Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Terapkan Strategi Peningkatan untuk Genjot Produksi Padi di Belitung

Terapkan Strategi Peningkatan untuk Genjot Produksi Padi di Belitung

07.12.2018
BB Padi
411

Terapkan Strategi Peningkatan untuk Genjot Produksi Padi di Belitung

07.12.2018
BB Padi
411

Memasuki MT II 2018, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian melaksanakan gerakan tanam serentak diareal sawah seluas 25 hektar di Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis (6 Desember 2018).

Sebelum pelaksanaan acara tanam, kegiatan diawali dengan temu lapang dan dialog yang dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Priatna Sasmita, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura drh.Endang Titiek Udayati, Danramil, Kapolsek, para penyuluh lapang,  jajaran Dinas Pertanian, Poktan dan Gapoktan serta petani dari Kecamatan Membalong.

Diawal arahan dan sambutannya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Endang Titiek melaporkan bahwa sampai saat ini Kabupaten Belitung masih belum berswasembada dan baru mencukupi 8% dari kebutuhan total beras. Dilain pihak: lahan baku sawah terbatas (1.159 ha) dan provitas masih rendah < 3 t/ha). Untuk itu Belitung perlu kerja keras agar mampu memberi kontribusi produksi dan mencukupi kebutuhan beras  sehingga Belitung tidak tergantung dari pemenuhan kebutuhan beras  luar daerah.

"Dari luas 1.159 hektar yang ada di Kabupaten Belitung, masyarakat baru bisa memberikan kontribusi produksi beras sebesar 8% dan  92 % masih dipenuhi dari wilayah luar Belitung". Kata Endang

"Harapan kami dengan adanya kegiatan demfarm seluas 25 ha ini, masyarakat petani bisa segera menggarap sawahnya dengan menerapkan teknologi Badan Litbang Pertanian, sehingga kontribusi akan terus bisa ditingkatkan dan terus berlanjut, tambahnya.

Sementara itu, Kepala BB Padi dalam arahannya menyampaikan pentingnya strategi peningkatan produksi di Kabupaten Belitung melalui penerapan teknologi.

"Untuk mencapai  atau meningkatkan produktivitas ada tiga kata kunci yang harus dilakukan yaitu meningkatkan produktivitas dengan menggunakan varietas unggul yang tahan OPT, naikan indeks pertanaman dari IP 2 menjadi IP3, dan terakhir adalah peningkatan luas tanam atau buka lahan baru".

"Nah dengan adanya demfarm ini kami berharap para petani bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar produksi yang selama ini rata-rata 3 t/ha bisa ditingkatkan 100%. Segera perbaiki dengan teknologi yang baru dan tularkan kepada petani petani sekitar. Satu hal yang perlu diingat bahwa jangan lupa juga pilih varietas potensi hasil tinggi  yang cocok dengan daerah disini dan lingkungan bagus dan teknis budidaya yang benar" ungkap Priatna yang juga Penanggungjawab UPSUS Provinsi Bangka Belitung.

Ia menyebutkan beberapa varietas yang ditanam diareal demfarm terdiri dari 8 varietas yaitu Inpari 24, Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpago 8, dan Inpago 10.

Diakhir sambutanya Ia berpesan agar dalam upaya peningkatan produksi  di Kabupaten Belitung dukungan dari semua pihak sangat diperlukan agar pencapaian luas tambah tanam selalu ada  keberlanjutan tanam dan panen sehingga produksi pangan khususnya padi bisa tercapai. (Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini606
Hari Kemarin1214
Minggu ini1820
Bulan ini17146
Total Pengunjung2516015
Online saat ini
14

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi