Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Sistem Tata Kelola Air di Lahan Geltek PENAS Aceh

Sistem Tata Kelola Air di Lahan Geltek PENAS Aceh

06.03.2017
BBPadi
3914

Sistem Tata Kelola Air di Lahan Geltek PENAS Aceh

06.03.2017
BBPadi
3914

Gelar Teknologi (Geltek) padi gogo di Pekan Nasional (PENAS) Aceh merupakan suatu model pengembangan padi gogo yang mempunyai tujuan  membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan kering.  

Varietas yang ditanam meliputi  Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 Agritan dengan sistem tanam larikan gogo. Implementasi pengembangan model ini dilakukan dalam bentuk demonstrasi plot sebagai wahana diseminasi kepada pengguna khususnya petani. Sampai saat ini pertanaman padi gogo sudah berumur 40 hari setelah tugal.

Kondisi tanah lahan gelar teknologi rentan salinitas. Langkah paling tepat dan aman dalam memperlakukan kondisi lahan tersebut melalui pengendalian tinggi muka air saluran sesuai kebutuhan tanaman demikian ungkap Agus Guswara saat melakukan peninjauan kondisi pertanaman di Aceh (28/2/17).

Lebih lanjut Agus Guswara mengatakan bahwa permasalahan di lapangan yang terjadi adalah disaat turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi perlu pengendalian tinggi muka air. Langkah yang sudah ditempuh yaitu sistem tata kelola air/tata air mikro (TAM).  Menurut Agus Guswara, Sistem tata kelola tersebut dianggap pilihan paling tepat, ungkapnya (28/2/17).

Teknik pengairannya sebagai berikut: air disalurkan ke area tanaman melalui caren-caren kecil. Dari caren tersebut air akan meresap ke sekitar  pertanaman, kemudian resapan air melalui pori-pori tanah akan mencukupi kebutuhan tanaman.

Cara tersebut selain akan mencukupi kebutuhan air juga akan mengurangi efek salinitas karena garam. Bila diterapkan sistem irigasi tetes atau springkler maka kadar garam sumber airnya tinggi akan langsung kontak dengan tanaman. Bila daya toleransi tanaman terhadap garam rendah maka tanaman akan mengalami salinitas.

Sedangkan pada gekar teknologi padi sawah dengan sistem Jajar Legowo (Jarwo). Penataan lahan untuk mengurangi salinitas dengan cara mengatur sanitasi lingkungan/caren dan tata air.  Varietas padi sawah yang ditanah meliputi Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB dengan melakukan treatment/perlakuan di setiap petak pertanaman dengan aplikasi bahan organik padat ditambah kapur pertanian (Kaptan) untuk selanjutnya diberikan aplikasi pupuk majemuk NPK + Urea/ZA + KCL + Karbofuran. (AG/Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini146
Hari Kemarin1270
Minggu ini2486
Bulan ini15951
Total Pengunjung2456513
Online saat ini
5

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi