Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Syarat Tumbuh Padi Gogo

Syarat Tumbuh Padi Gogo

29.03.2017
BBPadi
4669

Syarat Tumbuh Padi Gogo

29.03.2017
BBPadi
4669

Ketersediaan air untuk padi gogo tidak dapat ditentukan sebagaimana tersedianya air pada ekosistem padi sawah irigasi.  Hal ini disebabkan adanya ketergantungan tanaman padi gogo pada air hujan baik jumlah curah hujan maupun distribusinya menjadi sangat penting.  Rendahnya air hujan saat pertumbuhan akan menyebabkan menurunnya produksi.  Pertumbuhan yang baik bila didapat curah hujan tahunan sebesar 2000 mm. Pada beberapa Negara curah hujan 875 sampai 1000 mm per 3,5 – 4 bulan cukup untuk pengembangan padi gogo. 

Di Indonesia jumlah curah hujan dan lamanya periode hujan bervariasi, tidak hanya antar daerah, tetapi juga  terjadi perbedaan di dalam daerah itu sendiri.  Curah hujan tahunan sebesar 1000 mm dan setiap bulannya ada 200 mm selama pertumbuhan tanaman adalah cukup memadai untuk produksi padi gogo, tetapi bila kurang dari 200 mm/bulan menyebabkan hambatan terhadap pertumbuhan padi.  Terkadang curah hujan harian menjadi titik kritis dibanding curah hujan bulanan atau tahunan.   Curah hujan harian mencapai 200 mm akan menyebabkan stres kelembaban (moisture stress) bagi tanaman demikian juga bila tidak menerima hujan selama 20 hari.

Radiasi Surya

Tanaman padi gogo tumbuh pada saat musim berawan dan suhu antara 24-26 oC akan memberikan hasil yang cukup tinggi, namun demikian walaupun tanaman padi gogo yang potensial jarang akan sebaik hasil padi sawah.  Dari penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi radiasi surya saat tanaman reproduktif sampai pemasakan buah akan makin baik dan mendaptkan hasil yang tinggi. Di pihak lain radiasi surya yang diharapkan saat pengisian gabah sanpai pemasakan buah jarang yang mencapai 16,5 kcal/cm2.

Jenis Tanah

Karakteristik lahan pada daerah pertanaman padi gogo cukup beragam sebagaimana beragamnya kondisi iklim.  Tektur tanah bervariasi mulai pasir sampai liat, keasaman tanah (pH) bervariasi mulai 3-10, Kandungan bahan organik bervariasi mulai 1-50%, kandungan garam mulai 0-1%, dan ketersediaan nutrisi bervariasi mulai tanah yang defisiensi akut sampai nutrisi berlimpah. 

Tektur tanah mempengaruhi nilai kelembaban tanah melebihi sifat yang lainnya, terkecuali topografi.  Tektur tanah merupakan hal yang penting di areal pengembangan  padi gogo yang tidak punya pengikat untuk menahan kelembaban.  Profil tektur tidak saja di lapisan atas, tetapi juga di lapisan bagian bawah.  Jika bagian bawah tanah mempunyai cukup liat, maka fungsi tektur lapisan atas tanah menjadi berkurang.

Jenis tanah grumosol dan andosol sangat peka erosi, sedangkan tanah mediteran merah-kuning dan regosol peka erosi.  Litosol mempunyai solum dangkal dan biasanya berasosiasi dengan regosol, mediteran  dan grumosol dapat dikatagorikan sebagai jenis tanah yang telah tererosi.  Tanah alluvial berada di bagian lembah dan tidak terancam erosi.  Tanah planosol pada dataran rendah  yang berombak mempunyai kesuburan rendah dan ada ancaman erosi.  Diantara jenis tanah di atas hanya latosol yang tahan erosi.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini924
Hari Kemarin859
Minggu ini924
Bulan ini23697
Total Pengunjung2632700
Online saat ini
8

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi