Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Sentuhan Teknologi Lahan Tadah Hujan di Sanggau, Kalimantan Barat

Sentuhan Teknologi Lahan Tadah Hujan di Sanggau, Kalimantan Barat

17.10.2017
BBPadi
1705

Sentuhan Teknologi Lahan Tadah Hujan di Sanggau, Kalimantan Barat

17.10.2017
BBPadi
1705

Pagi itu cuaca mulai terasa panas dan penulis mulai bersiap-siap menyusuri jalan poros tengah Kalimantan Barat menuju Kabupaten Sanggau.

Untuk mencapai Kabupaten ini waktu yang dibutuhkan kurang lebih 6 jam dari kota Pontianak.  Provinsi Kalimantan Barat terpilih sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia ke-37 dan Kabupaten Sanggau merupakan tempat dilaksanakanya display gelar teknologi varietas unggul baru padi.

Kabupaten yang dekat dengan wilayah perbatasan RI dengan negara tetangga Malaysia ini merupakan kabupaten  dengan ketinggian 80 mdpl dan mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani.

Pak Slamet warga Desa Tunggal Bhakti adalah petani transmigrasi asal Malang  sejak tahun 1981 munuturkan bahwa sawah wilayah desanya awalnya gambut, namun berkat kegigihan dan ketekunan bersama2 petani lainya mereka selalu melakukan olah tanah manual dengan cara balik tanah setiap musimnya dan hasilnya lahan tadah hujan yg sekarang dipergunakan untuk display gelar teknologi VUB Padi pada HPS ke-37 di Kalimantan Barat.

Event HPS disambut baik oleh para petani desa ini karena dengan adanya event ini petani bisa diperkenalkan dengan teknologi dan bisa menanam varietas unggul baru Inpari 30, Ciherang Sub 1, dan Inpari 33 dan beberapa Inpari lain yang sebelumnya tidak dikenal petani Sanggau. Sebelum mengenal varietas yang saat ini ditanam, setiap musim petani  menanam varietas Ciherang dan Cibogo.

Kondisi irigasi menjadi masalah tersendiri bagi para petani tetapi kondisi alam berkata lain. Wilayah yang hanya mengenal kemarau cukup pendek ini memanfaatkan lahan untuk sawah tadah hujan. Kemarau di wilayah ini paling lama satu bulan dan intensitas curah hujan sangat tinggi, sehingga tidak ada alasan petani untuk tidak menanam padi tanpa irigasi yang bagus.

Pada gelar teknologi varietas unggul di HPS ke-37 ini Balitbangtan menerapkan teknologi jarwo super dilahan tadah hujan seluas 100 ha.
Varietas yang ditanam meliputi varietas Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpari 43  Agritan GSR. Teknologi  jarwo super dilahan tadah hujan ini merupakan yang pertama kali dilakukan setelah sebelumnya sukses dengan jarwo super dilahan sawah irigasi teknis.

Diharapkan dengan penyelenggaraan event besar ini, wilayah kabupaten-kabupaten disekitar perbatasan ini bisa mengadopsi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian dan wilayah perbatasan bisa menjadi penyangga pangan sekaligus swasembada beras. (Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini125
Hari Kemarin2158
Minggu ini14504
Bulan ini42723
Online saat ini
3

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi