Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Prospek Pengembangan Benih VUB Padi di Kabupaten Kerinci

Prospek Pengembangan Benih VUB Padi di Kabupaten Kerinci

26.10.2019
Suharna
263
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Prospek Pengembangan Benih VUB Padi di Kabupaten Kerinci

26.10.2019
Suharna
263

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi pada tahun 2019 melakukan kegiatan pendampingan Program Desa Mandiri Benih di Kab. Kerinci, Provinsi Jambi.

Kabupaten dengan luas lahan sawah sawah 18.000 hektar ini mampu  berproduktivitas rata-rata 6 ton/ha.

Petani Kabupaten Kerinci terbiasa melakukan sistem tanam tanpa olah tanah (TOT) dan pengendalian gulma dengan cara penyemprotan herbisida. Petani melakukan kebiasaan tersebut bukan tanpa alasan, mereka memilih cara- cara tersebut dikarenakan petakan sawah kecil-kecil sehingga melakukan dalam melakukan olah tanah dengan mekanisasi.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir penyakit tungro menjadi masalah utama diwilayah tersebut sehingga  banyak yang mengalami gagal panen.

BB Padi sebagai penghasil inovasi padi punya kewajiban untuk melakukan pendampingan dan memberi rekomendasi penggunaan VUB sesuai kondisi spesifik daerah Kerinci agar kebutuhan benih bisa dipenuhi  secara in situ.

Kepala Balai Benih Induk Padi Hiang, Pandri, SP. dalam diskusinya bersama Kepala Bidang Kerjasama Penelitian Dr. Suprihanto, mengatakan bahwa sebelumnya sudah dikembangkan benih VUB padi varietas Sarinah,  Sidenuk, dan Inpari 28, namun tiga varietas tersebut kurang adaptif dan tidak tahan tungro, sehingga pada tahun ini BBI mengembankan varietas tahan tungro Inpari 36, Inpari 37 dan Inpari 9.

Harapan dari para penangkar ialah agar benih bantuan dinas menggunakan benih hasil penangkar lokal.

Salah satu penangkar dari Desa Kemantan, Kec. Air Hangat, Alizar Darik, yang juga anggota kelompok Tani Air Patah mengaku lebih untung produksi benih dari pada produksi gabah untuk konsumsi. Selain produksi benih dalam kelompok tani,  Alizar juga memproduksi benih secara pribadi. Varietas yang dikembangkannya ialah Sarinah, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 11, Inpari 36 dan 37, dan sekarang baru mau mencoba Inpari 7. Sebelumnya selain memenuhi kebutuhan lokal juga memenuhi pengadaan untuk wilayah  Medan dan Aceh, meski sekarang belum ada permintaan lagi dari sana.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, SPi M.Si. dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa program kegiatan pendampingan Mandiri Benih sangat membantu pemenuhan kebutuhan benih di Kab. Kerinci. Kebutuhan benih per tahun di Kerinci sekitar 900 ton,  baru terpenuhi sekitar 200 ton. Kekurangannya dipenuhi dari bantuan pemerintah pusat dan daerah. (Spt/Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini877
Hari Kemarin1089
Minggu ini9041
Bulan ini18850
Online saat ini
16

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi