi di sumsel berasal dari Kabupaten Banyuasin, ada peningkatan hasil 1-2 ton/ha setelah menggunakan teknologi RAISA untuk varietas Inpara 2, inpara 3 dan inpara 8, peningkatan produksi padi pasang surut yang dihasilkan harus terus dipacu agar bisa sejajar dengan padi sawah irigasi", ungkap Priatna dihadapan 250 petani peserta temu lapang.

Ia menambahkan bahwa penerapan teknologi sangat penting untuk mendongkrak peningkatan produksi namun teknologi belum tentu bagus disetiap tempat sehingga penentuan pemilihan varietas paling sesuai sangat penting, tambah Priatna yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala BPTP Sumsel.

Temu lapang ini sebagai umpan balik apa yang perlu diperbaiki agar teknologi yang telah diuji di Banyuasin bisa direkomendasikan dan diterapkan/direplikasikan petani disekitar Banyuasin atau Kabupaten-kabupaten lain yang memiliki lahan pasang surut sehingga Sumsel bisa menjadi lumbung pangan nasional.

Hadir pada pelaksanaan panen dan temu lapang Wakil Bupati Banyuasin Slamet Sumo Sentono, SH, Kepala BB Padi Dr. Priatna Sasmita, Kepala BPTP Sumsel Amir Pohan, MS, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, jajaran pemerintah daerah, peneliti, penyuluh dan petani.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Badan Litbang Pertanian atas terlaksananya kegiatan demfarm diwilayahnya sekaligus berharap teknologi Raisa yang telah diuji bisa diterapkan dilahan petani rawa pasang surut.

"Saya ga nyangka di Desa Sumber Raya masih ada sawah seperti ini, saya kira sudah berubah jadi tanaman sawit" sambut Bupati Slamet

Sementara itu Nurwulan Agustiani, M.Agr selaku peneliti teknologi RAISA dalam pemaparan sekilas teknologi RAISA memaparkan akan pentingnya penerapan teknologi rawa pasang surut dan komponen-kompnen teknologinya.

"Komponen-komponen utama teknologi raisa terdiri dari empat yaitu modernisasi rawa pasang surut tanam dengan amator, pemupukan tepat sasaran dan ramah lingkungan, pengendalian HPT dengan strategi pengelolaan PHT, dan penggunaan varietas adaptif rawa pasang surut, papar Wulan.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini204
Hari Kemarin1475
Minggu ini3285
Bulan ini13094
Online saat ini
7

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi