Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Teknologi Jajar Legowo Super dengan Varietas Tahan Tungro Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang

Teknologi Jajar Legowo Super dengan Varietas Tahan Tungro Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang

31.08.2017
BBPadi
1281

Teknologi Jajar Legowo Super dengan Varietas Tahan Tungro Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang

31.08.2017
BBPadi
1281

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi melalui berbagai upaya inovasi teknologi pertanian.

Loka Penelitian Penyakit Tungro selaku Unit Kerja dibawah Puslitbang Tanaman Pangan berupaya mendukung upaya tersebut melalui perakitan varietas tahan tungro serta teknologi pendukungnya.

Pada tahun 2015 Lolittungro menghasilkan Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yang merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) tahan tungro, setelah sebelumnya Badan Litbang Pertanian juga telah memiliki VUB tahan tungro Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo yang dilepas pada tahun 2007.

Sidenreng Rappang (Sidrap) merupakan salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, luas lahan baku sawah mencapai 48.117 ha. Pada tahun 2015, produksi padi Sidrap mencapai 542.052 ton dengan produktivitas 6,34 ton per hektar, naik dari produksi pada 2014 yang hanya sebesar 488.883 ton.

Walaupun produktivitas padi di Kabupaten Sidrap diatas rata-rata nasional, namun demikin potensi gangguan hama dan penyakit yang menyerang pertanaman sangat rentan terjadi mengakibatkan penurunan produksi, diketahui bersama bahwasanya wilayah Sidrap merupakan salah satu daerah endemis tungro. Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu teknologi paling efektif untuk mengendalikan tungro.

Badan Litbang Pertanian mengeluarkan varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang sebagai varietas terbaru tahan tungro, selain itu secara umum penggunaan budidaya jajar legowo dibandingkan dengan cara tanam konvesional memberikan tekanan kepada wereng hijau sebagai vektor pembawa virus tungro untuk memencar diantara tanaman.

Penerapan teknologi ini dapat menekan sebaran penyakit tungro di lapangan. Paket teknologi varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang (disingkat Taro 36/37) bersama dengan teknologi jajar legowo super (Jarwo Super) yang saat ini telah terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi menjadi alternatif paket teknologi yang dikembangkan oleh Lolittungro.

Penggunaan paket teknologi Jarwo Super beserta komponen pendukung diantaranyapemberian biodekomposer, pemberian pupuk hayati, penggunaan pestisida nabati Bio Protector, serta penggunaan alat mekanisasi pertanian modern (transplanter maupun combineharvester) tetap dilakukan dalam satu paket teknologi ini.

Pada kegiatan panen perdana dan temu lapang Jarwo Super dengan Taro 36/37 direncanakan akan dilaksanakan ubinan oleh BPS melibatkan penyuluh dari Dinas Pertanian. Rata-rata produktivitas Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yaitu 7,6 dan 6,3 ton/ha, sedangkan potensi hasil Inpari 36 Lanrang mencapai 10,0 ton/ha sementara Inpari 37 Lanrang mencapai 9,1 ton/ha. Penambahan input teknologi Jajar Legowo super serta input pendukung lainnya diperkirakan akan mendongkrak produktivitas pertanaman di lapangan mendekati potensi hasilnya.

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini410
Hari Kemarin1261
Minggu ini2885
Bulan ini18211
Total Pengunjung2517080
Online saat ini
17

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi