Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Serangan WBC dan Virus Kerdil di Kabupaten Subang Masih dibawah Ambang Batas

Serangan WBC dan Virus Kerdil di Kabupaten Subang Masih dibawah Ambang Batas

11.09.2017
BBPadi
1820

Serangan WBC dan Virus Kerdil di Kabupaten Subang Masih dibawah Ambang Batas

11.09.2017
BBPadi
1820

Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Barat. Kabupaten ini mempunyai luas baku sawah sebesar 84.570 ha yang tersebar di 30 kecamatan. Areal sawah terluas berada di Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan. Data petugas POPT per 16-31 Agustus 2017 menunjukkan kondisi existing standing crop seluas 64.003 ha, dengan luas serangan Wereng Batang Coklat (WBC) 227 ha (0,35%), virus kerdil hampa seluas 33 ha (0,05%), dan virus kerdil rumput seluas 40 ha (0,06%).

Wilayah Kecamatan Compreng, memiliki luas baku sawah sebesar 6.210 ha. Pertanaman padi sawah di Kecamatan Compreng pada MT II 2017 mencapai 4.838 ha yang terdiri dari delapan desa. Salah satu desa yang tidak mengalami masalah pertanaman pada musim ini adalah Desa Mekarjaya yang sebelumnya telah melakukan eradikasi pertanaman seluas ±500 ha akibat serangan virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Eradikasi menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar lagi dalam pengendalian virus kerdil dan terbukti kondisi pertanaman padi yang berumur 21 hari di desa ini terkendali dengan baik.

Menurut Ketua KTNA, Warsono, musim tanam saat ini, serangan penyakit di Kecamatan Compreng cukup tinggi, terutama virus kerdil. Berkat pengawalan dan rekomendasi dari Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi dan BPTP Jawa Barat serta petugas lapangan POPT, pertanaman di Desa Mekarjaya aman dan tumbuh lebih sehat, cetus Warsono yang akrab dipanggil Pak Bewok.

Rekomendasi anjuran Badan Litbang Pertanian meliputi tanam serempak, penggunaan varietas unggul tahan wereng produksi tinggi, serta pemasangan lampu perangkap untuk memonitor keberadaan hama dan mengendalikannya secara swadaya. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada petugas dan gapoktan tentang pengendalian WBC dan virus kerdil juga terus dilakukan. Selain itu, ada juga demplot inovasi teknologi untuk pengendalian WBC.

Laporan serangan wereng coklat di Kecamatan Compreng cukup tinggi. Hal ini mendapat perhatian Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr. M. Syakir, untuk menverifikasi dengan melihat langsung kondisi pertanaman di tiga desa Kecamatan Compreng, yaitu Desa Mekarjaya, Desa Jatireja, dan Desa Sukadana. Dalam kunjungannya, Kepala Balitbangtan berdiskusi dengan para petani, ketua Gapoktan, dan Ketua KTNA di wilayah Kecamatan tersebut.

Kepala Badan menyatakan “Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah, dan jika para petani ingin berhasil dalam menanam padi, anut pertanian modern sesuai anjuran Kementerian Pertanian, lakukan tanam serempak dan lakukan pergiliran varietas dengan menanam varietas tahan wereng seperti Inpari 33, Inpari 42 dan Inpari 43, yang merupakan hasil Litbang Pertanian”, pada pertemuan di Desa Mekarjaya (Minggu, 10/09/17).

Ditambahkan Kepala Balitbangtan, kendala yang sekarang dihadapi adalah sulitnya perubahan bagi petani di Kecamatan Compreng untuk beralih menggunakan varietas unggul sesuai yang direkomendasikan. Banyak petani yang menanam varietas padi ketan varietas Grendel dan IR 42 yang rentan WBC dengan alasan harga yang cukup tinggi. Selain itu petani di wilayah tersebut belum melakukan tanam serempak.

Sebagai bentuk aksi nyata pada kunjungan di Kecamatan Compreng ini Kepala Balitbangtan menyerahkan bantuan benih varietas unggul baru yang tahan terhadap WBC yaitu Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, serta pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Harus ada dorongan yang kuat dari Pemerintah Daerah kepada  petani untuk melakukan tanam serempak, dan menerapkan hasil-hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi program asuransi pertaian secara masif untuk mengurangi risiko kegagalan panen terutama bagi yang belum menerapkan inovasi teknologi. (Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini90
Hari Kemarin1058
Minggu ini2254
Bulan ini17638
Total Pengunjung2626641
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi