Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Sekali Merengkuh Dayung, Dua Varietas Gsr Sampai Ke Lahan Petani Sambas Kalimantan Barat

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Varietas Gsr Sampai Ke Lahan Petani Sambas Kalimantan Barat

25.07.2018
BBPadi
1538

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Varietas Gsr Sampai Ke Lahan Petani Sambas Kalimantan Barat

25.07.2018
BBPadi
1538

Kabupaten Sambas merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Secara administratif kewilayahan Kabupaten Sambas memiliki 19 kecataman. Salah satu kecamatan yang menjadi penghasil padi terbanyak adalah Kecamatan Selakau Timur dengan luas lahan baku seluas  2.835 ha dan pada tahun 2018 kabupaten tersebut menempati posisi teratas dalam pencapaian luas tambah tanam sebesar 9.000 ha dari total target 15.000 ha.

Dr. Yudistira Nugraha selaku penanggung jawab LO di Kabupaten ini merasa bangga atas capain Luas Tambah Tanam  (LTT) sehingga produksi padi bisa terus ditingkatkan.

Selain peningkatan produksi melalui perluasan luas tambah tanam, pada tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi melakukan kegiatan program demfarm dilahan seluas 30 ha di Desa Gelik, Kec. Selakau Timur, Kab. Sambas. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah transfer hasil inovasi teknologi khususnya adopsi varietas Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR kepada masyarakat petani lahan tadah hujan.

Kedua varietas tersebut dikenalkan kepada petani Kec. Selakau bukan tanpa alasan, kedua varietas tersebut mempunyai keunggulan tahan terhadap serangan wereng batang coklat dan blas yang menjadi kendala produksi diwilayah endemis kedua hama penyakit tersebut.

Pada beberapa musim sebelumnya petani selalu menanam berbagai varietas tetapi selalu mengalami masalah produksi akibat serangan hama wereng dan blas. Dengan hadirnya varietas Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR petani menyambut baik.

Katijo, salah satu petani diwilayah tersebut menyampaikan pengalamanya selama menanam varietas tersebut. Ia mengatakan selama menanam Inpari 42 dan Inpari 43 banyak diuntungkan karena selain lebih tahan blas,  bisa tanam padi dengan input produksi rendah dan hasil yang memuaskan. Bahkan pemupukan yang diberikan pun bisa dihemat 25% dibanding pemupukan pada tanaman padi varietas lain.

Dadang Selaku Kepala BPP Kab. Selakau melaporkan bahwa luas lahan tadah hujan pada kegiatan denfarm ini adalah 30 ha, system tanam yang diterapkan jajar legowo 4:1 dengan dukungan budidaya jarwo super.  Hasil panen ubinan Inpari 43 GSR sebesar 7,5 t/ha.  Dari hasil panen musim ini semuanya dijadikan benih bersertifikat dengan label ungu agar bisa dikembangkan pada musim berikutnya.

Selain itu, Dr. Suprihanto selaku Kabid KSPHP BB PADI, berpesan tentang pentingnya memutus siklus hama diwilayah endemis dengan melakukan pergiliran varietas seperti yang telah dilakukan para petani Selakau Timur.  Pergiliran varietas yang telah dilakukan para petani setempat telah terbukti pertanaman aman dari serangan hama dan penyakit yang selama ini dikawatirkan petani. (Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini977
Hari Kemarin1507
Minggu ini4959
Bulan ini20285
Total Pengunjung2519154
Online saat ini
6

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi